Minggu, September 21, 2014

Penyesatan Idrus Ramli ke 29



Pemelintiran data.

Idrus Ramli menyatakan lagi sbb: 





Komentarku ( Mahrus ali): 
Memang saat itu tidak diteliti seluruhnya dari buku LBMNU Jember, saya fokuskan pengkajian atas kekeliruan buku tsb di bidang tawassul. Karena itu bab lainnya  tidak saya bahas. Sebab untuk bahas satu bab saja masih perlu banyak halaman  dan sudah menjadi  buku yang tebal dan itu masih sedikit bila mau di cantumkan semuanya.. Untuk masalah tiada bid`ah hasanatnya, saya  bahas dalam buku karya saya: Kesesatan kiyai pendukung bid`ah hasanah.

Komentarku ( Mahrus ali):
Saya ini tidak suka dengan ijtihad, senang dengan dalil. Sebab ijtihad itu sama dengan berpendapat dalam agama. Saya ingin dalil bukan pendapat. Bila guru ahli bid`ah membawakan dalil saya terima dengan senang hati dan saya ucapkan jazakallohu khaira, karena saya mendapat ilmu baru bukan ilmu lama, bukan mendapat ilmu akal – akalan  atau ilmu kebid`ahan dan hurofat. Bila  guru – guru  saya di Saudi arabia tidak membawa dalil, lalu akal – akalan, atau membawa dalil tapi di tafsiri sesuai dengan ajaran golongannya, sekalipun menurut pengamatan  saya, hal ini jarang mereka lakukan di bandingkan dengan kalangan tokoh ahli bid`ah, maka  saya tolak, dan tidak saya terima selamanya. Saya bukan figuritas, fanatik golongan, nasionalis, sektarian, saya ingin Islam yang kaffah, landasannya dalil bukan opo jarene guru.atau apa kata lingkungan, teman atau atasan. Saya berpegangan kepada ayat:
هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: “Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar”.[1]
Bila tiada dalil, maka sudah tentu dusta kepada agama, dusta kepada Allah dan RasulNya. Ini berat sekali. Lihat ayatnya:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلاَمِ وَاللهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.[2]
Allah juga berfirman:
أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ(156)فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata? Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.[3]




Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL ) atau  08819386306   ( smartfren)







Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan