Kamis, Februari 27, 2014

Rasul melakukan salat tanpa kopyah haji - kajianku ke delapan




Penggunaan Kopiah dalam Shalat

assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh..ustadz ana punya teman baru yang sama2 suka pergi k mesjid bila waktu shalat wajib datang..namun ana termasuk orang yang kurang suka menggunakan kopiah karena panas sementara dia gak ada cape2nya tuk mengingatkan ana tuk mengenakan kopiah..ana sangat mengharapkan ustadz tuk membahas hukum/tingkat hukumnya penggunaan kopiah dalam shalat karena dari pemahaman ana sih yang penting aurat telah tertutup..sangat ditunggu jawabannya ustadz..syukran katsir 
Waalaikumussalam Wr Wb
Saudara Umar yang dimuliakan Allah
Dibolehkan bagi seorang yang melaksanakan shalat untuk mengenakan peci atau kopiah selama peci atau kopiah itu bukan yang biasa dikenakan oleh orang-orang musyrik atau kafir atau yang sudah menjadi ciri khas mereka, berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim,”Bedakanlah kalian dari orang-orang musyrik.”
Atau yang diriwayatkan oleh Abu Daud didalam sunannya dan Ahmad didalam musnadnya dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi saw bersabda,”Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.”
Pengenaan peci atau kopiah tersebut disaat shalat bukanlah suatu kewajiban sehingga berdosa bagi orang-orang yang tidak mengenakannya atau tidak sah shalatnya karena kepala tidak termasuk aurat yang harus ditutupi, baik didalam shalat-shalat wajib atau sunnah, baik ketika shalat sendirian atau berjamaah, baik dirinya sebagai makmum atau imam.
Namun demikian pengenaan peci atau kopiah saat shalat adalah lebih afdhol apabila hal itu dapat menambah indah penampilan dirinya, sebagaimana firman Allah swt :
Artinya : “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid.” (QS. Al Araf : 31)
Waalahu A’lam
Sumber" Era muslim
Kesan saya dalam membaca artikel itu tiada dalil  yang menganjurkan  untuk mengenakan kopyah. Bila  orang bilang, juga  tidak ada yang melarangnya.
Saya jawab: Kita diperintahkan untuk ittiba` dan dilarang untuk menyelisihnya. Kita boleh ikut ayat:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ

“Katakanlah, jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imran: 31)
Di ayat lain, kita diperintahkan  agar mengikuti  tuntunan secara maksimal sebagaimana ayat:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ( 208 Al Baqarah )

Bila  dikatakan mengenakan kopyah atau peci lebih afdhal, maka  ini pendapat yang sangat keliru, bukan agak benar. Apakah Rasul SAW yang ketika salat  tidak mengenakan  kopyah haji selama hidupnya  itu memberikan contoh kepada umatnya  sesuatu yang tidak afdhal.

Peringatan:Mesin pencari diblog tidak berfungsi, pergilah ke google lalu tulislah:  mantan kiyai nu    lalu teks yang kamu cari
Mau nanya hubungi kami: 088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL ) Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan