Rabu, November 05, 2014

Jawabanku yang ke delapan terhadap komentator di fb ku



Kata pengantar:
Memang kebanyakan manusia itu anti kebenaran dan suka  dengan kesalahan  yang di anggap kebenaran. Manusia memang suka mendebat sebagaimana ayat :
مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka berdebat. Zukhruf 58
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْءَانِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur'an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. ( 54 Al Kahfi ).

Kalau berdebat masalah agama dengan dalil silahkan, tapi  bila  dengan akal – akalan atau  emosi, tidak usah dilanjutkan , dihentikan saja dari pada menyiakan  waktu  dan tenaga.  Apalagi menolak dalil atau tuntunan yang asli salat  wajib di atas tanah tanpa karpet atau sajadah , lalu dia  sampai mati tetap  menjalankan salat di karpet . Atau  juga masalah yang sejatinya sederhana  sekali yaitu masalah makan Ayam  , kalau kita mau merujuk pada  Rasulullah SAW dan para sahabat nya  tidak makan Ayam  lalu  kita menghindarinya .  Itu  lebih baik dari pada kita memakannya lalu  kita kesulitan mencari  dalil  yang valid  untuk menghalalkannya. Lalu  ada yang bilang , kebanyakan orang sudah memakannya. Saya  katakan, biarlah kita  ini gharib asal benar dan memang Islam akan kembali menjadi gharib.
بَدَأَ الْإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ *
Islam mulai dalam keadaan terasing ( terpencil  dan   jarang pengikutnya ) . Dan akan kembali dalam keadaan terasing. Beruntunglah  orang orang yang terpencil . Hadis sahih , Muslim/Iman /145

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).  ( 116  Al an`am )

Dan inilah jawaban saya kepada para komentator di fb  saya  tentang masalah Ayam  sbb:

















 Banyak sekali Mahrus Ali ini mencampakan ayat d hadits hnya untuk mempertahankan ro'yunya. Kutipannya yg tdk sinkron dg masalah. Kasihan semoga Allah memberinya hidayah dlm memahami manhaj yg benar.
Saya jawab:
Tolong  di contohkan apa yang kamu sebutkan itu. Al hamdulillah bila anda bisa menemukannya.  Dan itulah  yang saya cari. Bila  tidak dapat menunjukkannya, maka itu adalah fitnah yang keji tanpa fakta.

Bapak Dedy Wahyudi - tinggal di Karawang menulis : Ibnu Manzhuur rahimahullaah :berkata
 ﻭﺍﻟﻤﺨﻠﺐ : ﻇﻔﺮ ﺍﻟﺴﺒﻊ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﺷﻲ ﻭﺍﻟﻄﺎﺋﺮ ; ﻭﻗﻴﻞ : ﺍﻟﻤﺨﻠﺐ ﻟﻤﺎ ﻳﺼﻴﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻴﺮ ، ﻭﺍﻟﻈﻔﺮ ﻟﻤﺎ ﻻ ﻳﺼﻴﺪ
 . " Dan Al-Mikhlab adalah kuku binatang buas
 baik yang berjalan maupun yang terbang. Ada juga yang mengatakan bahwa Al-Mikhlab itu sebutan kuku untuk burung yang berburu (pemangsa), sedangkan Azh- Zhufur itu sebutan kuku untuk yang tidak berburu (bukan pemangsa)." (Lisaanul 'Arab: 5/120). Al-Jauhariy rahimahullaah berkata :
 ﻳﻘﺎﻝ ﺍﻟﻨﺴﺮ ﻻ ﻣﺨﻠﺐ ﻟﻪ ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻟﻪ ﺍﻟﻈﻔﺮ ﻛﻈﻔﺮ ﺍﻟﺪﺟﺎﺟﺔ ...ﺏﺍﺮﻐﻟﺍﻭ

 Dikatakan bahwa burung Hering (burung bangkai) kukunya tidak disebut dengan "mikhlab", tetapi disebut "zhufur" seperti kuku ayam, gagak..." (Lisaanul 'Arab: 14/244).
Dari penjelasan tersebut di atas, teranglah bahwa kuku ayam tidak disebut "mikhlab", tapi "zhufur". Dengan demikian, ayam tidak termasuk dalam hadits :
 ﻭﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ :ﻝﺎﻗ } ﻧﻬﻰ ﺭﺳﻮﻝ - ﻪﻠﻟﺍ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻋﻦ ﻛﻞ ﺫﻱ ﻧﺎﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺒﺎﻉ ﻭﻛﻞ ﺫﻱ ﻣﺨﻠﺐ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻴﺮ { . ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺇﻻ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ .ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍﻭ

 " Dan dari Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhumaa beliau berkata:
 Rasuulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar." (HR. Al-Jamaa'ah, kecuali Al-Bukhaary dan At-Tirmidzi) (Nailul Authaar: 8/132) Jadi, bahasa Arab nya kuku ayam yang benar itu "zhufur dajaajah", bukan "mikhlab dajaajah"

Saya jawab:
Anda menulis :

Al-Jauhariy rahimahullaah berkata :
 ﻳﻘﺎﻝ ﺍﻟﻨﺴﺮ ﻻ ﻣﺨﻠﺐ ﻟﻪ ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻟﻪ ﺍﻟﻈﻔﺮ ﻛﻈﻔﺮ ﺍﻟﺪﺟﺎﺟﺔ ...ﺏﺍﺮﻐﻟﺍﻭ

 Dikatakan bahwa burung Hering (burung bangkai) kukunya tidak disebut dengan "mikhlab", tetapi disebut "zhufur" seperti kuku ayam, gagak..." (Lisaanul 'Arab: 14/244).

Saya jawab:
Keterangan tsb bertentangan dengan  keterangan dalam kitab tamhid  sbb:
التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد - (ج 10 / ص 36)
فإذا هم بطائر أعظم من النسر أسود الظهر أبيض البطن والرجلين فغرز مخالبه في قفا الحية
Tiba – tiba mereka berjumpa dengan Burung  nasar yang lebih besar  dari Burung nasar – punggungnya hitam, perut dan kedua kakinya putih , lalu menancapkan cengkeramnya di tengkuk ( bagian belakang kepala ) ular.
Tamhid  36/10.
Dalam  kitab Fathul bari juga ada keterangan sbb:
فتح الباري لابن حجر - (ج 5 / ص 233)
فَبَعَثَ اللَّه طَيْرًا أَعْظَمَ مِنْ النَّسْر فَغَرَزَ مَخَالِبه فِيهَا فَأَلْقَاهَا نَحْو أَجْيَاد
Lantas Allah mengutus  Burung yang lebih besar  dari Nasar , lalu menancapkan  cengkeramnya  pada ular , lalu di buang ke Ajyad.  Fath al bari  233/5 .
Jadi pengarang dua kitab itu ternyata burung nasar  masih di katakan punya mikhlab -  cakar atau  cengkeram, bukan  zhufr – kuku  sebagaimana  yang anda katakan. 
Dan masalah mikhlab itu sudah dibahas dulu :
مَخَالِبُ الرُّوبِيَان
المخلب زائدة صلبة مدببة ومقوسة في نهاية أصابع الأطراف في معظم الثدييات والطيور وبعض الزواحف.
cakar Udang
Cakar adalah barang lebihan ( daging atau tulang) kuat yang melengkung di ujung jari-jari dalam kebanyakan mamalia, burung dan beberapa reptil.
 



Dengan arti  mikhlab apapun , zhuf r untuk Ayam  menurut sebagian pendapat yang di tentang oleh pendapat ulama yang lain. Realitanya . Rasulullah SAW  dan  para sahabatnya  tidak makan Ayam  dan hadis tentang  Rasulullah SAW makan Ayam  adalah  syadz, tafarrud dan bertentangan dengan hadis sahih.  Dan taffarrud kadang juga di sebut gharib.  
وقال أبو داود في وصف أحاديث السنن ( والأحاديث التي وضعتها في كتاب السنن أكثرها مشاهير وهي عند كل من كتب شيئا من الحديث إلا أن تمييزها لا يقدر عليه كل الناس والفخر بها أنها مشاهير فإنه لا يحتج بحديث غريب ولو كان من رواية مالك ويحيى بن سعيد والثقات من أهل العلم .
ولو احتج رجل بحديث غريب وحديث من يطعن فيه ولا يحتج بالحديث الذي قد احتج به إذا كان الحديث غريباً شاذاً . فأما الحديث المشهور المتصل الصحيح فليس يقدر أن يرده عليك أحد )(2
2) رسالة ابي داود إلى أهل مكة في وصف سننه ، ص 29
Abu Dawud berkata  dalam menggambarkan  tentang hadis – hadis yang tercantum  dalam  kitab  sunannya. Dan hadis  - hadis yang  telah saya cantumkan dalam kitab  sunan kebanyakan mashur. Ia ada  pada setiap orang yang menulis  sesuatu  dari hadis, hanya saja tidak semua orang mampu memilahnya. Dan yang membanggakan adalah sesungguhnya hadis – hadisnya   mashur . Sesungguhnya hadis gharib ( nyeleneh ) tidak boleh di buat pegangan sekalipun  dari  riwayat Malik, Yahya bin Sa`id , dan perawi – perawi terpercaya  dari ahlul ilmi
Bila ada orang yang berhujjah dengan hadis yang  gharib ( nyeleneh ) , dan hadis  perawi yang cacat . Dan tidak boleh  berpegangan kepada  hadis  yang di buat hujjah bila hadis itu gharib yang  syadz.   Adapun hadis yang  mashur bersambung sanadnya  dan sahih, maka tiada  orang yang mampu  untuk menolak padamu.
Surat Abu Dawud  kepada penduduk Mekkah dalam mensifati  sunannya, hal  29.
Dalam Syarah  Abu Dawud  karya  al  aini  41/1 dijelaskan:
 
شرح أبي داود للعيني - (ج 1 / ص 41)
جاء بعد هذه الكلمة في " توجيه النظر " : " وأما الحديث الغريب فإنه لا يحتج به ولوكان من رواية الثقات من أئمة العلم "
Dalam  " Taujihun nadhar " ada kalimat setelah kalimat itu  :
Adapun hadis gharib ( nyeleneh)  tidak boleh dibuat pegangan  sekalipun  dari riwayat perawi – perawi terpercaya dari kalangan imam – imam ilmu ( tokoh – tokoh  ulama ).
Dalam  Syarah Abu Dawud karya  al aini  42/1
شرح أبي داود للعيني - (ج 1 / ص 42)
قال إبراهيم النخعي (1) : كانوا يكرهون الغريب من الحديث.
Ibrahim Al nakha`I berkata: Mereka  tidak suka  hadis gharib.
شرح أبي داود للعيني - (ج 1 / ص 42)
هو إبراهيم بن يزيد النخعي الكوفي الفقيه العابد الصالح، توفي سنة (96 هـ)
Ibrahim  bin Yazid al Nakha`I al kufi  seorang fakih, ahli ibadah dan salih , wafat  pada tahun  96 H. 
وقال يزيد بن أبي حبيب (2) : إذا سمعت الحديث فانشده كما تنشد الضالة،
فإن عُرف وإلا فدعْه.
Yazid  bin Abu Habib berkata: Bila kamu mendengar  hadis, maka  carilah  sebagaimana   kamu mencari barang hilang. Bila di kenal ( tidak  gharib   ambillah ). Bila hadis  itu tidak dikenal, tinggalkanlah.
شرح أبي داود للعيني - (ج 1 / ص 42)
هو أبو رجاء يزيد بن أبي حبيب الأزدي ولاء المصري الفقيه، كان مفتي أهل مصر،
وهو أول من أظهر بمصر العلم بالحلال والحرام، توفي سنة (128 هـ)
Abu Raja` Yazid bin Abu Habib al azdy wala `  al masri al  faqih- dia mufti penduduk Mesir . Dia  permulaan orang yang menampakkan ilmu halal  dan haram di Mesir . wafat  tahun  128 H.
Jadi hadis  Rasulullah SAW makan Ayam  adalah hadis yang nyeleneh
Imam Tirmidzi menyatakan:
وَلَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ زَهْدَمٍ
Dan kami tidak mengetahui  hadis tersebut ( tentang   Rasulullah  saw,  makan Ayam) kecuali dari Zahdam . Hadisnya nyeleneh.  Abu Burdah berkata dari Abu Musa al asy ari berkata : ………………………..   tanpa menyebut “Dia melihat   Rasulullah  saw,  makan Ayam “.  HR Muslim  1649 .  Lihat pula di Sahih Bukhori 4415,6623,6678,6718
Imam Syafi`I pernah menyatakan :
إِنَّهُ تَفَرُّدُ الثِّقَةِ بِمُخَالَفَةِ مَنْ هُوَ أَرْجَحُ مِنْهُ
Syadz adalah seorang perawi hadis terpercaya meriwayatkan secara sendirian dengan bertentangan dengan perawi yang lebih rajih.  Nukat karya Ibnu Hajar 69/1

Karena itu  hadis Rasulullah SAW makan Ayam  adalah tertolak karena nyeleneh, tiada  mutabaahnya / tiada yang mendukungnya , syadz juga , maksudnya  tambahan kisah Rasulullah SAW  makan Ayam  itu  hanya   dari riwayat Zahdam satu  orang dan tiada perawi yang mendukungnya. Dan ini tertolak karena nyeleneh.

Kiyai Ahmad Rifai Alif  - Jurusan Magister Pendidikan Agama Islam di Islamic University of Jakarta menulis : makasih tanggapannya yai....mengenai tafarrud..jika njenengan menggunakan ta'rif dari abu lubabah maka ketetapan njenengan bahwa ayam itu haram adalah lemah dan hrs ditolak..sebab njenengan tafarrud dlm mnginterpretasikan hadis ttg kulla dzi mikhlabin minath thoir..pendapat yai mnyelisihi para pakar hadits yg lbh tsiqqoh dari yai....
Saya jawab:
Kalimat dari DR  Abu Lubabah sbb:
DR Abu Lubabah At thahir Shalih Husain kepala bagian dirosah Islamiyah  di Emirat menyatakan :
وَإِطْلاَقُ الْحُكْمِ عَلَى التَّفَرُّدِ بِالرَّدِّ وَالنَّكَارَةِ أَوِ الشُّذُوْذِ مَوْجُوْدٌ فِي كَلاَمِ كَثِيْرٍ مِنْ أَهْلِ الْحَدِيْثِ
 Mengghukumi perawi yang secara sendirian meriwayatkan   tertolak , dikatakan mungkar , syadz memang ada dlm perkataan kebanyakan ahli hadis . Ulumul hadis 12/1
Saya  ini  sebetulnya  tidak tafarrud , tapi didukung  oleh  kamus – kamus, wikipedia , bahasa  harisan  mikhlabud dajaj . Dan mereka yang mengartikan mikhlab dengan cakar yang memangsa  saja sebetulnya yang kurang mashur di kamus.Dan bertentangan dengan bahasa harian yang masih berlaku di kalangan bangsa arab mikhlabud dajaj.  Jadi mikhlab  itu umum  baik yang memangsa atau  tidak.
Bila anda makan Ayam tunjukkan dalilnya yang sahih tanpa kritik, silahkan. Kalau  saya tidak makan Ayam  karena realita para sahabat dan Rasulullah SAW  tidak memakannya. Seandainya ada atsar bahwa mereka dan istri – istri  Rasulullah SAW makan Ayam, maka persoalannya  beres. 
Tentang makanan, Allah memerintah para rasul  sebagaimana Allah memerintah orang – orang mukmin.
Allah  berfirman:
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Mukminun 51
Allah memerintah kaum mukminin juga begitu sama  dengan perintah kepada Rasul . Ini perintahNya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. . Al baqarah 172.

Yai bilang:
sebenarnya masalah tafarrud sdh sering saya bahas..nmn insya alloh nanti akan saya bahas ulang biar ada titik temu dg yai..******
Saya jawab:
Silahkan di bahas, saya nanti sampai kapanpun dengan  senang hati, karena  saya ingin kebenaran agar  terhindar dari kesalahan.  Saya tidak ingin dalam keadaan  salah lalu mati, saya  ingin  hidup dan seluruh perbuatan  saya terkontrol  dengan al quran  dan sunnah sebelum mati.  Untuk saya tafarrud yang di alami Zahdam itu tertolak sebagaimana di terangkan di atas dan saya  sudah sering  juga menjelaskan hal itu.Makanya  untuk menghalalkan Ayam  perlu hadis sahih yang valid, silahkan  tunjukkan.
Kiyai Ahmad Rifai Alif menulis :
yai bilang hadits zahdam bertentangan dg hadist larangan makan jenis burung bercakar...yai mestinya melihat bahwa dua hadits tadi tdk bertentangan sebab fokus pembahasannya beda..yg zahdam lebih khusus smentara yg terakhir lbh umum...saya yakin yai tau metode jamak dua qoul yg mu'taridh...
Saya jawab:
Bisa di ambil  solusinya dengan merobah pengertian mikhlab dengan  cakar yang memangsa. Tidak boleh di artikan cakar biasa seperti  cakar Ayam .  lalu dikatakan boleh makan Ayam  dan burung  greja. Dan hal ini bertentangan dengan prilaku para  sahabat yang tidak pernah memakanya , apalagi makan telonya atau menjual belikannya.
Untuk apa makan Ayam  yang suka makan kotoran dan Burung gereja yang kecil itu dan dagingnya sedikit. Makanlah  yang jelas di halalkan seperti  sapi, kambing dan  Unta yang dagingnya banyak sebagaimana  ayat:
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ عِندَ رَبِّهِ ۗ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الْأَنْعَامُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak ( An`am ), terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. Al haj 30
Jadi kambing  termasuk an`am , begitu juga  kerbau, sapi, unta dll. Kalau ayam , Burung Gereja tidak  termasuk, saya  tidak berani memakannya,
Anda menyatakan lagi:
terus yai saya lihat sering merujuk pada wikipedia...utk tulisan ilmiyah..ini agak aneh...dlm bimbingan skripsi sj ndak boleh merujuk kesana apalagi ini utk menentukan halal dan haram....yg lain nnti saya tanggapi menyusul yai..mau kerja dulu
Saya jawab:  Maunya di kembalikan kepada pemahaman  sebagian ulama tentang mikhlab itu , tidak boleh dari kamus, wikipedia> lalu ulama itu bisa memahami mikhlab adalah yang memangsa itu dari mana? 



Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan