Rabu, Agustus 14, 2013

Tanggapan Partai-partai atas Pembantaian


 
By: Nandang Burhanudin
*****

SYaikh Al-Azhar, "Kami ajak ke forum dialog. Tindakan represif dan anarkisme bukan solusi atas krisis politik." ==> Sayangnya dialog yang dimaksud menutup dan meniadakan keberadaan Ikhwanul Muslimin dan IM dipaksa harus menerima kudeta.


Nadir Bakkar, Jubir Partai An-Nour; "Peristiwa pembantaian ini sudah kami peringatkan sebelumnya! Kami, berlepas diri!" ==> Kalau sudah tahu, kenapa gak diperintahkan As-Sisi untuk tidak melakukannya?


Ketua Partai Muktamar, "Tindakan represif aparat membubarkan demonstrasi, sudah sesuai aturan internasional." Saat ditanya wartawan Al-Jazeera, "Apa standar kelayakannya? Apakah dengan membantai ribuan orang sesuai dengan konvensi internasional?" Ia menjawab, "Saya tahu, Aljazeera selalu sinis!" Ia langsung menutup telponnya.


Amru Khalid, "IM seharusnya mengalah saja, seperti Rasul mengalah dalam perjanjian Hudaibiyah!" Beliau lupa sejarah, bahwa para sahabat Rasul tidak ada yang diancam pulang ke rumah digantung atau dihukum mati. Lain halnya dengan IM, mereka pulang pasti disembelih. Sejarah sudah membuktikannya.


HT, "Dampak demokrasi. Tak ada yang benar. Kami sudah memperingatkan IM jauh-jauh hari."




Komentarku ( Mahrus ali): 
Militer yang menembaki ihwan Muslimin ini adalah militer yang berada di jalan Thaghut sekalipun salat, zakat , puasa, haji, berjenggot, celana cingkrang  tetap menyembah Thaghut dan mengesampingkan ajaran Allah. Mereka menembaki IM yang  ingin menerapkan hukum Allah di Mesir dan  mereka kasih sayang dengan Syi`ah, liberal, Yahudi, dan Kristen.
Sayang sekali salafy yang menjadi oposisi IM ketika IM berkuasa dan  di anggap  bukan ulil amri , lalu ketika militer berkuasa di anggap ulil amri dan tidak mau bergabung dengan IM. Ini salafy yang pro Thaghut yang sesat  bukan Salafy yang anti Thaghut yang lurus, sama dengan HT yang diam saja dan tidak ikut berjuang bersama IM.
Ingatlah firmanNya:
اعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
yang artinya, “Berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah dan janganlah berpecah belah..” (QS. Ali ‘Imran : 103) sampai firman Allah ta’ala,
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
 “Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah belah dan senantiasa berselisih sesudah datang berbagai macam keterangan kepada mereka. Dan bagi mereka itulah siksaan yang sangat besar.” (QS. Ali ‘Imran: 105).
Allah ta’ala juga berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka sehingga mereka pun menjadi bergolong-golongan tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.” (QS. Al An’am : 159).


Blog ke tiga
Peringatan:Mesin pencari diblog tidak berfungsi, pergilah ke google lalu tulislah:  mantan kiyai nu    lalu teks yang kamu cari
Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfreand ). 081935056529 (XL ) atau  08819386306   ( smartfreand )
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1




Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan