Rabu, Juli 30, 2014

Kesesatan Idrus Ramli ke 23



Idrus Ramli menyatakan lagi:
__ .. Dengan sangat eksmm
Mahrus Ali mengharamkan dan bahkan memusyrikkan
orang yang htrtawassul, berdztkir dan bershalawat yang telah
berkembang dan mengakar sejak masa sahabat Nabi saw.
[1] Kiyai NU atau wahabi yang sesat tanpa sadar? 16

Komentarku ( Mahrus ali): 

Pernyataan Idrus sayang sekali sekedar tulisan tanpa bukti, alias mengada – ada. Ia tulisan murahan bukan tulisan bermutu dalam hal ini dan dihalaman ini. Kita butuh bukti, bukan omongan, buktikan. Setahu saya, orang yang saya musrikkan adalah orang yang minta – minta pada orang mati seperti ini:
عِبَادَ اللهِ رِجاَلَ اللهِ    أَغِيْثُونأَ لأَجْلِ اللهِ  وَكُونُوُ ا عَوْنَناَ لِلهِ   عَسَى نَحْظَى بِفَضْلِ اللهِ
Ibadalloh rijaalalloh aghiitsuunaa li ajlillah. Wakuunuu aunanaa lillahi asaa nahdhoo bifadhlillah.
Wahai hamba – hamba Allah ( yang sudah meninggal dunia ), wahai tokoh – tokoh  agama ( yang sudah wafat )  tolonglah kami  karena Allah. Barang kali  kami  bisa berhasil / mendapat fadhol Allah.
وَياَ أَقْطاَبْ وَياَ أَنْجاَبْ  وَياَ سَادَاتْ وَياَ أَحْباَبْ  وَأَنْتُمْ ياَ أُولِى الأَلبَابْ  تَعاَلَوْا وَانْصُرُوا لله
Wayaa aqthoob wayaa anjaab wayaa saadat wayaa ahbab  wa antum yaa ulil albaab  ta`aalau wansuruu lillah.
Wahai wali – wali Quthub, orang – orang yang di pilih, para sayyid, para  kekasih  dan kalianlah orang – orang yang berakal, kemarilah  dan tolonglah kami  karena Allah.
سَأَلْناَكُمْ سَأَلْناَكُمْ  وَلِلزُّ لْفَى رَجَوْناَكُمْ  وَفِى أَمْرٍ قَصَدْناَكُمْ  فَشُدُّوأ عَزْمَكُمْ للهِ
Sa`alnaakum sa`alnaakum waliz zulfaa rojaunaakum wafii amrin qosodnaakum fasyuddu azmakum lillah.
Kami minta pada kalian  X2, dan untuk mendekat kepada Allah kami  sekalian berharap kepada kalian, dan setiap perkara  kami  bermaksud  kepada kalian ( kami minta pada kalian ), maka  teguhkan kehendak kalian untuk  Allah.
Mufti Saudi syekh Abdul aziz bin Abdillah bin Baz menyatakan bahwa doa – doa seperti itu adalah syirik besar, karena termasuk menyembah selain Allah, dan minta sesuatu yang hanya bisa di lakukan oleh Allah. Ia minta – minta kepada mayat dan orang – orang gaib. Ini adalah syirik terjelek. Sebab bangsa dahulu melakukan syirik waktu keadaan senang. [1]

Beliau menyatakan doa  tsb bertentangan dengan dakwah para rasul yang selalu mengajak tauhid sebagaimana ayat :
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus  Rasul  pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan ( Rasul – Rasul ).
Di ayat lain, Allah menyatakan :
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.
Allah juga menjelaskan tentang Nabi Nuh, Saleh, Hud dan Syuaib ketika mereka berkata kepada kaumnya :
فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): “Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).
Inilah tema – tema tauhid yang selalu di bawa oleh para Rasul, kata bin Baz

Komentarku ( Mahrus ali): 
Bila minta – minta pada orang mati masih dianggap tauhid, lalu yang syirik itu bagaimana ?

Kedustaan Idrus Ramli lagi adalah saya dikatakan mengharamkan dan memusrikkan orang – orang yang berdzikir. Saya tanya anda ini ngelamaun atau baru bangun dari tidur atau anda ingin berdusta untuk kepentingan anda dan golongan anda dalam rangka menjatuhkan pamor orang lain. Ini langkah keji dan setani yang harus ditanggalkan bukan terus dibuat senjata yang ampuh. Dimana dan kapan dibuku apa atau diartikel mana saya pernah mengharamkan dan memusrikkan orang yang berdzikir? Berdzikir itu  diperintahkan oleh Allah, lihat ayatnya:
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.[1]


Idrus Ramli berdusta lagi:
Dia menyatakan bahwa saya mengharamkan baca shalawat, kapan dan dibuku yang mana?
Mirip dengan artikel ini:


·     Maharus ali melarang shalawat



Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) · 11.718 menyukai ini
sumber:http://www.facebook.com/PENDIDIKANISLAM/posts/286493914787617


   Assalamu’alaikum.Wr.Wb

Saudara/i ku yang ku Muliakan... Jangan bingung dengan bantahan-bantahan ajaran Salafi-Wahabi yang memenuhi komentar-komentar fun page kita ini... (yang dari Awal samapi akhir menentang kebenaran)

Ketahuilah bahwa SATU aliran / (mungkin dia (M.ALI) sudah dijadikan pemimpinnya Guru oleh Faham Salafi-WAHABI karena fatwanya), kalian pasti mengenal (Mantan Kyai NU – Mahrus Ali) dia itu adalah penganut faham Wahabi.

Salah satu karyanya yang sangat fenomenal adalah di Haramkan-nya (Oleh Mantan Kyai yaitu Mahrus Ali) Sholawat Nabi “Maksudnya kata Si Mantan Kyai tsb bahwa SHOLAWAT kepada Sayyidina Muhammad Saw itu Haram”

PADAHAL (maaf saya tulis aga sedikit besar), ALLAH AZZA WA JALLA telah berfirman : “innallaha wa malaaikatahu yushollu ‘alannabiyyi yaa aituhalladiina amanu shollu ‘alaihi wasallimu tasliima.”(QS.Al Ahzhab 56)......ALLAH sudah gemuruhkan yang mana setiap firman-Nya itu diketahui oleh semua yang ada di Alam Jagad Raya ini (mustahil ciptaan ALLAH itu tidak menyaksikan ke Maha Agungan ALLAH), bahwa Sesungguhnya ALLAH dan para Malaikat itu bersholawat kepada Sayyidina Muhammad Saw, hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kepada Muhammad Rasulullah dengan sebaik-baiknya sholawat...

ini muncul (Mantan Kyai Mahrus Ali – faham Wahabi), yang buat karya Tulisnya bahwa Sholawat kepada NABI MUHAMMAD SAW itu haram.

Kembali kepada diri kita, dan fahamilah bahwa kita ini hamba ALLAH yang ingin menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya...

dan Apa diantara perintah-perintah ALLAH itu ? salah Satunya Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW !!! DAN sholawat itu diperuntuhkan untuk orang-orang yang BERIMAN !!

Mau Patuh kepada Perintah ALLAH (Dengan tidak melupakan untuk selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw) atau dengerin omongan (kata orang jawa “ORA KANGGO NGGAWE” maksudnya) si Mantan Kyai – Mahrus Ali, kalau sholawat itu haram.

Komentarku ( Mahrus ali):
  Kapan, dimana, dibuku saya yang mana, saya pernah melarang shalawat pada Nabi SAW. Itu adalah fitnah,lihat gambarnya orang pakai sorban, pakaian putih mestinya tidak berani memberitakan sebelum mengecek dulu kebenaran info itu. Coba dibaca seluruh buku karya  saya, adakah yang melarang shalawat atau memerintahkannya?. Jagalah mulut untuk berbicara yang tidak bermanfaat dan tangan untuk menulis sesuatu yang digemari setan dan dibenci Allah.
Saya tidak pernah melarang shalawat yang ma`tsur dari Nabi SAW, bahkan saya memerintahkannya karena  Allah telah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا(56)
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Al ahzab
Yang saya larang adalah bacaan shalawat Nariyah, Munjiyat, Thibbul qulub dan shalawat – shalawat syirik lainnya   bukan shalawat yang ma`tsur.

Memang saya melarang shalawat Nariyah yang syirik, tibbul qulub, al fatih dan shalawat syirik lainnya., Lihat saja dalam buku mantan kiyai NU menggugat shalawat dan dzikir syirik.

Dalam website gusmus terdapat keterangan sbb:
mantan kiai nu menggugat sholawat dan dzikir syirik
Assalmu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yai sebelmunya saya minta maaf jika pertanyaan saya mengganggu aktifitas dan kegiatan yai mustofa, begini gus beberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan ke took buku dan secara tidak sengaja saya menemukan buku berjudul “Mantan kiai nu menggugat sholawat dan dzikir syirik (Nariyah, al-fatih, munjiyat, thibbul qulub)”. Saya sangat tertarik makanya tanpa pikr panjang saya langsung membelinya. Ternyata yang dibahas dibuku ini semua mengungkap kesyirikan dari sholawat dan dzikir yang biasa say abaca, termasuk sholawat yang sudah banyak di kenal kalangan nu yaitu sholawat nariyah, dikatakan dibuku ini sholawat nariyah tersebut mengandung arti yang syirik karena memohon pertolongan kepada rasullulah Muhammad.saw,

“Wahai allah! Curahkanlah rahmat yang sempurna dan kesejahteraan yang sempurna kepada sayyidina Muhammad sebanyak jumlah kedipan mata, hembusan nafas dan sebanyak seluruh apa yang engkau ketahui. Yang dengannya segala ikatan menjadi lepas (segala kesulitan akan terselesaikan, bukan dengan allah tapi karena rasulullah), segala kesedihan akan lenyap karenanya(jadi bukan karena pertolongan, rahmat, atau karunia allah) dan dengannya segala cita-cita tercapai, dengannya pula segala kebutuhan akan terenuhi, dan dengan wajahnya yang mulia awan berubah menjadi hujan”.

Begitulah yang ditulis dalam buku yang di tulis H.Mahrus Ali ini (ditulis didalam buku tersebut bahwa beliau adalah alumni Ponpes Langitan Tuban). Saya pernah baca bahwa yang membuat sholawat nariyah syirik adalah kata “bihi”, jika “bihi” diganti denga “biha” maka artinya akan berubah dan unsur kesyirikannya akan hilang. Tetapi menurut buku ini itu tetap jelek karena membaca sholawat tersebut dengan syarat allah melenyapkan kesulitan kita, kesedihan kita. Jadi membaca sholawat tersebut kurang ikhlas, ini namanya Su’ul adab.tiada dalilnya. Sebenarnya masih banyak yang dibahas dalam buku ini namun tidak mungkin saya ungkapkan semuanya.

Bagaimana menurut gus mus tentang hal ini? Terus terang ini sangat mengganggu saya karena tidak sesuai dengan apa yang saya yakini selama ini.
Demikian dulu yai, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih. Serta saya sangat berharap gus mus mau menjawabnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Penanya : Syaiful Arifin (Arifin) pada 26 Nopember 2007 14:43:14

Jawab:
Wa’alaikumussalam warahmatuLlahi wabarakatuH.

Buku itu sudah diconter dengan buku hasil kajian kiai-kiai Jember dan Jawa Timur. Ketika diundang di UIN Surabaya untuk berdiskusi tentang pendapat-pendapatnya, si pengaku mantan kiai nu itu tidak mau datang. Coba Anda hubungi Lajnah Ta’lif Wan Nasyr Jawa Timur atau Penrbit “Khalista” Surabaya (telpon: (031) 8415832.

Wassalamu’alaikum warahmatuLlahi wabarakatuH.[2]

Komentarku ( Mahrus ali): 
Bacalah buku jawaban atas buku LBMNU Jember yaitu buku “ Sesat tanpa  sadar “ dan buku “ Kesesatan debat kiyai NU dalam pasca sarjana”. Anda akan tahu kedustaan, penyesatan buku LBMNU Jember itu.



Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL ) atau  08819386306   ( smartfren)
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1Waru Sidoarjo Jatim






[1] Al a`raf 205
[2] http://www.gusmus.net/page.php?mod=interaksi&sub=1&id=541
Artikel Terkait

1 komentar:

  1. Akidah ente apa? BERANI JAWAB? Apakah ini akidah ente?

    "'Allah Ada Dimana?' - Sebuah Aqidah Berbahaya" EDISI AKIDAH

    Pertanyaan di atas adalah pertanyaan jebakan untuk orang yang selalu membahas tempat keberadaan Allah. Orang yang selalu membahas keberadaan Allah berawal lewat pertanyaan di atas. Padahal itu pertanyaan terlarang, SESAT. Saya bertanya saat melakukan dialog akidah dengan anggota grup tertentu, yang entah dia mujazimah (membadankan Allah) atau tidak.

    Pertanyaan di atas sudah tumbuh subur dengan jawabannya, bahkan tumbuh subur di Indonesia, seolah sebuah jawaban "ketauhidan". Betapa berbahaya akidah ini, namun banyak orang berbondong-bondong mengikuti akidah berbahaya ini (entah apa motif-nya ikut golongan ini). Kenapa berbahaya? Karena bisa keluar dari iman. Lebih berbahaya aqidahnya dari akidah Mu'tazilah. Golongan Mu'tazilah dalam membahas akidah selalu berusaha untuk mensucikan Allah dari unsur kemakhlukan - walah Muktazilah banyak juga kesesatan.

    Saya bertanya seperti di atas adalah karena mereka selalu membid'ahkan dan mensyirikkan amalan NU, secara umum amalam ASWAJA (Ahlussunnah Wal Jama'ah). Saya mencurigai akidahnya. Lalu saya mengajak dialog dengan salah satu diantara mereka tentang aqidah: satu orang lawan satu orang.

    Saat saya bertanya "Allah Ada Dimana?", ada orang yang mempublish pertanyaan saya dan berkata, "Kenapa masih bertanya Allah Ada Dimana? Kenapa masih membahas Ayat Mutasyabihat?" Lalu orang yang sedang berdialog pun seakan tidak mau membahas tentang hal ini. Saat terpancing dialog panjang lebar, justru orang itulah yang menjawab hakekat keberadaan Tuhan. Karena jika mereka sudah meyakini makna teks "Allah Ber-istiwa (semayam) Di Atas Arsy" benar-benar seperti teks, itulah jawaban atas pertanyaan di atas.

    Waktu itu saya memancing dia dan mengajukkan pertanyaan, "Lalu apa maksud Allah bersemayan di atas Arsy?" Kesimpulannya, dia menjawab bahwa bersemayam maknanya luas. Bahkan menganggap bersemayam adalah bahasa Al-Qur'an (Saya jawab: Aneh, bahasa Indonesia NKRI dianggap bahasa Al-Qur'an), karena kepleset omongan. Saya tidak paham apa yang dia ucapkan karena muter-muter.

    "Apa maksud bahwa bersemayam (baca: istawa) memiliki makna luas seperti salah satunya berkuasa?" Saya sepertinya bertanya seperti ini. Namun intinya mendekati pertanyaan ini.

    Lalu dia menjelaskan, kurang lebih, bahwa "Kalau Allah menguasai atas Arsy berarti Allah duduk, berdiri, dan lainnya karena makna menguasai itu luas. Tidak mungkin Allah menguasai sesuatu namun tidak menempati seperti duduk, bediri atau lainnya"

    Padahal maksud me-nakwil-kan "Allah Ber-Istiwa Atas Arsy" dengan kalimat, "Allah Berkuasa Atas Arsy" adalah agar tidak membuat penjelasan panjang lebar mengenai makna "ISTIWA". Jangan memaknai ISTIWA dengan unsur kemakhlukan. CUkup menyerahkan makna pada Allah atau menakwili ISTIWA dengan kata BERKUASA. Selesai. Padahal simpel kalau dia tidak meyakini makna teks ayat benar-benar sesuai teks. Namun mereka sendiri, membuat jawaban atas pertanyaan, "Allah Ada Dimana?" dengan jawaban yang mengandung unsur kemakhlukan. INI AQIDAH YANG SESAT!

    Saya tidak paham apa sebenarnya dengan akidah dia. Mungkin dia karena tidak tahu saja mengenai hakekat aqidah yang benar - korban rayuan dakwah anti Asy'ariah. Semoga dia menyadari bahwa akidahnya memang sesat dan berbahaya.

    AKIDAH HAQ: Allah tidak bertempat sebelum menciptakan tempat, Allah tidak bertempat dan tidak membutuhkannya walau sudah menciptakan tempat dan Allah tetap tidak bertempat walau tempat itu sudah tidak ada. Allah ada dan berdiri sendiri dengan kuasanya tanpa membutuhkan ciptaan apapun.

    SALAM ASWAJA ASY'ARIYAH

    Sumber: Lubab Mutiara Pengajar, Klik disini

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan