Sabtu, Oktober 18, 2014

Hindarilah teman yang nolak dalil dan dekatilah orang yang konsis pada dalil

Saya mengajak teman dengan maksud dakwah pada kebaikan bukan dakwah kepada kejelekan, tapi di balas dengan air toba,bukan terima kasih berteman dengan teman - teman yang baik - salihin di fb kita ini. Akhirnya karena tunduk pada ayat, saya hapus pertemanan dengannya. Ini dia orangnya.
Nigella Sativa
Orang ini saya ajak untuk berteman, maksudnya ingin agar dia ikut mendapatkan kebaikan dari artikel – artikel saya dan kawan – kawan yang lain. Paling tidak, bila punya pandangan, ikut nimbrung memberikan sharing.Tahu – tahu, malah meledek dengan kalimat – kalimat yang tak layak saya sampaikan.

Pada hal, apa yang saya sampaikan dalam artikel itu adalah masalah penting bagi seorang muslim untuk mengetahuinya. Bila salah boleh dikiritik dengan dalil. Bila kurang paham boleh bertanya. Saya sengaja gunakan laman ini untuk sharing musawarah sebelum ajal menjemput kita. Agar kita tahu, bahwa ajaran –ajaran kita masih perlu di cocokkan dengan hadis. Jangan – jangan sudah mati , tapi ajarannya masih bertentangan dengan dalil. Kita akan menyesal di akhirat.
Karena dia bangkang, tidak memberikan komentar keritik dengan dalil malah mengatai dengan nada yang jelek. Sudah, saya delet , saya hapus dan harus saya singkirkan orang semacam itu.. Saya berpegangan kepada ayat:
)وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ(55)

Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". Al qashas 55
Siapapun yang berbuat seperti dia akan saya hapus pertemanan karena saya ingin memeraktekkan ayat itu. Pada hal akhir - akhir ini , puluhan orang tiap hari minta berteman dengan saya di fb. Saya terima kasih sekali kepada mereka yang masih mau kita ajak untk sharing tentang masalah agama
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan