Kamis, Desember 22, 2016

Kajian hadis siksa kubur ke 17

Kajian hadis siksa kubur ke 17
Bpk Hanif menulis  sbb:
. =
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنَّمَا كَانَتْ يَهُودِيَّةٌ مَاتَتْ فَسَمِعَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْكُونَ عَلَيْهَا قَالَ إِنَّ أَهْلَهَا يَبْكُونَ عَلَيْهَا وَإِنَّهَا تُعَذَّبُ فِي قَبْرِهَا



1306-1618. Dari Aisyah, dia berkata, "Ada seorang wanita yahudi meninggal dunia lalu Nabi SAW mendengar orang-orang menangisinya, beliau pun bersabda, 'Sesungguhnya mereka menangisinya, dan sesungguhnya mayit itu akan disiksa di dalam kuburnya,'" Shahih: Muttafaq Alaih.                       
[1:12 PM, 12/16/2016] Hanif: Dinukil dari kitab Sunan Ibnu majah. Mohon tanggapannya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
إِنَّمَا كَانَتْ يَهُودِيَّةٌ مَاتَتْ فَسَمِعَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْكُونَ عَلَيْهَا قَالَ إِنَّ أَهْلَهَا يَبْكُونَ عَلَيْهَا وَإِنَّهَا تُعَذَّبُ فِي قَبْرِهَا
(IBNUMAJAH - 1584) : Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Ammar berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Amru dari Ibnu Abu Mulaikah dari 'Aisyah ia berkata, "Seorang wanita Yahudi mati, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendengar mereka menangisinya, beliau lalu bersabda: "Keluarganya menangisinya, sementara ia disiksa dalam kuburnya. "


Komentarku ( Mahrus ali ) :
سنن ابن ماجه (1/ 508)
حكم الألباني]
صحيح
Hadis  tsb di sahihkan oleh al albani.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Di sahihkan oleh al albani atau lainnya, hakikatnya hadis tsb  dr seorang perawi bernama Ibn Abi Mulaikah bukan perawi lain. Dan tdk ada perawi Madinah yg mengkisahkannya. Dan sanadnya pun masih  idhthirab – kacau  bukan sanad  yg di sepakati tapi  banyak hilap didalamnya. Bgt jg lafadh dan makna hadisnya yg kacau belau.
Identitas Ibnu Mulaikah
أبو بكر عبد الله بن عبيد الله بن أبي مليكة التيميّ (المتوفي سنة 117 هـ) تابعي، وأحد رواة الحديث النبوي، وقاضي الطائف في خلافة عبد الله بن الزبير.

  ــ  عبد الله بن عبيد الله بن أبى مليكة : زهير بن عبد الله بن جدعان القرشى التيمى ، أبو بكر و يقال أبو محمد المكى الأحول

ـالمولد  :
الطبقة : 3  : من الوسطى من التابعين
الوفاة : 117 هـ
روى له : خ م د ت س ق
مرتبته عند ابن حجر : ثقة فقيه
مرتبته عند الذهبـي : لم يذكرها

Ibn Abi Mulaikah adalah orang Makkah yg menjadi qadhi di Taif , bukan penduduk Madinah. Perawi tunggal sedemikian , apalagi bukan penduduk Medinah. Dan penduduk Medinah tdk phm hadis itu. Ini menurut pelajaran yg lalu  tanda kelemahan hadis.
Pd era seratus ke atas setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   wafat , hadis itu masih di ketahui  Ibnu Mulaikah  seorang bukan orang lain. Mayoritas sahabat dan tabiin sampai mati tdk kenal hadis itu. Jad kisah itu mungkar  sekali.
Syaikh Muhammad Hasan Abd Ghaffar menyatakan :
تعريف الحديث المنكر
تطلق النكارة عند المتقدمين على التفرد حتى ولو كان من الثقات، وأحمد كان يرى انفراد الثقة نكارة، وكان بعض المتقدمين يرى الانفراد من الضعيف نكارة.
http://audio.islamweb.net/audio/Fulltxt.php?audioid=179908
Devinisi hadis munkar .
Istilah hadis  munkar menurut pakar hadis  dulu  bisa di katakana kpd hadis  yg di riwayatkan oleh perawi  tunggal sekalipun  dia  termasuk perawi tsiqah ( terpercaya )
Imam Ahmad jg berpandangan  sedemikian. Sebagian kalangan ahali hadis  dulu berpandangan  hadis munkar  itu dr  perawi  lemah yg tunggal

Sanadnya jg kacau belau .
مسند أحمد ط الرسالة (41/ 523)
1) حديث صحيح، وهذا إسناد اختلف فيه على ابن أبي مليكة: وهو عبد الله بن عبيد الله.
فرواه عبد الجبار بن الورد عنه، واختلف عليه كذلك:
فرواه وكيع - كما في هذه الرواية - عنه، عن ابن أبي مليكة، عن عائشة، بهذا اللفظ.
ورواه سليمان بن منصور البلخي - كما عند النسائي في "المجتبى" 4 / 18 - 19 - عنه، عن ابن أبي مليكة، عن ابن عباس، عن عائشة مطولاً، وفيه: "إن الله ليزيد الكافر عذاباً ببكاء أهله عليه". فزاد في الإسناد ابن عباس، وخالف في سياق متنه.
Intinya redaksinya  beda, yaitu :

إن الله ليزيد الكافر عذاباً ببكاء أهله عليه
Sedungguhnya  Allah menambahi siksaan orang kafir karena tangisan keluarganya.
Sanadnya di tambahi nama Ibnu Abbas  antara Ibn Mulaikah  dan  Aisyah.

وأخرجه الطيالسي (1505) عن نافع بن عمر الجمحي، ورباح بن أبي معروف، كلاهما عن ابن أبي مليكة، عن عائشة، به. لم يذكر ابن عباس في الإسناد، ولفظه: "إن الكافر يزداد عذاباً ببكاء أهله عليه".
Intinya : Dlm riwayat Thoyalisi nama Ibnu Abbas  di hilangkan. Pd hal di riwayat Nasai  tadi  ada nama Ibn Abbas. Ini namanya kacau sanad.
Redaksi hadisnya beda  jg  sbb:
إن الكافر يزداد عذاباً ببكاء أهله عليه
Sesungguhnya siksaan orang kafir bertambah karena tangisan keluarganya.
ورواه سفيان بن عيينة، واختلف عليه فيه:
فرواه عبد الرحمن بن بشر - كما عند مسلم (929) - وعبد الجبار بن العلاء - كما عند النسائي في "المجتبى" 4 / 18 - كلاهما عن سفيان بن عيينة عن عمرو بن دينار، عن ابن أبي مليكة، عن ابن عباس، عن عائشة مطولاً، وفيه: "إن الله يزيد الكافر عذاباً ببكاء أهله عليه".
وخالفهما هشام بن عمار - كما عند ابن ماجه (1595) ، فرواه عن سفيان ابن عيينة، عن عمرو بن دينار، عن ابن أبي مليكة، عن عائشة، بلفظ: إنما كانت يهودية ماتت، فسمعهم النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يبكون عليها، قال: "فإن أهلها يبكون عليها، وإنها تعذب في قبرها".
Intinya : Sesungguhnya keluarganya menangis , dan mayat  itu tersiksa di kuburannya.

Redaksi  yg beda  sbb:

إِنَّ اْلكَافِرَ يَزْدَادُ عَذَاباً بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْه
إِنَّ اللهَ لَيَزِيْدُ اْلكَافِرَ عَذَاباً بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ
فَإِنَّ أَهْلَهَا يَبْكُوْنَ عَلَيْهَا، وَإِنَّهَا تُعَذَّبُ فِي قَبْرِها".
Lihat ketiga redaksi hadis  jls beda,baik lafadh atau maknanya tdk sama .
Doktor Shubhi Shalih berkata:
–          والحديث الذي في متنه النص التالي إنهم يبكون عليها وإنها تعذب في قبرها) ورغم تسليط الإضاءة عليه ورغم اختلاف الجني من يهودي إلى يهودية فإنما هو إدراج ساقط – وهو بحث يتعلق بعذاب القبر.
http://alharah2.net/alharah/showthread.php?t=43129&page=8

Intinya : Redaksi hadis ”  Sesungguhnya mereka menangisi mayat wanita itu dan sesungguhnya ia tersiksa dikuburannya. ………………… Redaksi ini  sisipan yg keliru.

Sebagian hadis menyatakan mayat itu wanita yahudi dan sebagian lg menyatakan  bukan wanita tp lelaki. Trus mn yg benar dan mn yg salah. Sulit di tentukan. Jd masih kabur atas kebenarannya.
 سنن أبي داود ت الأرنؤوط (5/ 47)
إنما مَرَّ النبيُّ - صلَّى الله عليه وسلم - على قبر فقال: "إن صاحبَ هذا ليُعَذَّبُ وأهلُه يبكون عليه" ثم قرأت: {وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى} [الإسراء:15]. قال عن أبي معاوية: على قبرِ يهوديٍّ (1).
Jd hadis tsb kacau matannya  , tdk singkron. Sulit ditentukan mn yg sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   dan mn yg tdk.
Bila salah satunya di katakan  sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  , mk  bisa di tanya  lg atas dasar apa anda menyatakan sedemikian.
Bila dibenarkan semua, mk tdk mungkin karena  redaksi yg beda itu.
Jd masih kabur , mn yg benar  dan mn yg salah. Sulit ditentukan atau dibedakan antara  sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   dan perkataan perawi. Hal sedemikian menurut pakar ahli hadis  sbg tanda lemah.
وَذُو اخْتِلاَفِ سَنَدٍ أَوْ مَتْنٍ    مُضْطَرِبٌ عِنْدَ أُهَيْلِ اْلفَنِ
      Kekacauan sanad atau redaksi termasuk mudhtharib menurut ahli mustholah hadis.
Bila hadis tsb di paksakan  untuk disahihkan, mk akan menyalahi pakem musthalah hadis yg menyatakan sanad dan matan hadis yg kacau adalah menunjukkan hadis tsb lemah.Bgmn bisa di sahihkan, mn dasarnya.
Bla di sahihkan, mk  akan bertentangan dg ayat  51-53 yg menyatakan mayat tidur dan tdk disiksa.
Bila  disiksa , mk mayat ber arti punya roh, di hidupkan lg dan ini menyalahi ayat
قَالُوا رَبنَا أمتنَا اثْنَتَيْنِ وأحييتنا اثْنَتَيْنِasa
 11 )   Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula). Ghafir 11.
Hidup  itu hanya dua kali, bukan tiga kali atau lebih.  Hidup  didunia  dan kelak  ketika  dibangkitkan akan masuk surga atau Neraka. Jadi bila  di kuburan  manusia dihidupkan untuk di tanya mk  hidupnya  tiga kali  dan ini nyalahi ayat itu.
Mayat itu disiksa tanpa dihidupkan lg mk tidak terasa. Mayat disiksa tidak terasa sakit  di beri nikmat makanan atau istri jg tdk terasa nikmat. Bila dihidupkan, nyalahi ayat:
أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
( 21 )   (Berhala-berhala itu atau mayat  - mayat  yg di mintai ) mati tidak hidup, dan mereka  tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.
Boleh di artikan dan mayat – mayat yg dimintai  tdk mengerti kapan di bangkitkan.
Dlm ayat  16 al mukminun itu diterangkan dg gamblang bahwa  pd hari kiamat mayat  di bangkitkan, rohnya  di kembalikan, bukan dikuburan.
Mayat tdk ngerti kpn mereka dibangkitkan.
Anehnya kita ini yakin bahwa mereka itu hidup. Bukan mati. Kepercayaan  kita spt ini landasannya hanya kebodohan.
Aneh mayat disiksa pd hal blm dihisap, blm di timbang amal perbuatannya  mn  yg lebh berat , kebaikan atau keburukannya.




Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan