Senin, April 25, 2011

Kang Said lupa riwayat hidupnya


Di tulis oleh H Mahrus ali
Dalam situs PBNU  terdapat keterangan sbb :
Kang Said: Tudingan Bid’ah dan Syirik Jadi Bibit Terorisme
Senin, 25 April 2011 13:02
Semarang, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menekankan, sejak awal NU menolak paham ekstrem yang  sering mengkafirkan kelompok lain dan menyulut perang saudara diantara umat Islam sendiri.

Lebih dari itu, kebiasaan suka menuding orang lain dengan sebutan bid’ah, syirik dan sebagainya, lanjutnya, merupakan bagian dari ideologi radikal yang menjadi bibit terorisme.

“Kalau sudah menuduh orang lain bid'ah, musyrik atau kafir, maka orang akan menghalalkan darah orang lain. Siapapun bisa dibunuh oleh mereka,” katanya.

Ketua Umum PBNU menyampaikan hal itu di hadapan ribuan warga Nahdliyin dalam acara peringatan hari lahir (Harlah) ke-85 NU yang digerlar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gunungpati, Sabtu (23/4) kemarin di Lapangan Banaran, samping kampus Unnes, Gunungpati, kemarin.

Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, juga menjelaskan bahwa Islam bisa mengubah Arab yang jahiliyah menjadi berperadaban maju. Generasi umat Islam terdahulu merintis berbagai karya di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Namun anehnya, lanjut Kang Said, beberapa kelompok kalangan Islam di zaman modern ini hendak menghancurkan semua itu dengan mengharamkan segala ilmu dan hasil karya para ulama. (moi)

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Anda menyatakan :


Lebih dari itu, kebiasaan suka menuding orang lain dengan sebutan bid’ah, syirik dan sebagainya, lanjutnya, merupakan bagian dari ideologi radikal yang menjadi bibit terorisme.

Apakah kamu bermaksud orang – orang Muhammadiyah , LDII , salafi yang suka membid`ahkan , menyatakan syirik memiliki idiologie radikal dan menjadi bibit terorisme. Buktikan siapa kalangan Muhammadiyah , Salafi dan LDII  yang menjadi teroris. Malah bukti realita yang ada , orang yang menjadi pengebom hotel Matriot, Greja , atau masjid di Cirebon  itu bukan dari tiga golongan itu .realitanya aktor intelektual yang baru di temukan dari kalangan wartawan TV Global yang tidak dari tiga golongan itu dan tidak suka membid`ahkan.
Carilah pernyataan yang lain untuk mengayomi umat ini , dan membikin hati tenang  dan tidak mengadu domba seperti anda .   KH Hasyim Muzadi dulu saat memimpin NU  betul – betul bisa mengayomi umatnya dan beliau sering duduk bersama dengan Din Syamsuddin . Kamu sendiri juga lupa sejarahmu , kamu tidak bisa memperoleh titel doktoral kalau tidak mengemis kepada kerajaan Saudi Arabia yang memberi makan, minuman dan ilmu agama kepadamu . Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Saudi arabia  lalu pulang tidak seperti kamu yang tak tahu diri .  Sekarang kamu sudah memperoleh jabatan ketua PBNU lalu kamu menjelekkan ormas dan golongan yang mendapat bantuan dari arab Saudi atau negara  timur tengah.  Maaf ya, kalau anda memang bisa memaafkan . Saya ini mandiri , makan dan minum saya  dari jerih payah sendiri , tidak pernah mendapat bantuan dari negara – negara arab atau timur tengah.

Anda menyatakan :

“Kalau sudah menuduh orang lain bid'ah, musyrik atau kafir, maka orang akan menghalalkan darah orang lain. Siapapun bisa dibunuh oleh mereka,” katanya.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Buktikan siapa dari kalangan salafy yang kamu tuduh wahabi , dan Muhammadiyah atau LDII yang pernah menjadi teroris . Jangan asal ngomong doang  tanpa bukti nanti menjadi pemicu permusuhan dan perang saudara di kalangan kaum muslimin .dan kamu buruk sangka pada kaum muslimin .

Anda menyatakan lagi :
Namun anehnya, lanjut Kang Said, beberapa kelompok kalangan Islam di zaman modern ini hendak menghancurkan semua itu dengan mengharamkan segala ilmu dan hasil karya para ulama. (moi).
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kelompok mana itu yang menghancurkan semua itu . Orang yang suka membikin bid`ah itulah yang mengubur tuntunan dan orang yang suka bikin kesyirikan yang suka menghancurkan tauhid. 

 Sekarang saya tunjukkan gambar - gambar Universitas Ummul quro  dan fasilitas belajar dan sosial serta pengajaran  di mana Kang Said dulu pernah di biayai oleh kerajaan Saudi arabia hingga bisa mengenyam ilmu di sana. Tapi dasar tidak tahu diri  , sekarang tidak cocok dengan ajaran - ajaran guru - gurunya bahkan anti pada ajaran mereka. 

                        Logo Universitas Ummul qura tempat Kang Said belajar di Saudi arabia dengan bea siswa dari sana



                      Mahasiswi di universitas Ummul Quro Mekkah 


                        Universitas Ummul quro dari luar 
                       Halaman Universitas Ummul quro Mekkah 



 
                               Di halaman  Kampus Jamiah 


 
        Gedung untuk belajar di Universitas Ummul quro Mekkah 

                                 Ruang untuk pendidikan seni 

 
                         Ruang untuk pengumuman 


 
                              Ruang pelayanan sosial 



   
             Ruang baca dan perpustakaan Universitas Ummul quro Mekkah 


 
                  Lorong – jalan di Universitas Ummul quro Mekkah 


 
Tempat cuci muka di muka Toelet Universitas Ummul quro Mekkah 



 
                     Musholla Universitas Ummul quro Mekkah 

 
                 Tempat istirohat Universitas Ummul quro Mekkah 

 
                      Aula Universitas Ummul quro Mekkah 


                        Aula Universitas Ummul quro Mekkah 

                 
                      Universitas Ummul quro Mekkah 





Artikel Terkait

1 komentar:

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan