Rabu, September 30, 2015

Semoga Allah melindungi saudara2 kita warga daulah Islamiyah


Inbox dari Agantgr
Semoga Allah melindungi saudara2 kita warga daulah & memenangkan para mujahid daulah

https://twitter.com/jihadi62A/status/649405799316369408

Dalam 1 jam amerika melakukan 4 serangan udara, perancis juga 4, rusia juga 4. Jadi dlm 1 jam ada 12 serangan udara dari koalisi salibis

SURAT TERBUKA UNTUK KEJAKSAAN AGUNG & KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA

.
Oleh: Maaher At-Thuwailibi.
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Indonesia adalah tempat para pemeluk agama yang cinta damai, yang bisa saling menghargai antar agama dan antar madzhab. Mayoritas penduduk Indonesia adalah warga muslim Sunni yang selama ini sangat toleran kepada madzhab dan penganut agama lain.
Kami mohon maaf, bila dengan terpaksa membuat surat terbuka ini sebagai petisi kecil untuk pemerintah RI yang sangat kami hormati. Berhubung waktu sudah mepet dan langkah yang kami tempuh tampaknya sulit, maka izinkan kami melayangkan surat terbuka ini untuk pemerintah republik indonesia sebagai upaya amar makruf nahi munkar demi menjaga persatuan dan kesejahteraan bangsa indinesia.
Sebelum kami menyampaikan petisi dari Saudara kami Bpk.Abu Muhammad Al-Jawi yang di buat dan di peruntukkan Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI, dengan merasa sangat terpaksa kami ingin menyampaikan sejumlah fakta yang sempat mewarnai negeri ini, terkait sekte sesat yang datang dari Iran.
Sejarah telah mengukir berbagai peristiwa berdarah yang membanjiri bangsa indonesia yang di lakukan oleh sekte dari Iran yang di sebut SYI'AH.
Dimulai dari:
1. Pengeboman yang dilakukan gembong Syi'ah terhadap candi borobudur, peninggalan sejarah nusantara, pada tahun 1985.
http://www.nahimunkar.com/syiah-dan-rangkaian-kasus-peleda…/
2. Provokasi dan bentrokan yang dilakukan Syi'ah di ternate sehingga mengalirkan darah kaum muslimin.
3. Pembantaian yang dilakukan terhadap ummat Islam NU di sampang yang mempertahankan agamanya atas penodaan yang dilakukan orang Syi'ah bernama Tajul Muluk.
4. Pembunuhan orang Syi'ah di puger jember terhadap warga NU bernama Pak Eko, kemudian ustad NU bernama Ustadz Fauzi di bacok oleh oknum Syi'ah di jatim.
5. Ancaman pembunuhan terhadap Ulama aswaja NU di madura, Habib Muhdhor Al-Hamid. Habib Muhdhor Al-Hamid hampir di bacok oleh Syi'ah namun berhasil di selamatkan oleh Allah.
6. Provokasi terselubung Syi'ah menciptakan konflik berdarah antar sesama ummat islam di batam dengan mengkambing hitamkan Radio Hang dan memfitnah Front Pembela Islam (FPI).
Dan konspirasi terselubung Syi'ah di batam dengan mengatasnamakan FPI bisa anda baca pada link berikut ini:
http://islamic-media-indonesia.blogspot.com/…/selamatkan-ra…
7. Pembantaian 30 orang Syi'ah pimpinan Habib Ibrahim terhadap majelis dzikir Az-Zikra sentul, bogor, binaan KH.Muhammad Arifin Ilham . Seorang warga Az-Zikra bernama Pak Faisal di culik dan di siksa beramai-ramai.
8. Provokasi Syi'ah di masjid raya bogor menciptakan konflik antar sesama ummat Islam dengan menjadikan Idahram alias Marhadi sebagai alat propaganda.
Dan berita konkritnya bisa anda baca pada link berikut ini:
http://www.gensyiah.com/bikin-kekacauan-di-masjid-raya-bogo…
Dan silahkan simak penjelasan saya pada link youtube berikut ini:
http://m.youtube.com/watch?v=QmW2X4Me6f0
Sehubungan dengan itu semua, pada tanggal 2-4 Oktober 2015 ini, di kabarkan akan ada Tokoh Syiah Ekstrem dari Australia bernama Syaikh M.Tawhidi yang akan mengisi acara Eidul Ghadir (hari raya sekte Syiah) di Jakarta dan bogor.
Sayangnya M Tawhidi ini menghina negeri ini dengan menyebut nama negeri ini sebagai INDONESHIA, bukan Indonesia. (Kata dia: They all spelt it wrong. Since I'm coming, its IndoneShia not Indonesia. Get it right please.)
Ini adalah penghinaan yang tidak bisa diterima, karena nama negeri ini sejak didirikan, dan yang tertera dalam konstitusi kita adalah Indonesia, BUKAN Indoneshia, yang seolah negeri ini adalah negeri Shia ( Syi'ah). Hal ini juga sekaligus membuat luka bagi bangsa Indonesia, khususnya mayoritas ummat Islam Indonesia yang notebene adalah Ahlus Sunnah (Sunni). Bahkan secara politik, itu mengandung unsur revolusioner yang sangat tendensius.
Selain itu M.Tawhidi ini dalam serial tweetnya membuktikan bahwa dia adalah penghina para sahabat dan istri Nabi, dimana sahabat dan istri Nabi di Indonesia adalah tokoh yang amat dihormati dan disegani. Sehingga kedatangan M Tawhidi ini dikuatirkan akan menimbulkan konflik horizontal seperti yang terjadi di Suriah atau Iraq.
Catatan: Pada saat petisi ini dibuat, tulisan dia yang di tweeter sudah dihapus, tapi kami masih menyimpan screenshotnya di
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1689218934655860&set=a.1456682434576179.1073741828.100007033081538&type=3&theater&notif_t=like
Beberapa screenshot penghinaan beliau kepada orang-orang yang dihormati dan disegani oleh mayoritas masyarakat muslim Indonesia ada di:
https://www.facebook.com/Abu.Muhammad.AlJawy/media_set…
Dalam hal ini kami meminta kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia untuk mencekal kedatangan M Tawhidi ini ke Indonesia (kalau ia benar-benar akan datang), sekaligus mencari pihak pengundang dan meminta pertanggungjawaban mereka.
Kami masyarakat Indonesia hanya ingin Indonesia selalu damai, tidak ada konflik yang diimpor ke negeri ini. Kami tidak ingin Indonesia mengikuti nasib Suriah ataupun Iraq yang hancur negerinya karena menjadi tempat perang akibat provokasi dari pihak-pihak yang mengancam kedamaian di negeri ini.
Lampiran:
Tweeter M Tawhidi: https://twitter.com/Tawhidicom
Facebook M Tawhidi: https://www.facebook.com/Tawhidiofficial/timeline
Demikian petisi ini dibuat oleh saudara kami, Bpk.Abu Muhammad Al-Jawi.
Atas segala kekurangan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya , dan atas segala perhatian, kami ucapkan ribuan terimakasih.
Semoga indonesia damai tanpa Syi'ah.
Aamiin..
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Fase Syi’ah di Indonesia saat ini Fase Revolusi dan Makar?


 

Azzam asadullah menulis :

Fase Syi’ah di Indonesia saat ini Fase Revolusi dan Makar?
PENTING!! SILAHKAN DI BACA YA IKHWAN.
Dalam suatu perbincangan hangat dengan seorang
ustadz...
"anta tau masalah yang sangat urgent di indonesia untuk
saat ini?"
"apa itu ustadz?"
"tentang masalah syi'ah yaa akhi..."
"kenapa dengan syi'ah yaa ustadz? apa karena pada mau
berbondong-bondong masuk parlemen?"
"itu salah satunya akhi, kalau ana bertanya ke anta,
mungkin tidak indonesia akan menjadi seperti lebanon atau
suriah?"
"wallahu 'alam ustadz, semoga tidak terjadi..."
"na'am kita semua pasti berharap demikian, namun kita
juga perlu sebuah persiapan..."
"persiapan untuk apa ustadz?"
"persiapan perang akhir zaman akhi, banyak ulama yang
sudah menyebutkan bahwa masa sekarang sudah
memasuki masa akhir zaman yang ditandai dengan perang
di suriah... Musuh-musuh Allah sedang mempersiapkan
untuk masa sekarang. Kita juga harus bersiap diri untuk hal
ini."
"Lalu hubungannya dengan syi'ah Indonesia apa ustadz?"
"Seorang syaikh ketika di Lipia pernah ditanya, 'yaa syaikh
menurut anda syi'ah di indonesia sudah masuk tahap ke
berapa?' Beliau menjawab, 'sudah sejak lama ana amati
bahwa syi'ah di negeri ini sudah masuk fase ke lima.' Anta
tau maksudnya ini?"
"Tidak yaa ustadz, maksud dari fase-fase itu apa?"
"Revolusi syi'ah di seluruh dunia terbagi dalam 5 tahapan
dengan target 50 tahun. Jadi setiap fase atau tahapan
memiliki jangka waktu 10 tahun. Fase-fase itu terbagi
menjadi:
1. Fase pengenalan.
2. Fase mediasi dan sosialisai.
3. Fase dakwah.
4. Fase pengkaderan.
5. Fase revolusi atau makar."
"Berarti maksudnya syi'ah di indonesia ini saat ini sudah
memasuki fase revolusi atau perebutan pemerintahan yaa
ustadz?"
"Na'am, mereka saat ini berbondong-bondong masuk ke
parlemen bukanlah suatu kebetulan belaka. namun inilah
sistemasi mereka yang mengharuskan mereka untuk saat
ini masuk ke pemerintahan... Mereka sangat terorganisir
yaa akhi. Mereka ini sangat halus dalam pergerakannya,
makanya mereka menamakan pergerakan mereka dengan
nama REVOLUSI. Seakan-akan mereka tidak ada
pergerakan, NAMUN NANTINYA DALAM SATU HARI
MEREKA AKAN MENGUBAH NEGERI INI MENJADI NEGERI
SYI'AH. Dan itulah yang terjadi di Lebanon dan Suriah."
"Kalau boleh tau, apa yang terjadi di Lebanon yaa ustadz?"
"Mereka memasukkan kader-kader mereka ke parlemen
terlebih dahulu. Dan suatu saat presiden yang kristen itu
dibunuh. Lalu parlemen menentukan kepala pemerintahan,
ketika orang-orang di parlemen adalah syi'ah, maka sudah
dipastikan mereka akan memilih kepala pemerintahan yang
syi'ah pula. Maka dari itu sekarang Lebanon lebih dikenal
sebagai negara syi'ah."
"Lalu bagaimana dengan Indonesia yaa ustadz?"
"Indonesia pun menjadi ladang empuk bagi mereka, negara
pluralis itu adalah sasaran yang empuk untuk mereka
jadikan sebagai negara kekuasaan mereka. Dan kita tidak
bisa pungkiri bahwa sejak tahun 1986 sudah ada da'i syi'ah
yang menyebarkan agama mereka. Kalau anta pernah
mendengar nama Agus Abu Bakar Al Habsyi yang sekarang
menjadi penasehat SBY di Partai Demokrat, di tahun 1986
dia itu sudah pernah berdebat dengan Ustadz Abdul Hakim
Abdat dan Ustadz Yazid Jawwas. Ini yang menceritakan
ustadz hakim sendiri... Bahkan diakhir debat itu, dia tetap
kekeuh dengan aqidah syi'ahnya dan berujar kepada
Ustadz Abdul Hakim dan Ustadz Yazid dengan nada
mengancam, 'KALIAN LIHAT SAJA APA YANG AKAN
TERJADI DENGAN NEGERI INI DAN APA YANG AKAN KAMI
PERBUAT KEPADA KALIAN...'.
Anta tau yang dia maksud dengan perkataan "kalian" disini
itu siapa?"
"Siapa yaa ustadz?"
Dia sejak tahun 1986 sudah
menjadi da'i syi'ah. Dan sekarang bercokol serta menjadi
penasehat di pemerintahan... Belum lagi pergerakan-
pergerakan dari tokoh syi'ah yang lain seperti Jalaluddin
Rakhmat dan istrinya Emilia Renita.
Kita juga patut mewaspadai mereka, yang rojul itu lulusan
komunikasi. Bisa dipastikan dia pandai dalam beretorika.
Dan itupun sunnatulloh bahwa kaum kufar itu pandai dalam
bersya'ir dan berkalam... Makanya dia terjun ke ranah
politik.
Sedangkan yang hareem bisa dilihat bahwa dia pandai
bermain watak, tak khayal dia ditempatkan dalam ranah
dakwah untuk menarik simpatisan dari orang awam,
sekuleris, bahkan nashoro..."
"Apa lagi yang antum ketahui tentang pergerakan syi'ah,
ustadz?"
"Seorang perwira tinggi TNI yang notabene juga thalib
ustadz yazid pernah memaparkan kepada ustadz yazid
bahwa intel kepunyaannya berhasil menemukan rekap-
rekap data yang menerangkan tentang aktifitas pendirian
negara di dalam negara indonesia ini. dan itu semua
bermula dari lembaga ICC di Jakarta. Bagaimana syabab
(pemuda) syi'ah Indonesia dikirim ke lebanon untuk
melakukan latihan militer, bagaimana da'i-da'i syi'ah tiap
bulan mengunjungi kedubes iran untuk menerima gaji dan
mandat perintah selanjutnya tentang misi syi'ahisasi ini,
bagaimana orang-orang penting pemerintahan dan juga
petinggi-petinggi ormas islam diajak berkunjung ke iran,
bagaimana sistemasi beasiswa untuk pemuda-pemuda
indonesia di iran, bagaimana cara mereka masuk
pemerintahan. INI SUDAH SANGAT GAMBLANG TENTANG
PERGERAKAN MEREKA MELAKUKAN MAKAR DI NEGERI
INI.
Tapi inilah konyolnya negeri ini, mereka yang ada di
parlemen dan pemerintahan serta media-media seakan
tutup mata akan kegiatan mereka. Seakan-akan ada yang
mencegah agar berita ini tidak terblow up hingga
meresahkan warga. MEREKA INI SANGAT TERORGANISIR
DAN SENYAP..."
"Lalu apa yang harus kita lakukan ustadz? perlukah kita
ikut dalam pemilu raya kelak?"
"Wallohu 'alam, untuk masalah ini silahkan anta bertanya
kepada ustadz hakim, ustadz yazid, atau ustadz-ustadz
yang lain. Karena menurut ana ini masalah yang sangat
pelik, dan hal tersebut sudah berlangsung dan menjadi
suatu kegagalan di aljazair, libya dan negara lainnya.
Kita juga tidak mengetahui satu persatu kebersihan partai
tersebut, ada yang membuat iklan bahwa negeri indonesia
ini tidak seperti di suriah dan asia selatan...
YAA ALLAH YAA KARIIM...
TIDAK INGATKAH KITA, BERAPA RATUS TAHUN KAUM
MUSLIMIN ANDALUSIA MENJAGA DAN MENYAMANKAN
KEHIDUPAN NASHORO DISANA? KURANG LEBIH 800
TAHUN NASHORO DIJAGA OLEH KAUM MUSLIMIN,
NAMUN DALAM SEHARI KAUM MUSLIMIN DIUSIR DARI
ANDALUSIA.
TIDAK INGATKAH KITA BAHWA ALLAH SENDIRI YANG
MENASEHATI KITA BAHWA SESUNGGUHNYA YAHUDI DAN
NASHORO TIDAK AKAN PERNAH RIDHO KEPADA KITA.
LALU KENAPA PLURALISME MASIH DIJADIKAN SEBAGAI
KEBANGGAAN?
HARUSNYA PARTAI-PARTAI YANG MENGATASNAMAKAN
ISLAM DAN BERKORIDOR DAKWAH MEMBUKA MATA, APA
YANG KALIAN INGINKAN DENGAN MENGGANDENG
NASHORO?
APA YANG KALIAN JADIKAN VISI PERGERAKAN KALIAN?
KEKUASAAN?
SADARKAH KALIAN BAHWA INDONESIA SEDANG DIOLAH
UNTUK DIJADIKAN MEDAN PERTEMPURAN LAYAKNYA DI
SURIAH?
Kalau dari ana pribadi, mari kita tegakkan visi dakwah kita,
yaitu DAKWAH TAUHID. KITA DAKWAHKAN TAUHID
KEPADA ORANG-ORANG YANG KITA KENAL, YANG DEKAT
DENGAN KITA DAN KITA SAYANGI. KARENA SEBENARNYA
DENGAN MANDAKWAHKAN TAUHID, KITA INI SEDANG
MENOLONG AGAMA ALLAH AZZA WA JALLA.
KITA TIDAK PERLU TAKUT DENGAN ANCAMAN MEREKA,
KITA TIDAK PERLU TAKUT TERHADAP SEPAK TERJANG
MEREKA. TOH AJARAN AGAMA KITA TIDAK PERNAH
MENGAJARKAN KEPADA KITA UNTUK BERMAKSIAT
KEPADA ALLAH YANG MEMBUAT TUBUH KITA INI
MENJADI LEMAH, SEMISAL ZINA YANG DAPAT
MELEMAHKAN FISIK KITA DAN NYANYI-NYANYIAN YANG
DAPAT MELEMAHKAN HATI KITA.
SELAMA KITA TIDAK BERMAKSIAT KEPADA ALLAH, INSYA
ALLAH PERTOLONGAN ALLAH AKAN DATANG KEPADA
KITA. APALAGI KETIKA AQIDAH KITA JUGA KUAT DAN
KITA MENDAKWAHKANNYA PULA...
INSYA ALLAH... INSYA ALLAHU TA'ALA ALLAH AKAN
MENOLONG KITA.
TAK INGATKAH KITA SIAPA YANG MENOLONG IMAM
AHMAD IBN HANBAL DENGAN AQIDAHNYA YANG KUAT
MELAWAN MU'TAZILAH? KETIKA HAMPIR SELURUH
'ULAMA BERSEMBUNYI DALAM KEBOHONGAN DAN
MENGAKUI AL QUR'AN ADALAH MAKHLUQ...
ALLAH LAH YANG MENOLONG BELIAU. ALLAH LAH YANG
MENUNJUKKAN KEBENARAN.
MUDAH BAGI ALLAH, MUDAH BAGI ALLAH
MEMBENAMKAM SUATU KAUM, MUDAH BAGI ALLAH
MENENGGELAMKAN ORANG-ORANG YANG MENGINGKARI
DAN MEMUSUHINYA. MUDAH BAGI ALLAH
MEMBALIKKAN BUMI INI.
MUDAH... SANGATLAH MUDAH.
AMALKANLAH DAN AJARKANLAH AQIDAH YANG BENAR
DAN JANGANLAH KITA BERMAKSIAT KEPADA ALLAH.
INSYA ALLAH SETIAP DO'A KITA UNTUK KESELAMATAN
KAUM MUSLIMIN AKAN DIIJABAH OLEH ALLAH.
DAN UNTUK UPAYA PERLINDUNGAN SERTA
PERLAWANAN, LATIHLAH DIRI ANTA DENGAN JASADIYAH
DAN RIYADHOH YANG SESUAI DENGAN SUNNAH
ROSULULLOH 'ALAIHI SHOLATU WASALLAM SEPERTI
BERENANG, MEMANAH DAN BERKUDA.
KARENA INSYA ALLAH MENGAMALKAN SUNNAH
RASULULLAH TIDAK AKAN MENJADI SEBUAH KESIA-
SIAAN UNTUK DIRI KITA.
DAN ENTAH TAQDIR APA YANG TERJADI KEPADA DIRI
KITA APABILA SYI'AH MENGUASAI NEGERI INI NAMUN
YANG PERLU KITA INGAT ADALAH SETIAP TETES DARAH
KAUM MUSLIMIN YANG TUMPAH UNTUK MEMBELA
AGAMANYA AKAN BERNILAI PAHALA
KITA TIDAK PERLU TAKUT DAN NGERI MELIHAT ORANG-
ORANG SURIAH DISEMBELIH, DIBOM, WANITA DIPERKOSA
DAN DIHINAKAN.
KARENA MEMANG MUDHOROT SEPERTI ITULAH YANG
AKAN DIDAPATKAN APABILA MEREKA MENGUASAI
NEGERI INI.
LAWAN DAN LAWANLAH TERUS WALAU DARAH KITA
TERUS MENGUCUR.
INSYA ALLAH ITU PAHALA UNTUK KITA.
MARI PERSIAPKAN DIRI MULAI SEKARANG."
DAN JIKA PINTU JIHAD TELAH TERBUKA, MAKA HANYA
DUA PILIHAN BAGI KITA, MENANG ATAU MATI SYAHID.

PKI dulu pernah serang Ponpes Gontor


 Raehanul Bahraen menulis :

Sejarah komunis jangan sampai terulang lagi, kalau sampai di bahas di forum seperti ILC "pemerintah minta maaf" berarti memang sudah muncul kembali aktifisnya di Indonesia
untuk generasi muda sebaiknya tahu bahaya PKI
__________________________
Barang kali belum baca tulisan Ust. Oki berikut ini:

Saya masih menyimpan cerita itu dari ayah dan Budhe saya. Hari itu Gontor tegang. Semua santri diliburkan. Para Guru bersiaga, sedang para santri banyak yang terdiam, tidak tahu apa yang harus dilakukan...
Kabar yang mndebarkan itu akhirnya sampai juga. Partai Komunis Indonesia sudah mencapai Jabung (barat Gontor) . Tinggal menunggu jam saja maka mereka akan tiba di Gontor. KH Imam Zarkasyi dan KH Ahmad Sahal di bantu kakak Tertua beliau berdua, KH Rahmat Soekarto tengah berembug, bagaimana menyelamatkan para santri dan Pondok. Beliau tidak peduli nasib mereka sendiri, yang beliau-beliau fikirkan nasib para santri. Bagaimana agar mereka selamat, diungsikan kemana, bagaimana setelah itu...Terjadilah percakapan dibawah ini (seperti yang diceritakan Budhe saya) :
"WIs Pak Sahal, penjenengan ae sing Budhal ngungsi karo santri. PKI kuwi sing dingerteni Kyai Gontor yo panjengan. Aku tak jogo Pondok wae, ora-ora lek dkenali PKI aku iki...(Sudah Pak Sahal, antum saja yang berangkat mengungsi dengan para santri.Yang diketahui Kyai Gontor itu ya antum. Biar saya yang menjaga Pesantren, tidak akan dikenali saya ini..." Kata KH Imam Zarkasyi
Kemudian Pak Sahal menjawab :
"Ora..dudu aku sing kudu ngungsi..Tapi kowe Zar, kowe isih enom, ilmu-mu luwih akeh, bakale pondok iki mbutuhne kowe timbangane aku. Aku wis tuwo, wis tak ladenani PKI kuwi..Ayo pak Zar, njajal awak mendahno lek mati..." (Tidak, bukan saya yang harus mengungsi, tapi kamu Zar (karena KH Imam Zarkasyi adalah adik kandung beliau). Kamu lebih muda, ilmumu lebih banyak, pesantren ini lebih membutuhkan kamu daripada saya. Saya sudah tua, biar saya hadapi PKI-PKI itu. Ayo pak Zar, mencoba badan, walau sampai mati..."
Kedua Kyai itu berusaha meminta salah satu diantara mereka untuk pergi mengungsi. Sungguh bukan nasib mereka yang difikrikan, tapi nasib para santri. Akhirnya diputuskanlah bahwa beliau berdua pergi mengungsi dengan para santri. Penjagaan pesantren di berikan kepada KH Rahmat Soekarto. Lurah desa Gontor sekaligus Imam Jumatan di Gontor sampai beliau wafat. Menuju ke arah timur, kearah Gua Kusuma (masyarakat lebih mengenalnya dengan Gua Sahal). Jarak yang harus ditempuh beliau berdua dengan para santri bukan terbilang dekat, dengan kondisi jalan yang jauh dari dibilang bagus saat itu. Tapi semangat beliau berdua memang luar biasa...
Akhirnya PKI betul-betul datang. Mereka berteriak-teriak mencari Kyai Gontor...
"Endi kyai-ne?? Endi Kyai-ne?? Kon ngadepi PKI kene..Asu Kabeh...!!"
(Mana Kyainya, Mana Kyainya? Suruh menghadapi PKI sini, Anjing semua..!!)
Mereka mulai merusak pesantren. Gubuk-gubuk asrama santri yang terbuat dari Bambu dirusak. Kasur-kasur dibakar, buku-buku santri dibakar habis. Peci, baju-baju santri yang tidak terbawa di bawa ke pelataran asrama, diinjak-injak dan dibakar. Termasuk beberapa Kitab Suci Al-quran.
Suasana mencekam, PKI berusaha masuk ke Rumah KH Rahmat Soekarto (Pendopo saat ini, sekaligus Rumah TRIMURTI) sambil teriak-teriak tidak jelas...
"Endi lurahe?? Gelem melu PKI po ra?? Lek ra gelem dibeleh sisan neng kene..!!" (Mana Lurahnya? Mau ikut PKI apa tidak? Kalau ndak mau sembelih sekalian disini)
Tapi kuasa Allah, para PKI itu seakan-akan menjumpai dinding kokoh tak terlihat. Mereka saling dorong untuk masuk pendopo tanpa dinding itu, KH Rahmat Soekarto terdiam dalam dzikirnya, memohon keselamatan Gontor dan para santrinya. PKI itu semakin beringas, mereka mengcung-acungkan clurit dan cangkul. Tapi tetap tidak bisa menembus barikade "pagar ghaib" yang ada di Pendopo.
Akhirnya lasykar Hizbullah dan Pasukan Siliwangi datang. Pasukan Pimpinan KH Yusuf Hasyim, itu merangsek dan mengusir PKI dari Gontor. Para PKI itu lari tunggang langgang, karena serbuan itu. Mereka meninggalkan apa yang mereka bawa, dan akhirnya membiarkan Gontor dalam keadan porak poranda....
Sebuah pelajaran berharga...Bahwa Partai Komunis Indonesia adalah musuh yang nyata bagi Umat Islam. Dia bahaya laten, kita tidak boleh lengah sama sekali dan harus terus mewaspadainya...Belajar dari sejarah...Jangan sampai lupa pada sejarah...!


Senin, September 28, 2015

Kota QUM kota bejat


Kerusakan “kota-kota suci” Iran ternyata erat kaitannya
dengan para Mullah (tingkatan ulama Syiah, red). Sebab
hanya para Mullah itulah yang dapat masuk ke pusat-pusat
pendidikan yang dikhususkan untuk gadis-gadis, meski
pada dasarnya mengajar di tempat-tempat tersebut
terlarang bagi laki-laki di kota Qum. Begitu juga dengan
pusa-pusat kesehatan, rumah sakit dan tempat-tempat
wisata yang dikhususkan buat wanita, banyak dijumpai
para Mullah berjalan-jalan dengan bebasnya seakan
mereka adalah kelompok orang yang telah dihalalkan atas
semua wanita yang masuk ke tempat-tempat tersebut.
Bahkan kerusakan di kota Qum jauh melebihi kerusakan
kota Teheran yang merupakan kota yang lebih terbuka di
banding Qum.
Angka bunuh diri di kalangan wanitanya dengan jalan
minum racun sangatlah tinggi, dan hal itu disebabkan oleh
beban mental yang banyak dirasakan oleh para wanita dan
gadis-gadis yang tinggal di kota itu sebagai dampak dari
situasi yang telah memaksa mereka dan juga cara-cara
yang diterapkan oleh “syurthatul akhlaqil hamidah”, yaitu
polisi penegak akhlak terpuji di bawah kekuasaan para
Mullah.
Kondisi kejiwaan inilah yang di saat tertentu dapat memicu
tindak kejahatan dari kaum laki-laki Iran untuk melakukan
penculikan dan pemerkosaan, bahkan tak jarang berakhir
dengan dibunuhnya sang korban karena takut dilaporkan.
Dan sebagian wanita dan gadis korban perkosaan pun tak
jarang yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri
karena malu dengan apa yang menimpanya.
Nyatanya, wanita di kota Qum selalu dalam risiko
penghinaan dan pelecehan seksual, khususnya yang
dilakukan oleh kalangan pelajar agama syiah di Hauzah.
Setiap kali mereka melihat wanita atau gadis yang sedang
berada di jalan, maka buru-buru mereka membuka
percakapan dengannya tentang nikah mut’ah, bahkan
sedikit pun mereka tidak membuka ruang tanya jawab
meski si wanita atau gadis tersebut merasa keberatan. Hal
itu disebabkan apa yang mereka inginkan adalah perkara
yang disyari’atkan dan telah ditegaskan oleh pemerintah, di
samping mut’ah dalam keyakinan mereka adalah
perbuatan terpuji dan telah diwasiatkan oleh para Imam
mereka sebagaimana tertulis dalam kitab-kitab Imam
mereka.
Karena itulah wanita-wanita di Qum harus menanggung
penghinaan dan pelecehan seksual ini dari para Mullah,
pemuda dan juga kaum laki-laki. Mereka hanya mempunyai
dua pilihan; tetap tunduk dengan aturan itu atau hidup
dalam situasi kepahitan jiwa.
Sebagian besar kehidupan rumah tangga di kota Qum juga
mengalami kegagalan, karena kebanyakan dari mereka
hidup dengan tetap menjalani kebiasaan dan mengikuti
adat yang menguasai di kota itu. Adat kebiasaan ini kadang
bertentangan dengan tingkat pengetahuan dan sosial
mereka, dan adat inilah yang sering kali mendorong kaum
laki-laki untuk melakukan mut’ah, sebab mereka
meneladani para Mullah. Dan sebaliknya banyak para istri
yang kemudian membalas perbuatan suaminya dengan
menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Inilah yang
menyebabkan kehidupan rumah tangga mereka berakhir
dengan kegagalan, lalu dilanjutkan dengan perceraian.
Menurut penelitian tentang keadaan sosial di kota Qum,
ternyata angka perceraian di kota itu menduduki peringkat
terbesar kedua di negara Iran.
Seperti diketahui bahwa pengadilan yang khusus
menangani kasus-kasus perdata di Iran dilaksanakan
dengan perantara hakim-hakim yang selalu memotivasi
para wanita dan gadis untuk melakukan perceraian, dan
segera setelah perceraian itu mereka dipindahkan ke
Yayasan-yayasan sosial dengan dalih menolong mereka
agar cepat mendapatkan pekerjaan. Namun pada
kenyataannya mereka terjebak dalam perangkap para
Mullah untuk dijadikan budak dengan alasan mut’ah.
Yayasan Az-Zahra termasuk Yayasan paling terkenal yang
menjadi tempat tinggal para janda dan tempat bersenang-
senangnya para Mullah dan para pelajar agama di Hauzah
yang sangat menginginkan berbuat mesum atas nama
mut’ah.
Sampai ada hal yang sangat sulit dipercaya, dikatakan ada
data yang tidak resmi menegaskan bahwa kota Qum telah
mencatat angka tertinggi dalam masalah aborsi dengan
cara yang tidak diatur oleh undang-undang, sehingga amat
mustahil bila dalam sehari tidak ditemukan janin-janin
yang telah dibuang di tempat-tempat sampah atau selokan
air.
Kerusakan kota Qum tidak hanya itu. Kerusakan-serusakan
lain juga telah mencatat angka yang sangat tinggi seperti
pertikaian dan perkelahian antar kelompok dan perorangan
yang menyebabkan menumpuknya korban luka-luka di
rumah sakit Nakui di Qum setiap harinya. Salah satu
kawasan yang sering jadi tempat terjadinya perkelahian
adalah di jalan Bajik.
Kota Qum juga mencatat angka tertinggi kedua penderita
AIDS. Demikian juga dengan angka pecandu kokain jenis
“crack”, tercatat bahwa satu dari tiga orang di kota Qum
adalah pecandu opium.
Kota Qum juga tercatat sebagai kota yang paling banyak
menggunakan minuman keras oplosan. Ini jenis miras yang
mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan
kematian atau hilangnya penglihatan, sebagaimana pernah
terjadi dalam peristiwa peringatan “Iedun Nairuz”.
Sedang kondisi mata pencaharian masyarakat dan tingkat
kemiskinan di kota Qum juga sangat memprihatinkan.
Angka kemiskinan dan kelaparan di kota ini sukar bisa
dipercaya. Tapi nyatanya banyak masyarakat di kota ini
yang sulit bahkan sekadar melindungi diri mereka dari
cuaca dingin yang ekstrem atau musim panas yang
menyengat. Makanan mereka sehari-hari adalah roti dan
air, dan agak lebih baik sedikit adalah makaroni. Sering kali
orang tua mereka menyaksikan kematian anak-anaknya di
depan mata mereka karena ketidakmampuan berobat,
bahkan mereka juga tidak memiliki kartu jaminan
kesehatan.
Di antara keluarga-keluarga miskin di kota Qum juga
sangat banyak yang mempekerjakan anak-anak kecil
mereka di pabrik pembuatan batu bata dari malam hingga
siang hari untuk sekadar bertahan hidup.
Pemandangan seperti ini berlangsung di tengah banyaknya
Mullah yang hidup dalam kondisi serba mewah yang
dihasilkan dari kekuasaan mereka atas proyek-proyek
ekonomi dan kepemilikan saham pada banyak perusahaan-
perusahaan besar. Mereka dapatkan bagian itu dari apa
yang dinamakan harta “humus”, yaitu berhak atas 5% dari
harta yang diambil dari para pengikutnya. Harta humus ini
bisa mencapai milyaran Tuman dalam setahunnya
sehingga memungkinkan para Mullah memiliki bangunan-
bangunan istana di kawasan elit seperti Salarie, Amin
Boulvare dan lain-lain, di samping kepemilikan mereka atas
rumah-rumah mewah di kawasan Niavaran, utara Teheran.
Na’udzubillahi min dzalik. Tentu sebagai Muslim kita tidak
rela jika sepetak bumi Pariaman dinodai kebejatan serupa
yang terjadi di kota Qum Iran. Oleh karena itu, kaum
Muslimin, mari kita sadari hakikat kesesatan syiah ini dan
jagalah orang-orang terkasih di sekitar kita agar berkuat-
kuat aqidah, sehingga tidak terjamah setan bernama syiah
laknatullah . Semoga Allah subhanahu wata’ala
membalikkan hati pihak Pemerintah Daerah Kota Pariaman
agar bulat keberpihakan kepada Ahlus Sunnah wal jama’ah
dan menolak rencana program kota kembar tersebut.
Aammiin yaa Robbal ‘aalamiin

Kerusakan “kota-kota suci” Iran ternyata erat kaitannya
dengan para Mullah (tingkatan ulama Syiah, red). Sebab
hanya para Mullah itulah yang dapat masuk ke pusat-pusat
pendidikan yang dikhususkan untuk gadis-gadis, meski
pada dasarnya mengajar di tempat-tempat tersebut
terlarang bagi laki-laki di kota Qum. Begitu juga dengan
pusa-pusat kesehatan, rumah sakit dan tempat-tempat
wisata yang dikhususkan buat wanita, banyak dijumpai
para Mullah berjalan-jalan dengan bebasnya seakan
mereka adalah kelompok orang yang telah dihalalkan atas
semua wanita yang masuk ke tempat-tempat tersebut.
Bahkan kerusakan di kota Qum jauh melebihi kerusakan
kota Teheran yang merupakan kota yang lebih terbuka di
banding Qum.
Angka bunuh diri di kalangan wanitanya dengan jalan
minum racun sangatlah tinggi, dan hal itu disebabkan oleh
beban mental yang banyak dirasakan oleh para wanita dan
gadis-gadis yang tinggal di kota itu sebagai dampak dari
situasi yang telah memaksa mereka dan juga cara-cara
yang diterapkan oleh “syurthatul akhlaqil hamidah”, yaitu
polisi penegak akhlak terpuji di bawah kekuasaan para
Mullah.
Kondisi kejiwaan inilah yang di saat tertentu dapat memicu
tindak kejahatan dari kaum laki-laki Iran untuk melakukan
penculikan dan pemerkosaan, bahkan tak jarang berakhir
dengan dibunuhnya sang korban karena takut dilaporkan.
Dan sebagian wanita dan gadis korban perkosaan pun tak
jarang yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri
karena malu dengan apa yang menimpanya.
Nyatanya, wanita di kota Qum selalu dalam risiko
penghinaan dan pelecehan seksual, khususnya yang
dilakukan oleh kalangan pelajar agama syiah di Hauzah.
Setiap kali mereka melihat wanita atau gadis yang sedang
berada di jalan, maka buru-buru mereka membuka
percakapan dengannya tentang nikah mut’ah, bahkan
sedikit pun mereka tidak membuka ruang tanya jawab
meski si wanita atau gadis tersebut merasa keberatan. Hal
itu disebabkan apa yang mereka inginkan adalah perkara
yang disyari’atkan dan telah ditegaskan oleh pemerintah, di
samping mut’ah dalam keyakinan mereka adalah
perbuatan terpuji dan telah diwasiatkan oleh para Imam
mereka sebagaimana tertulis dalam kitab-kitab Imam
mereka.
Karena itulah wanita-wanita di Qum harus menanggung
penghinaan dan pelecehan seksual ini dari para Mullah,
pemuda dan juga kaum laki-laki. Mereka hanya mempunyai
dua pilihan; tetap tunduk dengan aturan itu atau hidup
dalam situasi kepahitan jiwa.
Sebagian besar kehidupan rumah tangga di kota Qum juga
mengalami kegagalan, karena kebanyakan dari mereka
hidup dengan tetap menjalani kebiasaan dan mengikuti
adat yang menguasai di kota itu. Adat kebiasaan ini kadang
bertentangan dengan tingkat pengetahuan dan sosial
mereka, dan adat inilah yang sering kali mendorong kaum
laki-laki untuk melakukan mut’ah, sebab mereka
meneladani para Mullah. Dan sebaliknya banyak para istri
yang kemudian membalas perbuatan suaminya dengan
menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Inilah yang
menyebabkan kehidupan rumah tangga mereka berakhir
dengan kegagalan, lalu dilanjutkan dengan perceraian.
Menurut penelitian tentang keadaan sosial di kota Qum,
ternyata angka perceraian di kota itu menduduki peringkat
terbesar kedua di negara Iran.
Seperti diketahui bahwa pengadilan yang khusus
menangani kasus-kasus perdata di Iran dilaksanakan
dengan perantara hakim-hakim yang selalu memotivasi
para wanita dan gadis untuk melakukan perceraian, dan
segera setelah perceraian itu mereka dipindahkan ke
Yayasan-yayasan sosial dengan dalih menolong mereka
agar cepat mendapatkan pekerjaan. Namun pada
kenyataannya mereka terjebak dalam perangkap para
Mullah untuk dijadikan budak dengan alasan mut’ah.
Yayasan Az-Zahra termasuk Yayasan paling terkenal yang
menjadi tempat tinggal para janda dan tempat bersenang-
senangnya para Mullah dan para pelajar agama di Hauzah
yang sangat menginginkan berbuat mesum atas nama
mut’ah.
Sampai ada hal yang sangat sulit dipercaya, dikatakan ada
data yang tidak resmi menegaskan bahwa kota Qum telah
mencatat angka tertinggi dalam masalah aborsi dengan
cara yang tidak diatur oleh undang-undang, sehingga amat
mustahil bila dalam sehari tidak ditemukan janin-janin
yang telah dibuang di tempat-tempat sampah atau selokan
air.
Kerusakan kota Qum tidak hanya itu. Kerusakan-serusakan
lain juga telah mencatat angka yang sangat tinggi seperti
pertikaian dan perkelahian antar kelompok dan perorangan
yang menyebabkan menumpuknya korban luka-luka di
rumah sakit Nakui di Qum setiap harinya. Salah satu
kawasan yang sering jadi tempat terjadinya perkelahian
adalah di jalan Bajik.
Kota Qum juga mencatat angka tertinggi kedua penderita
AIDS. Demikian juga dengan angka pecandu kokain jenis
“crack”, tercatat bahwa satu dari tiga orang di kota Qum
adalah pecandu opium.
Kota Qum juga tercatat sebagai kota yang paling banyak
menggunakan minuman keras oplosan. Ini jenis miras yang
mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan
kematian atau hilangnya penglihatan, sebagaimana pernah
terjadi dalam peristiwa peringatan “Iedun Nairuz”.
Sedang kondisi mata pencaharian masyarakat dan tingkat
kemiskinan di kota Qum juga sangat memprihatinkan.
Angka kemiskinan dan kelaparan di kota ini sukar bisa
dipercaya. Tapi nyatanya banyak masyarakat di kota ini
yang sulit bahkan sekadar melindungi diri mereka dari
cuaca dingin yang ekstrem atau musim panas yang
menyengat. Makanan mereka sehari-hari adalah roti dan
air, dan agak lebih baik sedikit adalah makaroni. Sering kali
orang tua mereka menyaksikan kematian anak-anaknya di
depan mata mereka karena ketidakmampuan berobat,
bahkan mereka juga tidak memiliki kartu jaminan
kesehatan.
Di antara keluarga-keluarga miskin di kota Qum juga
sangat banyak yang mempekerjakan anak-anak kecil
mereka di pabrik pembuatan batu bata dari malam hingga
siang hari untuk sekadar bertahan hidup.
Pemandangan seperti ini berlangsung di tengah banyaknya
Mullah yang hidup dalam kondisi serba mewah yang
dihasilkan dari kekuasaan mereka atas proyek-proyek
ekonomi dan kepemilikan saham pada banyak perusahaan-
perusahaan besar. Mereka dapatkan bagian itu dari apa
yang dinamakan harta “humus”, yaitu berhak atas 5% dari
harta yang diambil dari para pengikutnya. Harta humus ini
bisa mencapai milyaran Tuman dalam setahunnya
sehingga memungkinkan para Mullah memiliki bangunan-
bangunan istana di kawasan elit seperti Salarie, Amin
Boulvare dan lain-lain, di samping kepemilikan mereka atas
rumah-rumah mewah di kawasan Niavaran, utara Teheran.
Na’udzubillahi min dzalik. Tentu sebagai Muslim kita tidak
rela jika sepetak bumi Pariaman dinodai kebejatan serupa
yang terjadi di kota Qum Iran. Oleh karena itu, kaum
Muslimin, mari kita sadari hakikat kesesatan syiah ini dan
jagalah orang-orang terkasih di sekitar kita agar berkuat-
kuat aqidah, sehingga tidak terjamah setan bernama syiah
laknatullah . Semoga Allah subhanahu wata’ala
membalikkan hati pihak Pemerintah Daerah Kota Pariaman
agar bulat keberpihakan kepada Ahlus Sunnah wal jama’ah
dan menolak rencana program kota kembar tersebut.
Aammiin yaa Robbal ‘aalamiin

BIla bukan karena penghianatan Syi`ah , maka Khilafah telah sampai ke jantung Eropa


Azzam Asadullah menulis

DR. Majdi Ar Roba’iy (pakar sejarah) berkata:
Aku telah menghabiskan sepuluh tahun dari
umurku bersama syi’ah…
Dan kupelajari sejarah mereka, kuteliti sepak
terjang mereka dan tokoh-tokoh utama mereka…
Demikian pula perseteruan mereka terhadap
ahlussunnah wal jama’ah…
Itu semua kulakukan selama pengembaraan
ilmiahku dalam rangka mendapatkan gelar Master dan
Doktor di bidang sejarah syi’ah, tepatnya di negeri Irak
dan Iran.
Kurenungi dengan seksama sekte Syi’ah
Bathiniyyah yang menghalalkan darah kaum
muslimin, dan menyebarkan paham syi’ah dengan api dan
besi (kekuatan senjata)…
Sampai mereka berhasil memaksa bangsa Iran sejak 400
tahun untuk memeluk syi’ah… Mereka memaksa jutaan
warga ahlussunnah wal jama’ah di Iran untuk menganut
paham syi’ah, sampai- sampai para sejarawan
mengatakan bahwa jumlah ahlussunnah yang dibunuh oleh
syi’ah di masa daulah Shafawiyah (Syi’ah Rafidhah)
mencapai SATU JUTA JIWA. Mereka disembelih dengan
pedang oleh tangan-tangan syi’ah Rafidhah, sehingga
beralihlah Iran yang sunni menjadi syi’i majusi sejak 400
tahun silam.
Lebih dari itu, pada saat-saat paling kritis dalam
sejarah, kaum Syi’ah Rafidhah justru berkoalisi dengan
kaum Yahudi dan Nashara untuk melawan ahlussunnah wal
jama’ah… inilah penyebab terhentinya ekspansi (futuhat)
Daulah Utsmaniyyah di benua Eropa, setelah mereka
berhasil menaklukkan belahan timur Eropa.
Daulah Utsmaniyyah sempat menjejakkan kakinya di
jantung Eropa, dan mengepung kota Wina (Austria)…
namun akhirnya mereka harus kembali ke negeri Timur
(Asia) dan melupakan impian penaklukan Eropa dan
masuknya warga Eropa ke pangkuan Islam. Oleh karena
itu, salah seorang sejarawan Barat terkenal berkata,
“Andai bukan karena pengkhianatan dan
serangan Kaum Syi’ah Shafawiyyin (Rafidhah) terhadap
Khilafah Utsmaniyyah dari arah belakang, niscaya
Utsmaniyyun akan menguasai Eropa seluruhnya, dan
beralihlah Eropa menjadi
benua Islam”.
Diantara tragedy yang menjadikanku merenung cukup
lama, dan hampir-hampir tak percaya hal Itu bisa
dilakukan oleh seorang manusia, apalagi yang mengaku
muslim… ialah apa yang dilakukan oleh syi’ah qaramithah
(salah satu sekte syi’ah bathiniyyah) di sekitar Baitullah
(masjidil Haram) pada tahun 317 H, tepatnya pada hari
Tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) ketika mereka menyerang
Jemaah haji dan membantai lebih dari 30 ribu jiwa…
kubah sumur zam-zam mereka hancurkan… pintu ka’bah
mereka congkel… kiswahnya mereka lepas, dan siapa pun
dari Jemaah haji yang bergelayutan di kiswah ka’bah
mereka sembelih… lalu mereka kuburkan jasad
kaum muslimin tsb di sumur zam-zam!! Setelah itu,
mereka mencongkel hajar aswad dari tempatnya, dan
membawanya ke negeri Mereka (Ahsa’).
Setelah merenungi tragedy ini, barulah aku meyakini
kebenaran ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tentang
kaum syi’ah bathiniyyah, bahwa “mereka itu lebih kafir
dari Yahudi dan Nasrani, dan memerangi mereka lebih
wajib daripada memerangi orang-orang kafir, sebab
mereka tergolong kaum murtad”.
Hari ini, setelah kita menyaksikan penyembahan terhadap
Basyar Al Asad yang terjadi di Suriah, dan pembantaian
serta pembunuhan terhadap Ahlussunnah lewat
serangkaian genosida yang belum pernah dilakukan kaum
Yahudi maupun Tatar (Mongol) sekalipun… ditambah lagi
penghancuran dan penistaan masjid-mesjid…
yakinlah aku bahwa Basyar Al Asad dan Syi’ah
Nushairiyah-nya adalah anak cucu dari Syi’ah Bathiniyyah
Qaramithah tsb...
Benarlah firman Allah ( ﺫﺭﻳﺔً ﺑﻌﻀﻬﺎ ﻣﻦ ﺑﻌﺾ )
“Sebagiannya merupakan keturunan sebagian lainnya”...
Seakan-akan sejarah sedang terulang kembali!!!
Ditulis oleh DR. Majdi Ar Roba’iy diterjemahkan,
Madinah 8 Jumada Tsaniyah

Mengapa syi`ah hanya ngefan pada Husain saja



 


Azzam Asadullah menulis :
Informasi berikut ini bisa jadi akan membuat Anda dan
kaum muslimin sedunia kaget setengah mati, khususnya
Syiah-syiah non Iran.
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut diatas mari kita
lihat daftar anak kandung laki-laki Ali Bin Abi Thalib
radhiyallahu anhu, sebagai berikut:
1.Hasan bin Ali bin Abi Thalib
2.Husein bin Ali bin Abi Thalib
3.Muhsin bin Ali bin Abi Thalib
4.Abbas bin Ali bin Abi Thalib
5.Hilal bin Ali bin Abi Thalib
6.Abdullah bin Ali bin Abi Thalib
7.Jakfar bin Ali bin Abi Thalib
8.Usman bin Ali bin Abi Thalib
9.Ubaidillah bin Ali bin Abi Thalib
10.Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib
11.Umar bin Ali bin Abi Thalib
Pernahkah Anda melihat bendera atau umbul-umbul Syiah
yang bertulisan “Wahai Hasan…” atau ﻳﺎ ﺣﺴﻦ ?
Kenapa mereka hanya meminta kepada Husein saja,
padahal Hasan juga anak kandung Ali bin Abi Thalib yang
juga terlahir dari rahim Fatimah binti Muhammad
Shallallahu alaihi wa sallam, baik Hasan maupun Husein
sama-sama Ahlu Bait.
Pernahkah anda wahai Syiah-syiah non Persia
mempertanyakan hal ini?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ketahuilah
informasi berikut ini:
Tahukah Anda bahwa 12 imam syiah seluruhnya berasal
dari keturunan Husein saja?
Syiah hanya mensakralkan Husein saja, namun tidak
mensakral Hasan dan tidak juga mensakralkan anak-anak
Ali bin Abi Thalib yang lainnya yang semuanya diredhai Allah.
Jawabannya adalah: karena Husein menikahi wanita Persia
Iran putri raja Yazdegerd yang bernama Shahrbanu atau
yang dikenal dengan Syahzinan. Konon ketika Kekaisaran
Persia ditaklukkan dan terbunuhnya Kaisar Yazdegerd
maka putri-putrinya ditawan.
Saat itu Umar menghadiahkan putri sang Kaisar yang
bernama Syahzinan kepada Husein bin Ali bin Abi Thalib dan
Husein pun menikahinya. Oleh karena itulah Syiah begitu
mensakralkan Husein dan para imam Syiah yang terlahir
dari rahim Syahzinan berdarah Persia, dan bukan seperti
klaim mereka bahwa mereka mencintai keluarga nabi
Muhammad yang berasal dari Arab.
Hakikatnya, mereka sangat mencintai Ahlu Bait kaisar yang
menjadi moyang 12 imam yang semuanya berasal dari ibu
berdarah Persia, mereka sangat fanatis dalam mencitai
dan memuja kakek anak-anak Husein sang kaisar Persia,
bukan sang nabi yang berasal dari Arab.
Imam-imam yang mereka sakralkan dan mereka anggap
maksum satu level dengan nabi-nabi itu hanyalah imam-
imam yang berasal dari keturunan raja Persia Yazdegerd,
tidak ada yg berasal dari Arab.
Mereka mencintai Husein dan para imam-imamnya karena
mereka meyakini bahwa di dalam darah imam itu mengalir
darah Persia keturunan kaisar.
Mereka hanya mencintai Ahlu Bait kaisar raja Persia,
bukan Ahlu Bait nabi Muhammad shallallahu alaihi wa
sallam

Minggu, September 27, 2015

Kisah aneh dari JT.



Thohir syah mati lalu hidup lagi atas upaya Muhammad Ilyas  


يَقُوْلُ أَحْمَدُ نُور: طَاهِرْ شَاه التَّبْلِيْغِي يَحْيَى بَعْدَ الْمَمَاتِ:

                قَبْلَ عِدَّةِ سَنَوَاتٍ مَرِضَ طَاهِرُ شَاه وَأُدْخِلَ إَلَى الْمُسْتَشْفَى، وَعِنْدَمَا ازْدَادَتْ حَالَتُهُ سُوْءاً زَارَتْهُ رُوْحُ أُمِّهِ وَأَبِيْهِ وَأَخْبَرَاهُ أَنَّهُ حَانَ وَقْتُهُ ِللاِنْتِقَالِ إِلَى الدَّارِ اْلأُخْرَى،  وَأَنَّهُمَا يَنْتَظِرَانِه، وَحِيْنَئِذٍ أَقْبَلَ إِلَيْهِ مَلَكَانِ وَأَخَذَا طَاِهرَ شَاه ِلمُلاَقَاتِ الرَّبِّ، وَذَهَبَ الْمَلَكَانِ بِرُوْحِ طَاهِرِ شَاه إِلَى السَّمَاوَاتِ وَاْلتَقَى هُنَاكَ بِمَوْلاَنَا يُوْسُفَ (أَمِيْرِ جَمَاعَةِ التَّبْلِيْغِ ابْنِ مُحَمَّد إِلْيَاسَ مُؤَسِّسِ جَمَاعَةِ التَّبْلِيْغِ) وَأَحْمَد عَلِي اللاَّهُوْرِي، فَاسْتَغْرَبَ الشَّيْخَانِ مِنْ طَلَبِ اللهِ لِطَاهِرِ شَاه إِلَى السَّمَاوَاتِ حَيْثُ أَنَّهُ لَمْ يَبْقَ فِي اْلأَرْضُ مَنْ يَقُوْمُ بِعَمَلِ الدَّعْوَةِ غَيْرُهُ، فَشَكَيَا إِلَى الشَّيْخِ إِلْيَاسَ (مُؤَسِّسِ جَمَاعَةِ التَّبْلِيْغِ) هَذَا اْلأَمْرَ، فَذَهَبَ الشَّيْخُ إِلْياَسَ لِمُلاَقَاتِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَكَى لَهُ هَذَا اْلأَمْرَ، وَطَلَبَ مُحَمَّدُ إِلْيَاسَ مِنْ طَاهِرِ شَاه اْلعَوْدَةَ إِلَى الدُّنْيَا، وَفِي هَذِهِ اْلأَثْنَاءِ كَانَ طاَهِرُ شَاه تُوُفِّيَ فِي الْمُسْتَشْفَى وَكَانَتْ جُثَّتُهُ مَحْمُوْلَةً إِلَى بَيْتِهِ وَفِي هَذِهِ اْلأَثْنَاءِ قَامَ طَاهِرُ شَاه وَمَشَى بِنَفْسِهِ إِلَى بَيْتِهِ، هَذِهِ الْقِصَّةُ ذَكَرَهَا لِي طَاهِرُ شَاه بِنَفْسِهِ وَأَنَا أَنْقُلُ لَكُمْ كَمَا أَخْبَرَنِي بِهَا
 )               قبر كى زند كى أور موت كـ جند مناظر واقعات ومشاهدات/ مكتبة خليل يوسف، ماركيت أوردو بازار، لاهور (باكستان)
Ahmad Nur  berkata : Thahir Syah  anggota JT  hidup lagi setelah mati .

Beberapa tahun lalu Thahir Syah  sakit lalu masuk ke rumah sakit . Ketika kondisinya semakin parah , roh ibu dan ayahnya datang  dan memberitahukan kepadanya  bahwa  dia sudah tiba saat nya untuk meninggal dunia . Keduanya sedang menanti .  Kedua malaikatpun datang  dengan mengambil Thahir Syah  untuk bertemu dengan Tuhan .
Kedua malaikat itu  pergi dengan membawa roh Thahir Syah  ke  beberapa langit  dan bertemu di sana  dengan maulana Yusuf  Amir JT putra Muhammad Ilyas – pendiri JT )  dan Ahmad Ali lahore . Kedua syaikh itu heran mengapa Allah minta agar Thahir Syah  di bawa ke langit ini . Pada  hal di bumi tidak ada orang yang melaksanakan dakwah kecuali dia . Kedua syaikh itu pergi  kepada Nabi  lalu mengadukan masalah itu kepadanya .

Muhammad Ilyas minta agar Thahir Syah kembali ke dunia lagi . Pada  saat itu  Thahir Syah mati di rumah sakit  dan tubuhnya telah di bawa  ke rumahnya.
Thahir Syah berdiri dan berjalan ke rumahnya. Ini kisah di sebutkan oleh Thahir Syah sendiri dan aku mengutipnya disini untukmu sebagaimana dia memberitahu kepadaku.
Ini refrensi kitabnya dalam bahasa Urdu 
          قبر كى زند كى أور موت كـ جند مناظر واقعات ومشاهدات/ مكتبة خليل يوسف، ماركيت أوردو بازار، لاهور (باكستان)

Komentar penulis buku :
Orang yang percaya kepada kisah tersebut ber arti dungu, cacat pikiran dan tidak dewasa atau tidak menggunakan akal pikiran yang sehat. Masak saat itu tidak ada orang yang berdakwah dan memperjuangkan ajaran Allah kecuali Thahir Syah. Ia bertentangan dengan hadis :

لا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ مَنْصُورِينَ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
   Sebagian dari umatku selalu mendapat pertolongan dlm membela kebenaran, tidak perduli terhadap orang – orang yang berbeda dengan mereka  hingga  datanglah ajal  mereka. [1]

     Hadis ini menunjukkan bahwa  ada saja segolongan umatku yang akan berjuang terus, tak kenal lelah atau di musuhi orang dan mereka mendapat pertolongan dari Allah dan akan menang. Sudah tentu arti golongan itu bukan dua atau satu orang.
Kisah itu mirip dengan anekdot sufy yang penuh dengan kedustaan, hurofat, dan irrasional sekali, membikin umat bodoh.
Seorang yang sudah meninggal dunia  tidak bisa mendoakan kepada orang yang masih hidup . Kisah seperti itu belum saya dengar sejak dulu waktu di bangku sekolah hingga  saat ini  dan saya akan mendengar  khurafat apa lagi dari JT ini, Apakah  layak  di sebut dengan gudangnya khurofat ?

Komisi fatwa dan irsyad kerajaan Saudi menyatakan:

لِأَنَّ دُعَاءَ اْلأَمْوَاتِ وَالْاِسْتِغَاثَةَ بِهِمْ وَالذَّبْحَ لَهُمْ وَالنَّذْرَ لَهُمْ كَأَنْ يَقُوْلَ : يَا سَيِّدِي يَا عَبْدَ اْلقَادِرِ اِشْفِ مَرِيْضِي اُنْصُرْنِي أَوْ عَافِنِي ، كُلُّ هَذاَ مِنَ الشِّرْكِ اْلأَكْبَرِ ، وَالَّذِي يَمُوْتُ وَهُوَ عَلىَ هَذِهِ الْحَالَةِ لاَ يُدْعَى لَهُ لِأَنَّهُ مَاتَ عَلىَ الشِّرْكِ نَسْأَلُ الله السَّلاَمَةَ وَاْلعَافِيَةَ
Kasrena sesungguhnya berdoa kepada mayat – mayat, minta tolong kepada mereka, menyembelih untuk mereka, bernadzar untuk mereka  seperti orang bilang :  Wahai Abd Qadir, sembuhkan orang yang sakit disisiku, selamatkan aku. selurohnya ini syirik besar. Kita minta selamat dan afiah kepada Allah. [2]



[1]  HR  Ibnu Majah 10 , sahih
[2] Komisi fatwa dan irsyad kerajaan Saudi bab wanita meninggal dunia , tidak menjalankan puasa atau salat waktu sakit.

Ibadah agung kaum syi'ah adalah mencela, melaknat dan mengkafirkan Aisyah radhiallahu 'anhaa



Diantara ibadah agung kaum syi'ah adalah mencela, melaknat dan mengkafirkan Aisyah radhiallahu 'anhaa istri yang paling dicintai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana juga merupakan ibadah yang paling agung mereka adalah mencela, melaknat dan mengkafirkan ayahnya Abu Bakar As-Siddiiq lelaki yang paling dicintai oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pencelaan ini merupakan agama dan aqidah yang penting bagi kaum syi'ah, sebagaimana telah lalu bahwasanya mereka melaknat Aisyah dalam doa mereka yang dikenal dengan doa shonamai quraisy (silahkan lihat kembali artikel: "Diantara Doa Terindah Syiah" ). Hobi melaknat Aisyah ini dipelopori dan dihidupkan kembali oleh Khomeini, dimana ia menyatakan bahwa Aisyah lebih buruk dari pada anjing dan babi (silahkan lihat : http://www.lppimakassar.com/2012/08/khomeini-istri-nabi-aisyah-lebih-najis.html )
Setelah tewasnya Khomeini ternyata pencelaan terhadap Aisyah digembar-gemborkan lagi oleh tokoh syi'ah dari negeri Kuwait yang bernama Yasir Al-Habib (silahkan lihat kembali artikel " Bau Busuk Syiah Akhirnya Tercium Juga" .
Hati siapa yang tidak sakit dan teriris-iris jika ibunya dicela, dimaki, direndahkan, dihina, dan dikafirkan??, bahkan dikatakan pezina??, lebih najis daripada anjing dan babi??.
Apa yang harus kita katakan jika Ibu kita bertanya kepada kita, apa yang telah kalian lakukan tatkala aku dicela dan direndahkan??
Ibunda kita Aisyah radhiallahu 'anhaa adalah Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr, Shiddiqah binti As-Shiddiq, istri tercinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau lahir empat tahun setelah diangkatnya Muhammad menjadi seorang Nabi. Ibu beliau bernama Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams bin Kinanah yang meninggal dunia pada waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup yaitu tepatnya pada tahun ke-6 H.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah dua tahun sebelum hijrah melalui sebuah ikatan suci yang mengukuhkan gelar Aisyah menjadi ummul mukminin, tatkala itu Aisyah masih berumur enam tahun. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun rumah tangga dengannya setelah berhijrah, tepatnya pada bulan Syawwal tahun ke-2 Hijriah dan ia sudah berumur sembilan tahun.
Aisyah menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku pasca meninggalnya Khadijah sedang aku masih berumur enam tahun, dan aku dipertemukan dengan Beliau tatkala aku berumur sembilan tahun. Para wanita datang kepadaku padahal aku sedang asyik bermain ayunan dan rambutku terurai panjang, lalu mereka menghiasiku dan mempertemukan aku dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Abu Dawud: 9435).
Kemudian biduk rumah tangga itu berlangsung dalam suka dan duka selama 8 tahun 5 bulan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia pada tahun 11 H. Sedang Aisyah baru berumur 18 tahun.
Aisyah adalah seorang wanita berparas cantik berkulit putih, sebab itulah ia sering dipanggil dengan “Humaira”. Selain cantik, ia juga dikenal sebagai seorang wanita cerdas yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkannya untuk menjadi pendamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengemban amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara bagi diri beliau. Suatu hari Jibril memperlihatkan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) gambar Aisyah pada secarik kain sutra berwarna hijau sembari mengatakan, “Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat.” (HR. At-Tirmidzi (3880), lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3041))
Selain menjadi seorang pendamping setiap yang selalu siap memberi dorongan dan motivasi kepada suami tercinta di tengah beratnya medan dakwah dan permusuhan dari kaumnya, Aisyah juga tampil menjadi seorang penuntut ilmu yang senantiasa belajar dalam madrasah nubuwwah di mana beliau menimba ilmu langsung dari sumbernya. Beliau tercatat termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadits dan memiliki keunggulan dalam berbagai cabang ilmu di antaranya ilmu fikih, kesehatan, dan syair Arab. Setidaknya sebanyak 1.210 hadits yang beliau riwayatkan telah disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim dan 174 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta 54 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Sehingga para sahabat kibar tatkala mereka mendapatkan permasalahan, mereka datang dan merujuk kepada Ibunda Aisyah.
Adapun keutamaan Aisyah maka sangatlah banyak. Keutamaan-keutamaan tersebut bisa diklasifikasikan menjadi tiga bagian
PERTAMA : Keutamaan umum, yang juga dimiliki oleh para sahabat secara umum, (diantaranya silahkan baca
http://muslim.or.id/manhaj/keutamaan-para-sahabat-nabi.html, dan http://muslim.or.id/manhaj/kedudukan-sahabat-nabi-di-mata-umat-islam-1.html , dan http://muslim.or.id/manhaj/kedudukan-sahabat-nabi-di-mata-umat-islam-2.html, dan http://muslim.or.id/manhaj/meneladani-sahabat-nabi-jalan-kebenaran.html )
KEDUA : Keutamaan khusus, yang hanya dimiliki oleh para istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Diantara keutamaan-keutamaan tersebut :
Pertama : Allah menyatakan bahwa para istri Nabi kedudukannya tidak sama dengan para wanita biasa, Allah berfirman :
ﻳَﺎ ﻧِﺴَﺎﺀَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﻟَﺴْﺘُﻦَّ ﻛَﺄَﺣَﺪٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺇِﻥِ ﺍﺗَّﻘَﻴْﺘُﻦَّ
"Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa" (QS Al-Ahzaab : 32)
Allah juga berfirman ;
Kedua : Istri-istri Nabi kedudukannya seperti ibu kita. Allah berfirman :
ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺃَﻭْﻟَﻰ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟُﻪُ ﺃُﻣَّﻬَﺎﺗُﻬُﻢْ
"Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka". (QS Al-Ahzaab : 6)
Istri-istri Nabi kedudukan mereka seperti ibu kita sendiri dari sisi penghormatan (bukan dari sisi kemahroman). Oleh karenanya para ulama telah sepakat bahwa setelah wafatnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka tidak boleh istri-istri beliau dinikahi oleh orang lain (Lihat Minhaajus Sunnah 4/207). Allah berfirman :
ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻥْ ﺗُﺆْﺫُﻭﺍ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻻ ﺃَﻥْ ﺗَﻨْﻜِﺤُﻮﺍ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻩِ ﺃَﺑَﺪًﺍ ﺇِﻥَّ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﻛَﺎﻥَ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ
"Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah Amat besar (dosanya) di sisi Allah" (QS Al-Ahzaab : 53)
Allah mengharamkan untuk menikahi istri Nabi setelah wafatnya Nabi dalam rangka untuk menghormati kedudukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena jika ditinjau dari sisi pokok-pokok syari'at maka tidak ada dalil yang mengharuskan pengharaman menikah dengan istri Nabi, akan tetapi jelas pengharaman tersebut dikarenakan kedudukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (Lihat As-Shoorim Al-Masluul hal 63)
Maka barang siapa yang mencela istri-istri Nabi, apalagi sampai menuduh mereka telah berzina maka hal ini sungguh merupakan perbuatan yang menyakiti Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan menjatuhkan kedudukan beliau, serta perkara yang besar di sisi Allah.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa diantara hikmah tidak boleh menikahi istri Nabi setelah wafatnya beliau karena dalil-dalil menunjukkan bahwa istri-istri Nabi di dunia adalah juga istri-istri beliau di akhirat. Dan Nabi telah menjelaskan bahwa seorang wanita di surga bersama suaminya yang terakhir. Jika istri-istri Nabi menikah dengan lelaki lain maka mereka tidak akan menjadi istri-istri Nabi di akhirat.
Ketiga : Para istri Nabi telah direkomendasi oleh Allah bahwasanya mereka lebih mendahulukan Allah, RasulNya dan akhirat daripada kemewahan dunia. Allah berfirman:
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻗُﻞْ ﻷﺯْﻭَﺍﺟِﻚَ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻦَّ ﺗُﺮِﺩْﻥَ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺯِﻳﻨَﺘَﻬَﺎ ﻓَﺘَﻌَﺎﻟَﻴْﻦَ ﺃُﻣَﺘِّﻌْﻜُﻦَّ ﻭَﺃُﺳَﺮِّﺣْﻜُﻦَّ ﺳَﺮَﺍﺣًﺎ ﺟَﻤِﻴﻼ ( ٢٨ ) ﻭَﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻦَّ ﺗُﺮِﺩْﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻭَﺍﻟﺪَّﺍﺭَ ﺍﻵﺧِﺮَﺓَ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺃَﻋَﺪَّ ﻟِﻠْﻤُﺤْﺴِﻨَﺎﺕِ ﻣِﻨْﻜُﻦَّ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ
Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, Maka Marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah (pemberian harta-pen) dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhoan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, Maka Sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantara kalian pahala yang besar (QS Al-Ahzaab : 28-29)
Dan sangatlah jelas bahwasanya setelah turun ayat ini ternyata tidak seorangpun dari istri-istri Nabi yang diceraikan oleh Nabi, yang hal ini menunjukkan bahwa mereka (para istri beliau) lebih mendahulukan Allah, RasulNya, dan akhirat dari pada kemewahan dan perhiasan dunia. Dan dalam ayat ini juga Allah telah menjanjikan bagi mereka pahala yang besar.
Disebutkan dalam hadits yang shahih bahwasanya istri Nabi yang pertama kali menyatakan bahwa ia memilih Allah dan RasulNya dari pada keindahan dunia adalah Aisyah, lalu diikuti oleh istri-istri Nabi yang lainnya (Lihat HR Al-Bukhari no 4785 dan Muslim no 1475)
Keempat : Karena kemuliaan istri-istri Nabi, maka Allah pernah mengharamkan Nabi untuk menikahi para wanita merdeka selain istri-istri beliau yang ada.
Allah berfirman :
ﻻ ﻳَﺤِﻞُّ ﻟَﻚَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀُ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪُ ﻭَﻻ ﺃَﻥْ ﺗَﺒَﺪَّﻝَ ﺑِﻬِﻦَّ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺝٍ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻋْﺠَﺒَﻚَ ﺣُﺴْﻨُﻬُﻦَّ
"Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu" (QS Al-Ahzaab : 52)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata ;
ﺫﻛﺮ ﻏﻴﺮ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ - ﻛﺎﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ، ﻭﻣﺠﺎﻫﺪ، ﻭﺍﻟﻀﺤﺎﻙ، ﻭﻗﺘﺎﺩﺓ، ﻭﺍﺑﻦ ﺯﻳﺪ، ﻭﺍﺑﻦ ﺟﺮﻳﺮ، ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ - ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﻧﺰﻟﺖ ﻣﺠﺎﺯﺍﺓ ﻷﺯﻭﺍﺝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺭﺿًﺎ ﻋﻨﻬﻦ، ﻋﻠﻰ ﺣﺴﻦ ﺻﻨﻴﻌﻬﻦ ﻓﻲ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭﻫﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﺍﻟﺪﺍﺭ ﺍﻵﺧﺮﺓ، ﻟﻤﺎ ﺧﻴﺮﻫﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻛﻤﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻓﻲ ﺍﻵﻳﺔ . ﻓﻠﻤﺎ ﺍﺧﺘﺮﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻛﺎﻥ ﺟﺰﺍﺅﻫﻦ ﺃﻥ [ ﺍﻟﻠﻪ ] ( 3 ) ﻗَﺼَﺮﻩ ﻋﻠﻴﻬﻦ، ﻭﺣﺮﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﺰﻭﺝ ﺑﻐﻴﺮﻫﻦ، ﺃﻭ ﻳﺴﺘﺒﺪﻝ ﺑﻬﻦ ﺃﺯﻭﺍﺟﺎ ﻏﻴﺮﻫﻦ، ﻭﻟﻮ ﺃﻋﺠﺒﻪ ﺣﺴﻨﻬﻦ ﺇﻻ ﺍﻹﻣﺎﺀ ﻭﺍﻟﺴﺮﺍﺭﻱ ﻓﻼ ﺣﺠﺮ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻴﻬﻦ . ﺛﻢ ﺇﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺭﻓﻊ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﺤﺠﺮ ( 4 ) ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻭﻧﺴﺦ ﺣﻜﻢ ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ، ﻭﺃﺑﺎﺡ ﻟﻪ ﺍﻟﺘﺰﻭﺝ ( 5 ) ، ﻭﻟﻜﻦ ﻟﻢ ﻳﻘﻊ ﻣﻨﻪ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﺗَﺰَﻭّﺝ ﻟﺘﻜﻮﻥ ﺍﻟﻤﻨﺔ ﻟﻠﺮﺳﻮﻝ ( 6 ) ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻴﻬﻦ .
"Banyak ulama –seperti Ibnu Abbas, Mujahid, Adh-Dhohhaak, Qotaadah, Ibnu Zaid, Ibnu Jarir dan yang lainnya- menyebutkan bahwasanya ayat ini turun sebagai balasan untuk istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam atas baiknya sikap mereka yang memilih Allah, RasulNya, dan hari akhirat tatkala Rasulullah memberi pilihan kepada mereka –sebagaimana ayat yang lalu-.
Tatkala mereka memilih Rasulullah maka balasan bagi mereka adalah Allah hanya membatasi Rasulullah pada mereka saja, dan mengharamkan Nabi untuk menikahi wanita selain mereka, atau menggantikan mereka dengan wanita-wanita yang lain meskipun wanita-wanita yang lain tersebut cantik, kecuali hanya para budak dan tawanan maka tidak mengapa. Kemudian Allah mengangkat/memansukhkan hukum ayat ini dan membolehkan beliau untuk menikahi wanita yang lain, akan tetapi kenyataannya Nabi tidak menikah lagi, agar hal ini (yaitu Nabi tidak menikah lagi) menjadi kebaikan Nabi bagi mereka" (Tafsir Al-Quraan Al-'Azhiim 6/447)
Kelima : Allah telah membersihkan istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari dosa-dosa.
ﻭَﻗَﺮْﻥَ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻦَّ ﻭَﻻ ﺗَﺒَﺮَّﺟْﻦَ ﺗَﺒَﺮُّﺝَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﺍﻷﻭﻟَﻰ ﻭَﺃَﻗِﻤْﻦَ ﺍﻟﺼَّﻼﺓَ ﻭﺁﺗِﻴﻦَ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ﻭَﺃَﻃِﻌْﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻴُﺬْﻫِﺐَ ﻋَﻨْﻜُﻢُ ﺍﻟﺮِّﺟْﺲَ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﻭَﻳُﻄَﻬِّﺮَﻛُﻢْ ﺗَﻄْﻬِﻴﺮًﺍ
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, Hai ahlul bait dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya " (QS Al-Ahzaab : 33)
Ayat ini sangat jelas menunjukkan bahwa para istri-istri Nabi shallallahu 'alahi wa sallam dinyatakan sebagai Ahlu Bait Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan Allah menyatakan bahwa Allah ingin membersihkan mereka sebersih-bersihnya. Tidak ada khilaf diantara para ulama bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait di dalam ayat ini adalah istri-istri Nabi, karena merekalah sebab diturunkan ayat ini. Dan para ulama berselisih apakah selain para istri Nabi juga masuk dalam ayat ini dari kalangan ahlul bait yang lain?? (lihat penjelasan Ibnu Katsiir dalam tafsirnya 6/410)
Selain ayat di atas, banyak dalil yang menunjukkan bahwasanya istri-istri Nabi termasuk ahlul bait. Diantaranya :
- Secara bahasa penggunaan kata ahlul bait adalah mencakup keluarga seseorang (anak dan istrinya). Hal ini sebagaimana firman Allah
ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺃَﺗَﻌْﺠَﺒِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺇِﻧَّﻪُ ﺣَﻤِﻴﺪٌ ﻣَﺠِﻴﺪٌ ( ٧٣ )
"Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, Hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah." (QS Huud : 73)
Ayat ini jelas bahwa ahlu bait Nabi Ibrahim adalah termasuk istri beliau.
- Sangat jelas bahwa kita diperintahkan untuk bersholawat kepada ahlul bait, dan dalam salah satu lafal shalawat dengan jelas menyebutkan istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dari Abu Humaid As-Saa'idi radhiallahu 'anhu berkata :
ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻛَﻴْﻒَ ﻧُﺼَﻠِّﻲ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗُﻮْﻟُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻪِ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻪِ ﻛَﻤَﺎ ﺻَﻠَّﻴْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻪِ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻪِ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴْﺪٌ ﻣَﺠِﻴْﺪٌ
Mereka berkata, "Wahai Rasulullah bagaimana kami bersholawat kepada engkau?". Maka Rasulullah berkata, "Katakanlah : Ya Allah bersholawatlah kepada Muhammad dan istri-istrinya serta keturunannya sebagaimana Engkau bersholawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkatilah Muhammad dan istri-istrinya serta keturunannya sebagaimana engkau memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung" (HR Al-Bukhari no 3369)
- Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda :
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺟﻌﻞ ﺭﺯﻕ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻗﻮﺗﺎ
"Yaa Allah jadikanlah rezeki keluarga Muhammad secukupnya" (HR Al-Bukhari no 6460 dan Muslim no 1055)
Maka orang-orang yang mengaku-ngaku mencintai ahlul bait hendaknya mereka mencintai, menghormati, dan membela para istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

SAATNYA SYI'AH SERANG SAUDI

"

Abu Husein At-Thuwailibi   menulis:


Setelah kejadian musibah di Mina tepatnya di jalan menuju areal pelontaran jumrah lantai pertama yang mengakibatkan syahidnya lebih dari 700 jiwa. Saya (Salkamal Tan) sudah tahu tidak lama kaum syiah, simpatisan syiah, yang disupport oleh Jaringan Islam Liberal (JIL) akan memanfaatkan moment ini untuk menyerang Arab Saudi.
Lewat berbagai corong media fitnah mereka dan media sosial akan terus menyuarakan hingga umat Islam di Indonesia pun akan berubah pikiran. Salah duanya adalah media arrahmahnews.com dan MetroTV. Yang satu situ Syi'ah (Arrahmah.news.com) dan yang satu lagi media aliran sesat Liberal (Metro TV).
Kini saatnya syiah dan pendukung nya terus menyebar fitnah dengan berbagai cara.
Salah satunya lewat musibah Mina yang terjadi 24 September 2015 lalu. Mereka akan menyalahkan kerajaan Arab Saudi sebagai penyebab satu satunya musibah tersebut.
Tapi benarkah demikian?
Akhirnya saya coba menjalani apa yang dilakukan para jamaah dengan melontar jumrah pada waktu yang afdhol di pagi hari.
Perjalanan dari maktab ke lokasi jamarat hingga kembali ke maktab dengan jarak tempuh sekitar 10 km pulang pergi dapat ditempuh dalam waktu 2 jam.
Bayangkan jutaan umat manusia berjalan bersama untuk melontar jumrah. Kami semua berjalan sesuai jalur dan waktu yang ditentukan oleh penyelenggara haji.
Alhamdulillah tidak ada halangan berarti. Fasilitas melontar jumrah telah dibangun hingga 4 lantai agar dapat menampung jutaan jamaah, dibuatkan pembagian jalur di tiap negara itu lah kenapa dalam musibah Mina yang terbanyak menjadi korban dari benua Afrika, karena memang lokasi kejadian adalah jalur khusus jamaah asal Afrika. Jika ada jamaah Indonesia yang menjadi korban diduga karena tersesat dan terjebak di lokasi kejadian atau memang jamaah menganggap melontar jamaah harus melontar di lantai satu (ada sebagian jamaah Indonesia memiliki pandangan demikian).
Jalur menuju jamarat Indonesia bersama negara negara Asia Tenggara, Asia Timur, pecahan Uni Soviet dan beberapa India, Pakistan atau Bangladesh. Bersama jamaah asal negara tersebut membuat perjalanan menuju jamarat menjadi menyenangkan karena terasa seperti jalan santai. Akan berbeda halnya bila bersama dengan jamaah asal Afrika, sudah menjadi rahasia umum seluruh jamaah haji di dunia tahu bahwa karakter jamaah asal Afrika suka terburu buru, tidak suka antri, kurang sabar dan kadang tidak peduli orang lain sehingga beberapa sering menyakiti orang lain.
Sepanjang perjalanan bangunan terowongan Mina sangat membantu mempercepat perjalanan, tidak seperti tulisan salah satu pendukung syiah yang menganggap bangunan tersebut seperti penjara beton, bahkan berhala. Nyaman karena petugas berjaga di sepanjang perjalanan, siap memercikkan air di wajah jamaah yang kepanasan, mengarahkan jamaah agar tidak salah jalur, disediakan jalur eskalator membantu sedikit jamaah yang kelelahan, bahkan ada polisi yang membantu seorang anak kecil untuk melontar jumrah.
Beberapa kejadian yang berpotensi menimbulkan musibah segera diantisipasi petugas, seperti:
1. Jamaah berjalanan berlawanan arah, pasti akan dilarang petugas dan berjalan mengikuti jalur yang ada.
2. Jamaah yang berjalan terburu buru sehingga tidak peduli menabrak orang sekitarnya hingga jatuh. Paling banyak kejadian seperti ini bila berjalan beriringan dengan jamaah asal Afrika. Alhamdulillah jalur Indonesia berbeda dengan mereka.
3. Jamaah, beberapa jamaah, atau rombongan jamaah tiba2 berhenti di tengah jalur sehingga mengganggu perlintasan jamaah lain. Saya saja saat ingin memperbaiki sandal diminta bergeser ke tepi agar tidak mengganggu jamaah lain. Bahkan petugas tidak segan memaksa jamaah untuk segera bergerak agar tidak memicu kebuntuan.
4. Melontar jamrah sembarang tanpa memperhatikan jamaah di sekitarnya karena terkadang saat tidak tepat sasaran akan mengenai atau melukai jamaah lain.
5. Jamaah tidak mempersiapkan diri dengan baik seperti fisik, bawa air minum, pelindung diri padahal sudah disediakan semua.
Jadi dari beberapa hal dapat ditarik beberapa kemungkinan penyebab salah satunya kemungkinan ada satu rombongan berhenti, macet, ditambah karakter jamaah asal Afrika yang tidak sabar dan grasak grusuk terjadilah musibah massal.
Lalu media syi'ah satuislam.org menyebut karena salah satu anggota kerajaan dan pasukan ingin masuk ke dalam jalur pelontaran sehingga menyebab kepanikan jamaah.
- itulah fitnah yang disebarkan -
Rasanya tidak masuk logika bila tidak ada jalur khusus keluarga kerajaan yang membuat mereka lebih mudah mencapai lokasi pelontaran. Silahkan tanyakan kepada tamu kerajaan Arab Saudi yang berhaji Apakah sama jalur pelontaran yang dilalui dengan jamaah biasa? Pastinya beda, ada jalur khusus untuk itu.
Lantas bagaimana dengan penanganan korban yang dituduhkan tidak manusiawi.
Issue ini dihembuskan hanya oleh orang orang yang tidak paham evakuasi massal dalam kejadian musibah massal. Prosedur dalam penanganan korban adalah menyelamatkan terlebih dahulu korban yang kondisi nya masih bisa diselamatkan dengan baik dan harapan keselamatan besar.
Saya yakin Kerajaan Arab Saudi sudah berupaya menciptakan sistem kerja dan penanganan musibah dan akan bertanggung jawab atas setiap musibah.
Lantas, masihkah kita menuding Kerajaan Arab Saudi sebagai satu satunya penyebab kejadian musibah tersebut?
Jika ya, berarti mungkin Anda memang syiah, pendukung syiah atau orang yang hanya ikut emosional, atau yang memang tidak tahu apa apa atau malas tahu sehingga enggan untuk konfirmasi.
Berikut foto-foto pendukung yang memperlihatkan pelayanan pihak Pemerintah Arab Saudi dalam melayani Jamaah Haji.
Salkamal Tan.