Senin, Juni 29, 2015

Jawabanku untuk dodi ElHasyimi masalah lampu di masjid, seri ke 2





Pernah bekerja di: aswaja dan Ketawa Merinding Ala Syiah
Pernah belajar di sma1
Angkatan 1994
Dia menulis  sbb:

Di Fathul Bariy diterangkan bahwa pada Jaman Sayyidina Umar Ra Masjid diperluas, disekelilingnya diberi dinding dan dipasang lampu-lampu di dindingnya :


ورفع المصابيح على الجدر

( dikutip scr ringkas )

Komentarku ( Mahrus ali ):
Kalimat :
وَرَفَعَ الْمَصَابِيحَ عَلَى الْجُدُرِ
Dan lampu –lampu  di tinggikan di dinding – dinding  masjid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam .
Itu tercantum  dalam kitab Fathul bari 147/7  dimana  Ibnu Hajar  mengutip info itu dari al Fakihi  tanpa  sanad. Jadi  tidak bisa  di benarkan, boleh disalahkan karena tanpa sanad itu. Berita  tsb spt berita  burung, tidak bisa  dibuat pegangan, lepaskan saja. Bila  kita percaya  kpd berita  spt itu kita salah karena kita percaya kpd berita yang tdak akurat. Lalu kita akan bertentangan dengan hadis sbb:
عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ أَتَاهُ سَائِلٌ يَسْأَلُهُ عَنْ مَوَاقِيتِ الصَّلَاةِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ شَيْئًا قَالَ فَأَقَامَ الْفَجْرَ حِينَ انْشَقَّ الْفَجْرُ وَالنَّاسُ لَا يَكَادُ يَعْرِفُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا (مسلم: 614) وفي رواية: حِينَ كَانَ الرَّجُلُ لَا يَعْرِفُ وَجْهَ صَاحِبِهِ أَوْ أَنَّ الرَّجُلَ لَا يَعْرِفُ مَنْ إِلَى جَنْبِهِ (أبو داود: 395)
Dari Abu Musa Al-Asy’ari: bahwa Rosul -shollallohu alaihi wasallam- pernah di datangi orang yang menanyakan waktu-waktu sholat, dan beliau tidak menjawabnya. Namun beliau kemudian mendirikan sholat shubuh, ketika muncul fajar. Ketika itu hampir saja mereka tidak mengenali satu sama lain. (HR. Muslim: 614) dalam riwayat lain redaksinya: “Ketika itu seseorang tidak mengenali raut wajah temannya”. Atau dengan redaksi: “Sungguh saat itu seseorang tidak mengenali siapa yang disampingnya”. (HR. Abu Dawud: 395, dishohihkan oleh Albani)سبل السلام (1/ 108)
لأنه كان مسجده صلى الله عليه وسلم ليس فيه مصابيح
…………., sebab masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiada lampu – lampunya.


  Dodi ElHasyimi menulis :Demikian juga diterangkan dalam kitab Akhbaarul Makkah karya Imam Al Faakihaniy

أخبار مكة للفاكهي (2/ 150)
-       حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُمَرَ الْوَاقِدِيِّ قَالَ: " [ص:158] كَانَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ جِدَارًا مُحَاطًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، حَتَّى كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , فَضَاقَ عَلَى النَّاسِ، فَوَسَّعَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ الْمَسْجِدَ , وَاشْتَرَى دُورًا فَهَدَمَهَا، وَهَدَمَ مَا قَرُبَ مِنَ الْمَسْجِدِ حِينَ أَبَوْا أَنْ يَبِيعُوا، وَأَعْطَاهُمْ أَثْمَانَ الدُّورِ بَعْدَ ذَلِكَ، ثُمَّ أَحَاطَ عَلَيْهِ بِجَدْرٍ قَصِيرٍ دُونَ الْقَامَةِ , وَرَفَعَ الْمَصَابِيحَ عَلَى الْجَدْرِ , وَجَعَلَ الرَّدْمَيْنِ؛ رَدْمَ أَجْيَادَ , وَرَدْمَ أَعْلَى مَكَّةَ
-       Komentarku ( Mahrus ali ):
Atsar yang menyatakan  bahwa  lampu – lampu di gnatungkan di masjid  itu dari  Muhammad  bin Umar al waqidi . Bukan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam , bukan tabiin . Lalu bagaimana  dia bisa menyatakan  bahwa  masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam punya  lampu – lampu yg di gantungkan. Jadi  sanadnya terputus, tidak runut.  Ia lemah sekali, bukan atsar yang sahih, tidak boleh dibuat pedoman, tapi tinggalkan saja. Bila dibuat pedoman, kita akan  tertipu karena kita berpegangan kepada atsar yang  sanadnya terputus. Sanadnya  tidak bersambung sampai sahabat.  Dalam Mausuah ruwatil hadis ada keterangan sbb:  

-         ــ  محمد بن عمر بن واقد الواقدى الأسلمى ، أبو عبد الله المدنى القاضى ، مولى عبد الله بن بريدة الأسلمى ( نزيل بغداد )
-        
-       المولد  : 130 هـ
-       الطبقة : 9  : من صغار أتباع التابعين
-       الوفاة : 207 هـ بـ بغداد
-       روى له : ق
-       مرتبته عند ابن حجر : متروك مع سعة علمه
-       مرتبته عند الذهبـي : قال البخارى و غيره : متروك

-       6175

-       Muhammad bin Umar  bin Waqid al Waqidi al aslami – Abu abdillah al madani al Qadhi – maula  Abdullah bin Buraidah al aslami  - penduduk Baghdad.

Dilahirkan pada  130 H.
Tingkatan  ke 9 dari  yunior  pengikut tabiin
Wafat  pada tahun : 207 H Baghdad
Martabatnya menurut Ibn Hajar : Ditinggalkan oleh ulama sekalipun ilmunya luas
-       Martabatnya menurut Dzahai: Imam Bukhari dan lainnya  menyatakan: Dia  ditinggalkan oleh ulama.[1]
Jadi kisah adanya lampu di masjid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  yang dikisahkan oleh al Waqidi yg pendusta itu tidak benar, salah total  dan bertentangan dengan hadis  sahih  riwayat Muslim di atas yang menjelaskan  masjid dlm keadaan gelap.
Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50







[1] Mausuah ruwatil hadis. 6175
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan