Jumat, Agustus 29, 2014

lanjutan dari artikel penyesatan Idrus Ramli ke 25




Komentarku ( Mahrus ali ):
 


Bersikokoh kepada ajaran madzhab sama dengan menyatakan seolah pendapat imam Madzhab itu benar, tidak salah dan harus dipegang, tidak boleh di lepas sekalipun bertentangan  dengan  dalil. Ini mirip  dengan ayat:
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.[1]
Setahu saya dari lapangan, ilmu dan pengalaman saya, kebanyakan pengikut madzhab itu ahli bid`ah bukan ahlus sunnah, suka dengan kebid`ahan anti dalil, bahkan tidak suka dengan dalil, namun suka dengan pendapat ulama yang di akui dikalangan madzhabnya bukan ulama yang tidak diakui dikalangan madzhab. Menurut saya, saya masih belum menemukan dalil yang memperbolehkan  bermadzhab
Bermadzhab itu membikin perpecahan, bukan mempersatukan, membikin kebencian antara umat Islam, bukan saling kasih sayang. Karena itu, dikatakan  bermadzhab adalah  salah satu bentuk kesyirikan. Lihat ayat sbb:
وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَلاَ تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ(31)مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ(32)
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.  Rum 31-32


[1] At Taubah 31
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan