Rabu, Februari 25, 2015

Hukum makan ikan lele yang diberi makanan benda najis - kajianku ke 5




Kajian  ke 5.

حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ بَكَّارٍ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَيْبَرَ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ وَعَنْ الْجَلَّالَةِ عَنْ رُكُوبِهَا وَأَكْلِ لَحْمِهَا
Telah menceritakan kepada kami Sahl bin Bakkar telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Ibnu Thawus dari 'Amru bin Syu'aib dari Ayahnya dari Kakeknya ia berkata, "Saat perang Khaibar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang makan daging keledai jinak, menaiki hewan jallalah dan mamakan dagingnya." HADIST NO – 3316 / KITAB ABUDAUD . HADIST NO – 4371 / KITAB NASAI . HADIST NO – 6742/ KITAB AHMAD.
تخريج أحاديث وآثار حياة الحيوان للدميري من التاء إلى الجيم (ص: 1065)
وضَعَّفَهُ مُطْلَقَاً: يحيى القطان، وابن معين، وأحمد - في رواية عنهم - وأبو داود،
Perawi bernama Amar bin Syuaib telah di nyatakan lemah oleh Yahya bin Al qatthan , Ibn Ma1in , Amad  dalam salah satu riwayat dari mereka  , begitu juga Abu Dawud. , lihat kita Takhrij ahadis………  1065.
تخريج أحاديث وآثار حياة الحيوان للدميري من التاء إلى الجيم (ص: 1066)
قال ابن عيينة: (إنما يحدث عن أبيه عن جده، وكان حديثه عند الناس فيه شيء). وقال ابن معين: (هو ثقة في نفسه، وما روى عن أبيه عن جده لا حجة فيه، وليس بمتصل، وهو ضعيف ... ).
Ibnu Uyainah berkata: Sesungguhnya dia ( Amar bin Syu`aib ) meriwayatkan    dari ayahnya dari  kakeknya . hadisnya menurut  orang – orang terdapat  sesuatu . Ibn Main berkata: Dia  adalah terpercaya  untuk dirinya sendiri. Hadis  yang  beliau riwayatkan dari ayahnya dari kakeknya , maka  tidak boleh dibuat hujjah dan tidak bersambung sanadnya . Dia adalah lemah.  Takhrij ahadis …………. 1066.
تخريج أحاديث وآثار حياة الحيوان للدميري من التاء إلى الجيم (ص: 1066)
وقال أبوزرعة: (روى عنه الثقات، وإنما أنكروا عليه كثرة روايته عن أبيه، عن جده،
 Abu Zar`ah berkata: Dia adalah perawi yang banyak perawi terpercaya meriwayatkan dari nya. Mereka itu ingkar karena beliau sering meriwayatkan dari ayahnya dari kakeknya.  Takhrij  ahadis 1066.
تخريج أحاديث وآثار حياة الحيوان للدميري من التاء إلى الجيم (ص: 1067)
، ولولا كراهية التطويل، لذكرت مناكير أخباره التي رواها عن أبيه، عن جده، أشياء يستدل بها على وهن هذا الإسناد .. ) ا. هـ كلام ابن حبان في «المجروحين».
Seandainya aku tidak takut memperpanjang lebar, aku akan sebutkan beberapa  hadis mungkarnya yang beliau riwayatkan dari ayahnya dari kakeknya – beberapa masalah yang bisa di buat petunjuk bahwa sanadnya adalah lemah. ,,,,,,,,,,,,,, kata Ibnu Hibban   dalam kitab al majruhin .
Komentarku ( Mahrus ali ):
Jadi hadis tentang larangan naik dan makan daging jallalah adalah lemah sekali karena  riwayat Amar bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya. 
صحيح وضعيف سنن أبي داود - (ج 6 / ص 57)
حقيق الألباني : صحيح
Al bani menyatakan  hadis  tsb sahih.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Di sahihkan oleh siapapun tetap  dari perawi yang telah dilemahkan banyak ulama hadis dulu. Yaitu Amar bin Syu`aib  dari ayahnya dari kakeknya. Bila kita ikut pentashihan al bani , maka perawi hadis  tersebut telah dinyatakan lemah  oleh Ibn Hibban, Abu  Zar`ah, Ibn Uyainah, Ibn Main , Ahmad dan Yahya bin al Qatthan .
  Hadis  sedemikian ini tidak bisa di buat hujjah untuk mengharamkan  daging jallalah . Jadi harus kembali di halalkan, apalagi bila yang makan kotoran itu an`am  atau binatang – binatang yang jelas di halalkan oleh Allah dalam  ayat:
وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الْأَنْعَامُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ
Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.  Al haj 30.
Makanan yang najis tidak boleh dimakan itu hanya  untuk kita yang beriman , bukan orang kafir atau  untuk hewan. Bagi hewan , baik makanan suci atau najis  tetap di perbolehkan saja. Anehnya lagi, hewan jallalah tidak boleh di naiki hawatir najisnya  itu nyetrum lewat kulitnya. Pada  hal , baik unta, kuda yang makan  makanan yang tidak najis, bila makanan itu sudah masuk ke perutnya akan menjadi tahi di perutnya. Dan najis juga tahi itu.  Untuk mereka yang menghalalkan tahi binatang halal akan saya bahas di artikel lain , tidak disini.
Bila tahi dalam perut unta tidak menajiskan orang yang naik di atas punggungnya, maka sudah tentu hewan jallalahpu boleh di tunggangi dan baju kita tidak najis karena bersentuhan dengan kulitnya sebagaimana kita bersentuhan dengan kulit hewan yang lain.


Ulama yang membolehkan makan jallalah .
قال الشيخ عز الدين بن عبد السلام : لو غذَّى شاة عشر سنين بأكل حرام لم يحرم عليه أكلها ولا على غيره ، وهذا أحد احتمالى البغوى
Syaikh Izzudin bin Abd salam berkata:
Seandainya  kambing di beri makanan haram sepuluh tahun, maka  boleh di makan  bagi dia atau lainnya. Inilah salah satu dari dua  alternatif Imam Al baghowi
وقال إسحاق : لا بأس بأكلها بعد أن يغسل لحمها غسلا جيدا ، وكان الحسن لا يرى بأسا بأكل لحم الجلالة ، وكذلك مالك بن أنس
Ishak berkata: Boleh makan jallalah  setelah dagingnya di cuci bersih dengan baik. Al Hasan sendiri membolehkan makan daging  jallalah < Begitu  juga Malik bin Anas.
... وقد اختلف فى طهارة لبن الجلالة ، فالجمهور على الطهارة ، لأن النجاسة تستحيل فى بلطنها ، فيطهر بالاستحالة ، كالدم يستحيل فى أعضاء الحيوانات لحما ويصير لبنا
Sungguh para ulama masih hilap tentang kesucian air susu jallalah > Mayoritas ulama menyatakan  suci. Sebab najis itu sudah berobah di dalam perutnya. Jadi dengan demikian sudah menjadi suci seperti darah di anggota tubuh hewan lalu menjadi daging lantas menjadi susu.

مصدر الفتوى : موقع الأزهر
Kesimpulan:
Perawi bernama Amar bin Syuaib telah di nyatakan lemah oleh Yahya bin Al qatthan , Ibn Ma1in , Amad  dalam salah satu riwayat dari mereka  , begitu juga Abu Dawud. , lihat kita Takhrij ahadis………  1065.
Hadis tentang larangan naik dan makan daging jallalah adalah lemah sekali karena  riwayat Amar bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya. 
Makanan yang najis tidak boleh dimakan itu hanya  untuk kita yang beriman , bukan orang kafir atau  untuk hewan. Bagi hewan , baik makanan suci atau najis  tetap di perbolehkan saja.
 .
Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan