Senin, Desember 19, 2016

Jawabanku untuk Ustadz Abul Jauza` ke 7

-

Anda menyatakan:
[3] Beberapa ulama Ahlus-Sunnah telah memasukkannya dalam prinsip-prinsip aqidah kitab mereka seperti Imam Ahmad dalam Ushulus-Sunnah, Abul-Hasan Al-Asy’ary dalam Al-Ibaanah ‘an Ushuulid-Diyaanah, Abu Ja’far Ath-Thahawi dalam Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah, Ibnu Taimiyyah dalam Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah (dan juga di banyak kitab beliau yang lain), Ibnu Abi Hatim Ar-Razi dalam Ashlus-Sunnah, Abu Bakr Al-Isma’ily dalam I’tiqad Aimmatil-Hadiits, Al-Qadli Abi Ya’la Al-Hanbaly dalam Kitaabul-I’tiqaad, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal dalam Kitabus-Sunnah, dan lainnya masih banyak lagi. Dan bahkan Imam Al-Baihaqi telah membuat kitab khusus yang berjudul Itsbaatu ‘Adzaabil-Qabri (Penetapan Adzab Kubur). Jika kita menyelisihi mereka (para ulama Ahlus-Sunnah), maka berada dimanakah kita?

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bila kita  ikuti pendapat ulama yg menyatakan adanya siksa kubur, mk kita akan menyelisihi ayat Allah yg meniadakan siksa kubur . Kita ikut ulama untuk menyelisihi Allah.
Bila kita berbeda pandangan tentang siksa kubur dan lainnya , mk kita  diperintah ikut Allah dan RasulNya bukan ulama . Kita  ikuti sj ayat :
. يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah  Rasul  (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan  Rasul  (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [1]
Ingatlah hadis umat Nabi  shallallahu alaihi wasallam  akan berpecah menjadi 73 . Semuanya di neraka kecuali satu.
Hal ini tanda bahwa kebenaran itu satu dan kebatilan itu banyak.
Imam Syafii berkata:
لاَ تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut orang , sebab  mereka mungkin juga salah . 
Imam Malik berkata :
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah . Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah .
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".[2]
Bila anda tdk punya dalil, mk dustalah  anda.
Akhir zaman ini banyak ajaran Islam sdh tdk asli lg, sbgmn ajaran Nabi Isa  jg  sdh di robah  oleh pendetanya. Bgt juga ajaran Islam ini , banyak  yg sdh di robah oleh ulamanya  untuk mengikuti nafsu juhala.

 Bila ajaran Nabi Isa  as  berobah mk  sdh tentu ajaran Nabi Muhammad jg berobah dan tdk akan tetap sbgmn sediakala. Lihat ayat  sbb:
تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
( 63 )   Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih. Nahel.
Ajaran pr rasul yg lalu jg berobah dan di robah  oleh ulamanya  jg sbgmana ajaran Nabi Isa di robah  oleh pendetanya  untuk memenuhi nafsu kalangan awam.

Anda menyatakan:
Jika kita menyelisihi mereka (para ulama Ahlus-Sunnah), maka berada dimanakah kita?
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kita ikut al quran sj, kita ttp tdk akan menyelisihinya. Kita lihat mrk  tdk punya dalil dr al quran yg jls. Dan kita dg jls mengikuti ayat  51 – 53  yasin yg menyatakan  ahli kubur adalah  tidur  dan nanti dihari kiamat dibangkitkan. Bila  di di adzab, mk tak akan tidur.
Anda menyatakan lg :

 Mereka (para ulama – dalam sebagian kitab yang disebutkan) telah menjelaskan bahwa golongan Mu’tazillah dan yang semisal adalah golongan yang menafikkan adanya adzab kubur. Imam Nawawi berkata : “Kesimpulannya, madzhab Ahlis-Sunnah adalah menetapkan adanya adzab kubur. Berbeda halnya dengan kelompok Khawarij, mayoritas Mu’tazillah, dan sebagian Murji’ah yang meniadakannya” [Syarh Shahih Muslim lin-Nawawi
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sbtulnya  keterangan spt itu blm valid, apakah benar Imam Nawawi menyebut Khawarij, mu`taziah, dan murjiah dll . Sbb kadang  penerjemah itu keliru  dlm mentrasfer maksud kalimat arab.
Bila btul bgt, ya`ni golongan tsb menafikan  siksa kubur  dan ahlus sunnah yg menyatakan adanya siksa kubur , mk  kita  ini bukan orang yg fanatik golongan . Dan jeleklah orang yg fanatik golongan. Tp kita ini fanatik pd dalil quran. Kebenaran  selalu mengikuti al quran dan kesalahan selalu berada  pd  orang yg menyelisihinya. Kita ingat ayat:
إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,[3]
Jadi ajaran agama ini di jelaskan dalam al Quran lebih lurus – lebih benar dan lebih bermanfaat.  Ia  juga sebagai rahmat sebagaimana  ayat :
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. ( Al Isra`  82
Bgmn mayat disiksa sedang  blm dihisap, jg blm di timbang amal perbuatannya  , mn yg banyak kejelekan atau kebaikannya?.




[1] Annisa` 59
[2] Namel 64
[3] Al Isra`  9
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan