Kamis, September 25, 2014

Fatwa berobah - robah karena tuhannya Amirika dan Allah hambanya


 Bacalah  artikel  dari ustadz ini:

WAHAI KERAJAAN ...?!
(( Curahan Hati Sang Hamba Untuk Kerajaan...))
Dulu tahun 90-an (saat kasus teluk) ulama-ulama muda di Kerajaan menolak keputusan negara itu untuk MEMINTA BANTUAN KAFIRIN dalam rangka memerangi Saddam Husein yang komunis. Tapi ulama-ulama ini dikecam luar biasa, diboikot, dicela, difitnah, dst. Kemana-mana mereka dilabeli SURURIYUN, HIZBIYYUN, TAKFIRIYYUN, IRHABIYYUN, dst. (Padahal Syaikh Al-Albani Rahimahullah pun tidak menyetujui keputusan itu).
Dalil pihak pencela, "Tidak apa-apa meminta bantuan kufar untuk melawan kufar yang lain (yakni Saddam Husein)."
Nah, kini kondisi sangat berbeda. Mereka kerjasama dengan kuffar untuk menyerang sesama Muslim. Sejahat-jahatnya Khawarij, mereka masih Muslim.
SEHARUSNYA negara Kerajaan itu kemarin ikut terlibat menyerang ISRAEL YAHUDI yang telah mem-bombardir Ghaza. Saat Muslim di Ghaza palestina diserang Yahudi Israel dia-diam saja tidak ikut terlibat dalam menyerang Yahudi Israel, malah menyalahkan Hamas; namun giliran kaum kuffar menyerang Muslim, dia ikut andil di dalamnya. ANEH kok ada negara Islam semacam ini ??
Katanya negeri TAUHID, ILMU, WAL ATSAR !!??
Atau memang hamba yang salah ... ??
Ya Allah, ampunkan kesalahan hamba bila hamba salah, namun bila mereka ternyata zhalim, maka hamba serahkan kezhaliman mereka ke Tangan-MU ya Rahman ya 'Aziz...
Wahai Kerajaan, adalah suatu kepalsuan jika Kerajaan dianggap berperan kecil di dunia Islam atau Timur Tengah. Itu palsu !!
Kerajaan justru sangat berperan dalam menentukan nasib negeri-negeri Ahlus Sunnah. Bukan dengan MILITER,karena tentaranya tak pernah berperang,akan tetapi melalui: dana, minyak, lobi-lobi negara dan tekanan politik.
Izinkan hamba membuka sedikit fakta.
[1]. Ketika tahun 90-91 negara-negara Arab takut membuka pangkalan militer Amerika di negerinya; sementara Kerajaan berani buka di Dahran, dengan segala macam dalil ayat, hadits, qaul ulama dan seterusnya,Inilah awal malapetaka...
[2]. Ketika Ghaza berulang-ulang diserang Yahudi Laknatullah 'Alaihim tahun 2008, 2012, 2014, Kerajaan itu tidak mengecam Zionis Yahudi. Malah menyalahkan Hamas sebagai biang kerok serangan. Katanya jihad Palestina tidak syar'i karena pelakunya pake jins, merokok, muslimahnya jilbab kecil-kecil, ada yang pangkas jenggot, dan seterusnya.
[3]. Ketika merebak Arab Springs, negara-negara Sunni seperti Libya, Tunisia, Yaman, Mesir, Suriah dan Bahrain terbakar api revolusi. Tapi KENAPA di Kerajaan itu aman-aman saja. Tanya kenapa ?? Pasti ada perlindungan kan. Kira-kira siapa yang melindunginya ?? Invisible hands, maybe.
[4]. Tahun 2001 Afghanistan diserang Sekutu dan tahun 2003 Iraq diserang Sekutu. Iraq adalah sekutu Kerajaan itu dalam Perang Iran-Iraq. Afghanistan adalah negara yang saat era Soviet dibela mati-matian oleh Kerajaan itu & ulama-ulamanya. Kini nasib Afghanistan & Iraq tidak menentu. Tak ada pembelaan dari Kerajaan terhadap Ahlus Sunnah disana. Yang dibela malah pihak penyerangnya.
[5]. Ikhwanul Muslimin (IM) memenangkan pemilu demokrasi di Mesir, lalu kemenangan dirampas As-Sissi. Ribuan orang meninggal, bersimbah darah, ribuan ditahan, organisasi dilarang, harta kekayaan dirampas, yayasan-yayasan islam diawasi, khatib Jumat diawasi, pengajian masjid dilarang, dll. Bukan simpati kepada kaum Muslimin justru IM malah dikecam: "Itulah akibatnya kalau melawan ulil amri!" Lha, waktu kekuasaan Mursi dirampas beda lagi dalilnya. Katanya, "IM tdk demokratis, mau menang sendiri!" Jadi sebenarnya, ini agama apaan ya ?? Agama politik atau TAUHID?
[6]. Saat api revolusi mulai berhembus di Suriah, imam-imam masjid dan ulama-ulama di Kerajaan itu digerakkan untuk fatwakan JIHAD MELAWAN BASHAR ASSAD. Tapi setelah Mujahidin masuk dan tanda-tanda Jihad mulai unggul; sikap Kerajaan itu berubah. Warga Kerajaan dilarang bantu Mujahidin Suriah, yang pulang akan ditangkap, yang terlanjur berangkat dicabut status kewarganegaraannya. Ulamanya berdalil: "Tidak boleh dukung Jihad di bawah panji nasionalisme." Lha kemarin waktu merebak fatwa-fatwa Jihad ke Suriah, kok lupa istilah nasionalisme ?? Kok Aneh ya... Urusan agama, darah, iman-kufur dan kehidupan ummat KOK SEOLAH JADI MAINAN ??
[7]. Kini negeri Yaman, pusat Habaib & Salafi, jatuh ke tangan Syiah Houtsi. Sebelum jatuh, pemerintah Yaman sudah teriak-teriak minta tolong. Lalu dijawab: "Kami mau bantu, asal Anda putus hubungan dengan Al-Qaidah." Akhirnya kini Yaman jatuh ke Houtsi hanya lewat strategi MAIN MATA antara Syi'ah Houtsi, Pemerintah Yaman, dan Kerajaan.
Haduh, cantik betul akhlaq-mu wahai saudara ?? Lagi-lagi urusan agama, kesesatan, dalil-dalil, darah, harta, kehidupan Ummat JADI MAINAN...!!
Ya Allah ya 'Alim... Negara apa ini? Ahlus Sunnah model apa? Syariat merek apa ??
Kehidupan kaum Muslimin, kesucian agama, nasib negeri-negeri Sunni, Syi'ar Tauhid dan Syariat; semua itu dibuang jauh, hanya demi MENJAGA KEKUASAAN PARA BANGSAWAN.
Ya, seolah para bangsawan jadi "tujuan tauhid" tertinggi. Nas'alullah al 'afiyah was salamah.
KENAPA WAHAI SANG RAJA ??
Setelah Dr.Muhammad Mursi terpilih sebagai Presiden Mesir; negara luar yang pertama kali beliau kunjungi adalah Kerajaan itu.
Apa arti kunjungan itu?
Dr.Muhammad Mursi ingin berkata kepada Raja Kerajaan 5X, kira-kira begini:
"Tenang wahai Raja. Anda aman. Anda saudara tua kami. Anda aman wahai Baginda. Kami bawa pesan pemimpin-pemimpin IM."
Tapi tidak tahu, siapa PEMBISIK Sang Raja. Tiba-tiba dia berubah 180 derajat. Seolah dia berkata:
"IM penipu, pendusta. Mereka lawan kami. Mereka khawarij, teroris, anjing-anjing neraka",dst.
Hubungan baik dengan IM sejak tahun 60-an seketika hancur-lebur. IM dibantai, dihina, dilumpuhkan atas dukungan penuh Sang Raja.
Saat manusia sedunia mengecam kekejaman As-Sissi, Sang Raja malah berkata: "Kalau Amerika mencabut bantuan ke As-Sissi, kami yang akan bantu As-Sissi." Dunia jadi bingung. Siapa yang jadi korban, siapa yang didukung ??
Kezhaliman kepada IM inilah yang menurut hamba telah memporak-porandakan posisi Kerajaan itu.
Mengapa ??
Karena akibat kezhaliman itu (baik PELAKU & SPONSOR) mendapat doa-doa kehancuran dari Muslimin dan ulama sedunia (yang anti kezhaliman tersebut). Pasti di antara doa-doa ini ada yg dikabulkan oleh Allah Al-Majid.
Kini kaum Muslimin sedunia tahu, apa dan bagaimana kebijakan politik pemimpin Kerajaan. Posisi ia kini goyah di hati-hati Ummat.
Andaikan IM dituduh anti kerajaan (monarkhi) dan pro demokrasi; toh faktanya IM sangat baik dan hormat kepada Kerajaan Qatar. IM di Kuwait, Yordan, Maroko juga tidak melawan penguasa monarkhi.
Blunder demi blunder terus bermunculan. Niat baik saudara (IM) dibalas adzab. Nas'alullah al 'afiyah.
Maafkan hamba, hamba bukan benci atau marah pada kerajaan....
Hamba hanya coba peduli nasib Ahlus Sunnah semampu hamba. Sekali lagi maafkan hamba yang lemah ini...
JUJUR HAMBA MERINDUKAN RAJA FAHD BIN ABDUL AZIZ (Rahimahumallah).
Beliau tidak se-shaleh kakaknya, Raja Faisal Rahimahullah. Tidak sealim ulama-ulama. Tapi kepemimpinannya disyukuri kaum Muslimin sedunia.
Sejak tahun 80-an beliau sakit-sakitan. Kekuasaan resmi di tangan adiknya (raja sekarang). Konon katanya,di samping tempat tidurnya ada Al-Qur'an yang slalu beliau baca.
[1]. Beliau berjasa besar membangun Dua Masjid Suci dengan dana luar biasa besar. Beliau bangun Percetakan Mushaf dan dibagi-bagi gratis. Beliau bangun banyak universitas-universitas Islam; dan membuat kebijakan beasiswa.
[2]. Saudi, Kuwait, Emirat, dan lain-lain waktu itu terkenal sebagai "gudang infaq, sedekah dan hibah" bagi kaum Muslimin sedunia.
[3]. Kala itu Arab Saudi menjadi motor negara-negara Muslim lewat lembaga OKI, Rabithah Alam Islami, WAMY, dll.
[4]. Saudi dipandang sebagai "saudara tua" yg mengayomi Ummat, negeri-negeri Muslim. Tidak memusuhi ulama dan tidak pula memusuhi gerakan-gerakan Islam. Tokoh-tokoh dakwah mendapat suaka & perlindungan.
[5]. Tidak pernah membantu Zionis Yahudi. Tidak tunduk pada Amerika,meskipun tidak melawan juga (seperti Raja Faisal). Sikap ke Israel Yahudi jelas; yakni MENENTANG YAHUDI DAN BELA PALESTINA.
[6]. Dukung penuh pejuang di negeri-negeri Muslim tertindas; tetapi tidak terang-terangan.
[7]. Dukung penuh ummat Sunni di Iraq untuk menghadapi Iran, yang terkenal sebagai Perang Iran-Iraq.
Saat beliau wafat, ribuan Ummat men-shalatkan beliau dan mengantar ke pusaranya. Dunia Islam kala itu berduka. Makamnya hanya gundukan tanah berpasir dan nisan batu.
Ya Rabbi, beda sekali dengan kondisi kini. Zaman berubah, pemimpin berganti, nasib Ahlus Sunnah kian menderita. Nas'alullah al 'afiyah war rahmah was salamah...
Ampunkan sang Hamba,
Al-Faqiru Ila Maghfirati Rabbih,
Abi Syakir At-Thalibi.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan