Sabtu, November 30, 2013

Sheikh Abu Musa As-Suri : Kita Sukses Dalam Jihad,Gagal Dalam Politik




Jakarta (voa-islam.com) Abu Mush'ab As-Suri, menceritakan, saya ingat seorang tokoh Jihad Arab di Afghanistan, mengatakan, bahwa kita asyik dengan pertarungan militer, sukses menempa jiwa ikhlas, dan berhasil menghidupkan kecintaan mati syahid. Tetapi, kita lalai memikirkan kekuasaan (politik), sebab kita tak sepenuh hati menggelutinya.

Kita masih memandang bahwa politik adalah barang najis. Hasilnya, kita sukses mengubah arah angin kemenangan dengan pengorbanan yang mahal, hingga menjelang babak akhir saat kemenangan siap dipetik, musuh-musuh melepaskan tembakan “rahmat” kepada kita –demikian kosa kata yan biasa mereka gunakan – untuk menjinakkan kita.

Kita dihadapkan pada masa depan yang harus kita rancang dengan sebaik mungkin, dan kita raih dengan sempurna. Masa depan yang tidak semata tentang cita-cita untuk mati syahid dan sukses melewati ujian dunia. Tetapi, masa depan yang akan diwariskan generasi pasca kita. Tetapi, masa depan yang akan diwariskan generasi penerus kita.

Oleh karena itu, kita wajib mengorbankan segenap jiwa dan raga kita untuk memastikan kelak generasi kia menikmati kekuasaan al-Qur’an, bukan kekuasaan konstitusi manusia.

Kehidupan ini memiliki dua sisi, yaitu pengelolaan secara internal (politik) dan pemeliharaan dari  gangguan eksternal (militer). Kemenangan hanya lahir bila kita menggunakan kedua sisi itu sekaligus.

Rasanya sudah cukup eksperimen yang dilakukan para pendahulu. Kita hanya  perlu melihat hasil eksperimen mereka, bukan membua eksperimen baru. Oleh karena itu, kita tak sepatutnya menapaki kesalahan atau jatuh kepada perangkap yang sama. Kita hanya mampu berharap, semoga Allah memudahkan jalan kita, dan mengampuni kesalahan kita, serta mempertemukan kita dengan para pendahulu dalam  naungan rahmat-Nya.

Tatkala sayap siyasi  (politik), bukan maknanya politik kotor yang dipamerkan para penyembah dunia dengan cara mengaduk al-haq dengan al-bathil, menyamarkan kebenaran atau mengurangi harga kebenaran.

Tapi, yang dimaksud, politik yang kita baca dari  cara Nabi Shallahu alaihi  wassalam, mengelola urusan umat, baik dalam masalah sosial, dakwah, maupun jihad di medan tempur. Politik bermakna menakisme dalam menegakkan peradaban manusia. Jika melalaikannya mekanisme baku ini, kita hanya akan berputar tanpa ujung, disebabkan tak dicontohkan oleh Nabi Shallahu alaihi wassalam.

Kita pasti mampu melakukan perubahan dan itu sebuah kemestian. Kita  punya modal manhaj (methode) dan obsesi. Kita perlu peka terhadap politik, tajam melihat masa depan, qiyadah (kepemimpinan) yang solid, dan memadai, memahami rambu-rambu pertarungan dalam menghadapi berbagai ujian dan memiliki kesabaran yang luar biasa.

Pertarungan ini ibarat perjalanan panjang lintas generasi, bukan pertarurangan satu  generasi atau satu hari saja. Qiyadah  perlu memiliki kemampuan merancang berbagai sarana demi tercapainya visi sesuai dengan tahap-tahap yang berakhir dengan tegaknya Daulah Islam.

Qiyadah yang mengerti bahwa pekerjaannya ini boleh jadi akan menghabiskan umurnya, dan hasilnya bisa jadi bau bisa dinikmati oleh generasi penerusnya. Oleh karena itu, ia tak boleh terburu-buru memetik buah kemenangan, karena akibatnya   bisa fatal, “Ia tak  berhasil memetiknya, dan hasil kerjanya juga tak bisa diwariskan kepada generasi sesudahnya.

Pertarungan politis mutlak membutuhkan kekuatan militer, karena dalam keyakinan kita, tak ada bahan baku yang cocok untuk membangun kejayaan umat Islam, kecuali dengan darah. Tak bisa diganti dengan yang lain.

Mercusuar politik di Gedung Parlemen, ibaratnya seperti “narkoba sosial” yang dengannya umat Islam mabuk, sama sekali ini bukan jalan kami.Perubahan sama sekali bukan berhubungan dengan Gedung Parlemen.

Inti dari politik ala parlemen adalah sikap larut, terwarnai, dan perdamaian dengan kebathilan. Rabb kita tidak merestui jalan seperti ini. Tidak pula sebagai amal shalih, dan mengiringinya. Tapi, Rabb kita akan membiarkan, hingga selangkah demi selangkah para pelakunya masuk dalam lembah kebingungan dan kesesatan, bahkan mungkin tak akan pernah bisa keluar dari situasi itu.

Dunia internasional memandang bahwa perubahan (kekuasaan) hanya terkait dengan kekuatan (kemenangan). Keberhasilan hanya diukur dengan kekuatan dan kemenangan. Oleh sebab itu, umat Islam terkadang merapatg ke Timur (Komunis) atau ke Barat  (Kapitalis) mengikuti siapa yang kuat dan menang. Tatkala itu, sudah tercipta ketergantugan umat dalam perangkap salah satu blok. Sampai kita semua hancur karena terpecah dan terkotak-kotak dalam blok musuh-musuh Allah. *mashadi.
Komentarku ( Mahrus ali): 

Benar tidak salah apa yang di katakan oleh Sheikh Abu Musa As-Suri. Jihad dilapangan lebih menguntungkan Islam dan perjuangan di parlementer merugikan Islam dan menguntungkan lawannya – Kristen , Yahudi, Liberal, Nasionalisme dan Budha. Karena itu, hendaknya kita pandang realita yang ada didepan mata kita. Ajaran al qur an tetap di injak – injak dan UU  warisan Belanda di junjung sekalipun kita bertahun – bertahun  memperjuangkannya di Parlemen, bahkan  usul berjilbab saja masih di tentang oleh  kafirin, apalagi mengganti UU dengan al Qur an tambah mimpi di siang bolong. Lihat ikhwan kita di Suriah dalam rangka melawan rezim kufur sekalipun melakukan salat , zakat dan haji yang didukung oleh kaum Syi`ah. Mereka  telah banyak menuai keberhasilan yang gemilang. Dan runtuhnya rezim  tinggal tunggu  waktu belaka. Kita kembali saja pada ayat:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. Al Haj 78.

Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )

Dengarkan pengajian - pengajianku

Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.

 

 

 

Muslimah Perancis menantang pengadilan HAM Eropa untuk menghapus larangan cadar -





PERANCIS (Arrahmah.com) – Seorang muslimah Perancis dikabarkan menantang Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa atau European Court of Human Rights (ECHR), yang berbasis di Strasbourg, Perancis, untuk menghapus larangan cadar bagi muslimah di negara itu, lansir BBC pada Rabu (27/11/2013).

Muslimah berusia 23 tahun tersebut berpendapat bahwa cadar, dan burqa yang menutupi seluruh tubuh wanita, sesuai dengan “keyakinan agama, budaya dan keyakinan pribadi”.

Ia menolak diklaim berada di bawah tekanan dari keluarganya untuk mengenakan hijabnya.

Sementara sebuah kelompok feminis Perancis terkemuka malah mendesak ECHR untuk menegakkan larangan hijab tersebut, dengan klaim bahwa hal itu membebaskan perempuan.

“Hijab yang menutupi wajah, dengan benar-benar menutup [seluruh] tubuh dan wajah, merupakan sebuah pengekangan wanita seutuhnya sebagai individu di depan umum,” klaim kepala Liga Internasional untuk Hak-Hak Perempuan, Annie Sugier, dalam sebuah surat kepada pengadilan.

Otoritas sekuler Perancis telah melarang muslimah mengenakan penutup wajah pada tahun 2011 dan menetapkan denda bagi yang melanggarnya hingga 150 euro (Rp 2.500.000).

Negara ini adalah rumah bagi minoritas Muslim terbesar di Eropa Barat, terhitung sekitar lima juta orang, atau hampir 8% dari populasi.

Pada sidang yang digelar Rabu (27/11/2013) di Strasbourg, pengacara pemerintah Edwige Belliard mengklaim bahwa hukum pelarangan cadar itu demokratis dan didukung oleh “keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat Perancis.”

“Mengenakan cadar bukan hanya membuat sulit untuk mengidentifikasi seseorang, itu membuatnya tidak bisa dibedakan dari pemakai cadar lain dan secara efektif menyamarkan wanita yang memakainya,” klaimnya kepada pengadilan.

Sementara Ramby de Mello, seorang pengacara Inggris yang mewakili muslimah yang tidak disebutkan namanya, mengatakan hukum pelarangan cadar itu melanggar hak beragama, kebebasan berbicara dan privasi kliennya dan membuatnya merasa “seperti seorang tahanan di negaranya sendiri”.

Hijab adalah “seperti bagian dari identitasnya seperti DNA kita yang merupakan milik kita”, tegasnya.

Menurut ECHR, muslimah itu juga berpendapat bahwa hukum pelarangan cadar itu telah membuat “diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, agama dan etnis, sehingga merugikan perempuan yang, seperti dirinya, mengenakan cadar.”

Meski tidak menyebutkan namanya dalam dokumen, ia menyatakan dirinya sebagai seorang warga negara Perancis yang lahir pada tahun 1990 dan tinggal di Perancis.

Tuntutannya telah dibawa ke pengadilan sejak April 2011, ketika hukum pelarangan cadar mulai diberlakukan. (banan/arrahmah.com)

Komentarku ( Mahrus ali): 
Larangan cadar itu sama dengan larangan jilbab  bagi pelajar atau Polwan. Seorang muslim  tidak akan melakukan sedemikian. Ia  hanya  upaya orang kafir, kristen dan Yahudi untuk menegakkan  larangan cadar dikalangan mereka. Maunya mereka agar perempuan muslimah menampakkan wajah dan rambutnya bukan menutupinya dengan hijab atau  cadar. Nah sekarang begitulah nasib muslimah untuk melakukan pilihan, ikut thaghut atau Allah. Dia dibarisan  tentara Allah atau tentara Thaghit. Ingatlah firman Allah dan lupakan seruan Thaghut sbb:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Nahel 36

Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )

Dengarkan pengajian - pengajianku

Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.

Tokoh salafy penyembah Thaghut



By: SELIDIK
*****

Kembali nama Salaf tercoreng. Hanya karena kepentingan politik sesaat, dan entah apa manfaatnya bagi agama dan Islam politik pada khususnya.

Dalam fatwa terbaru yang disebarluaskan web; "Shaut As-Salaf" hari Rabu kemarin, DR. Barhami kembali mengeluarkan fatwa nyeleneh. Saat ditanya bagaimana hukumnya bagi pihak yang menjuluki para pendukung Jenderal As-Sisi, junta kudeta dengan sebutan; "Hamba sepatu militer?" DR. Barhami menjawab,

1. Jika yang dimaksud kata hamba adalah penghambaan secara makna hakiki, maka hal itu termasuk dalam kategori takfir (mengkafirkan orang lain) dan jelas dosa besar.

2. Adapun jika yang dimaksud adalah celaan atau pelecehan atau cacian, maka jelas pelaku yang memberi julukan tersebut adalah orang hina yang sabbab (penebar caci maki) dan badzzaa (penebar kehinaan). Sedangkan orang mukmin hakiki bukanlah yang suka menuduh buruk orang lain, bukan pula pelaknat, bukan pula penebar kata-kata keji, dan bukan penghina.

Menurut DR. Barhami, "Tidak boleh hukumnya membalas kebatilan dengan kebatilan yang sama. Itu masuk dalam kategori 'inad (penentangan). Terlebih jika kata ubudiyah digunakan untuk selain Allah, maka pelakunya telah kafir dan murtad."

Yang menanyakan sumber, silahkan cek di: http://www.salafvoice.com/article.php?a=7227




Komentarku ( Mahrus ali): 

Penyembah thaghut itu dijelaskan dalam al Quran, dan mereka  yang mendukungnya  dikatakan penyembah Thaghut, bukan penyembah Allah, lalu bagaimanakah  bisa di katakan takfir mengakfirkan   muslim. Ini al quran yang bilang bukan akal – akalan doktor Barhami  salafy itu. Anda  itu  ngaku salafy tapi menentang ayat quran. Lihat ayatnya sbb:

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِندَ اللَّهِ ۚ مَن لَّعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَأَضَلُّ عَن سَوَاءِ السَّبِيلِ
Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?". Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. Maidah 60.

  Karena itu, mereka yang pro thaghut untuk menghalangi  kaum penegak sunnah dan al quran  sama dengan penyembah  Thaghut bukan menyembah Allah, dapat dana dari Thaghut  dan siksa dari Allah kelak, bukan mendapat pahalaNya.

  Mau nanya hubungi kami: 088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )
Dengarkan pengajian - pengajianku Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.



The Godfather (15): Tangkap Wapres RI Boediono Kroco Mafia Berkeley -

The Godfather (15): Tangkap Wapres RI Boediono Kroco Mafia Berkeley



JAKARTA (voa-islam.com) Inilah episode negara berada dalam level terendah karena Presiden SBY dan Wakilnya berada pada ujung jurang karena skandal korupsi yang diperbuatnya bersama para kroni, baik Skandal Century, Cetak Uang ilegal dan tentunya kasus Hambalang. Namun fakta terebut tak tak bisa diharapkan apabila kesungguhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan kasus skandal Century tidak disertai keberanian dan gebrakan.).
Fakta bailout Bank Century yang sudah berjalan 5 tahun tak juga rampung, Century secara meyakinkan telah menjadi alat untuk merampok 6,7 triliun uang dan sejak itu pula Wakil Presiden Boediono disebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus Century.
Dalam skandal Century, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mengucurkan dana Rp 2,7 triliun (dari total keseluruhan Rp 6,7 tiliun) ke Bank Century pada 22 November 2008. Tanggal 22 November itu merupakan tanggal merah karena hari Sabtu. Sepertinya ada yang begitu mendesak sehingga LPS mengucurkan dana pada hari libur, hari Minggu. Tidak sembarang orang bisa memaksa transaksi sebegitu besar, apalagi pada hari libur. Sri Mulyani dan Boediono melapor ke Kalla pada 25 November setelah dana mengucur, bukan sebelumnya.
''Jadi, ada kekuatan luar biasa di balik pengucuran dana Rp2,7 trilyun di hari libur 22 Nov.2008 itu, apalagi dilaporkan duitnya dibawa tunai,'' kata Kwik kian Gie, ekonom senior dan mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian
Hasil audit investigatif BPK juga menemukan beberapa keanehan. Misalnya, BI yang dikomandoi Boediono melanggar aturan yang dibuat sendiri demi Bank Century.
Jusuf Kalla mencoba menuturkan peristiwa tersebut, dimana pada tanggal 25 November 2008 itu. Sri Mulyani dan Boediono sama sekali tidak melaporkan berapa dana yang telah dikucurkan ke Bank Century.
Belakangan ia tahu, sesuatu yang aneh telah terjadi. Sri Mulyani dan Boediono telah membahas rencana pengucuran dana talangan ke Bank Century melalui rapat pada 20 dan 21 November 2008.
Rakyat Indonesia, musuh di depan mata, Ayo Bongkar The Godfather dan Tangkap Boediono!
Mungkinkah Boediono diselamatkan layaknya Sri Mulyani, bisa saja terjadi!
Tiga Celah Kapitalisme Merangsek Indonesia Via Mafia Berkeley
Umat Islam pemilik saham kemerdekaan Indonesia dari para penjajah segera dongakkan kepala dan waspada dari cengkraman asing yang merangsek Indonesia dan faktnya telah menuju pada titik sempurna.
Revolusi fisik dan hukum dari rakyat wajib di kedepankan, karena semua pintu masuk utama bagi kapitalisme global yang mencengkram melalui ini sudah berjalan, berikut indikasinya :
1) Yang pertama melalui kebijakan ekonomi via LOI, World Bank, IMF, ADB, dan lain-lain. Para aktor dan agen utama tak lain berasal dari mafia Barkeley dan pendukung neoliberalnya.  output itu semua adalah mayoritas rakyat terlempar jadi miskin. Sumber daya alam Indonesia dikuras habis untuk memperkaya negara tertentu dan memakmurkan sebagian antek serta aktor aktor dalam dunia bisnis di tanah air. Sebaliknya rakyat Indonesia terjajah secara ekonomi terutama umat Islam.

2) Lalu yang kedua melalui kebijakan politik yaitu amandemen UUD 1945, UU yang dibiayai asing, agen-agen asing berkeliaran di hampir semua instansi. Semua LSM yang ditunjuk diperbantukan untuk mempengaruhi opini publik, kebijakan pemerintah dan merangsek ke lembaga negara. Contohnya saja

"Melaui KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang bekerjasama dengan asing yang melakukan screening terhadap partai, tokoh, dan lainnya yang boleh lolos untuk kontestasi pemilu. Outputnya, yang masuk ke DPR atau DPRD mayoritas ideologinya tidak jelas, tidak punya visi kenegarawanan, transaksional, dan bermental karyawan politik. Ini menyebabkan kita terjajah secara politik, karena aktor-aktor politik yang tidak bermutu hingga Indonesia dikendalikan penguasa global," jelas Hatta.

3) Terakhir, cengkraman asing menyusup melalui kebijakan sosial, agama, budaya, dan pendidikan yang semakin liberal. 
Masalah kegelisahan umat Islam pada lembaga UIN yang condong kepada Sepilis (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme) belum tuntas adanya. Bahkan kini semakin berani, buktinya bible bebas berkeliaran di lembaga pendidikan Islam yang seharusnya menjadi benteng terakhir dalam memperkuat aqidah umat. Ini sama saja 'gol bunuh diri' di kandang sendiri! 
Contoh saja, di UIN Jakarta Fakultas Ushuludin yang esensinya menjadi fakultas pengemban dakwah Islam ini malah menjebol gawang sendiri dengan mengundang agama - agama lain yang telah jelas kesesatan dan permusuhannya kepada Islam dan mencoba mendakwahkan agama mereka kepada para mahasiswa UIN. 
Pada salah satu stand agama Kristen tanpa sungkan membagi-bagikan paket berupa Al Kitab (Injil), Komik Kristen, Mazmur, dan buku Kristen kepada para mahasiswa yang mengunjungi stand tersebut dengan terlebih dahulu didakwahi agama Kristen.

 






Tak pelak lagi, hal itu merupakan misi 'Kristenisasi' yang terang benderang dan memasarkan pluralisme secara bebas dan di fasilitasi pihak kampus UIN Jakarta.

Ditopang siaran televisi, alat telekomunikasi yang makin canggih dan dikuasai mafia cina 80% rasanya menjadi tidak sulit. Hasilnya memang ada yang positif tapi banyak juga yang negatif. Manusia-manusia pintar makin banyak tapi nuraninya kering, hedonis, korup, exibishionist, serakah, mudah diadu domba, fanatik sempit, sukuisme, dan egois. Secara sosial budaya, kita tidak berkepribadian, kita mental terjajah.
Apa sih Mafia Berkeley itu? apa hubunganya dengan World Bank ?

Tak pelak lagi, hal itu merupakan misi 'Kristenisasi' yang terang benderang dan memasarkan pluralisme secara bebas dan di fasilitasi pihak kampus UIN Jakarta.
Ditopang siaran televisi, alat telekomunikasi yang makin canggih dan dikuasai mafia cina 80% rasanya menjadi tidak sulit. Hasilnya memang ada yang positif tapi banyak juga yang negatif. Manusia-manusia pintar makin banyak tapi nuraninya kering, hedonis, korup, exibishionist, serakah, mudah diadu domba, fanatik sempit, sukuisme, dan egois. Secara sosial budaya, kita tidak berkepribadian, kita mental terjajah. Apa sih Mafia Berkeley itu? apa hubunganya dengan World Bank ?
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/liberalism/2013/11/30/27876/the-godfather-15-tangkap-wapres-ri-boediono-kroco-mafia-berkeley/#sthash.Ql62pk0j.dpuf


 



Mafia Berkeley adalah julukan yang diberikan kepada sekolompok menteri bidang ekonomi dan keuangan yang menentukan kebijakan ekonomi Indonesia pada masa awal pemerintahan Presiden Suharto. Mereka disebut mafia karena pemikiranya dianggap sebagai bagian dari rencana CIA untuk membuat Indonesia sebagai boneka Amerika oleh seorang penulis muda Amerika Serikat
Mafia Berkeley adalah sekelompok perumus kebijakan ekonomi Indonesia yang telah dipersiapkan secara sistematis oleh kekuatan asing selama sepuluh tahun sebelum berkuasa (1956-1965) yang merupakan bagian dari strategi perang dingin dalam menghadapi kekuatan progresif dan revolusioner di Asia.
Disebut Mafia Berkeley karena kebanyakan dari generasi pertamanya adalah lulusan Program Khusus di Univesitas Berkeley, California, Amerika Serikat. Adalah suatu hal yang aneh mengingat para mahasiswa Universitas Berkeley pada tahun 1960-an adalah sekelompok mahasiswa yang progresif dan mayoritas anti perang Vietnam. Akan tetapi program yang diberikan untuk mafia Berkeley telah dirancang khusus oleh orang Indonesia untuk dipersiapkan kemudian hari sebagai bagian dari hegemoni global Amerika. Dikatakan mafia karena mengambil ide dari bentuk kejahatan terorganisir yang terkenal mengingat fungsi mereka yang secara sistematis dan terorganisir menjadi alat dari hegemoni dan kepentingan global di Indonesia.
Kelompok mafia Berkeley telah mengabdi selama 32 tahun dalam rezim Orde Baru dan terus berlangsung hingga sekarang dimana banyak sekali anggota dan murid-muridnya yang menduduki jabatan penting dalam perekonomian di Indonesia dan menjadi sebuah saluran strategis untuk kebijakan yang dirumuskan oleh IMF, bank dunia dan Depkeu Amerika Serikat. Mafia Berkeley sekaligus merupakan alat untuk memonitor kebijakan ekonomi Indonesia agar searah dengan kebijakan umum dalam bidan ekonomi yang digariskan oleh Washington. Garis kebijakan ini dikenal dengan nama Washington Konsensus. Sekilas kebijakan Washington Konsensus ini tampak wajar dan netral tetapi dibalik program itu tersembunyi kepentingan negara-negara adikuasa. Adapun beberapa kebijakan yang dilakukan oleh kelompok ini adalah sebagai berikut:
Pertama, Kebijakan anggaran ketat, selain ditujukan untuk mengendalikan stabilitas makro dan menekan inflasi, sebetulnya juga dimaksudkan agar tersedia surplus anggaran untuk membayar hutang yang untuk mewujudkannya, penghapusan subsidi untuk rakyat dipaksakan. Pembayaran utang adalah suatu bentuk keharusan, sementara urusan yang lain yang berhubungan dengan pemenuhan dasar kebutuhan rakyat adalah urusan belakangan.
Kedua, liberalisasi keuangan untuk memperlancar transaksi global dan menjamin modal dan dividen setiap saat dapat keluar dari negara berkembang.
Ketiga, liberalisasi industri perdagangan memudahkan negara maju untuk mengekspor barang dan jasa ke nagara berkembang. Tapi negara-negara maju itu sendiri melakukan perlindungan terhadap sektor industri dan pertaniannya melalui kuota, kebijakan anti dumping, export restraint, subsidi dan hambatan non tarif.
Keempat, privatisasi aset-aset milik negara yang dimaksudkan agar peranan negara di dalam bidang ekonomi berkurang sekecil mungkin. Dalam prakteknya, penjualan aset negara itu dilakukan dengan harga yang sangat murah sehingga sering terjadi program privatisasi identik dengan piratization seperti yang diungkapkan oleh Prof. Marshall I. Goldman dari Harvard.
Dalam prakteknya, kebijakan konsensus Washington seringkali dipaksakan sekaligus kepada negara berkembang tanpa suatu tahapan, fleksibilitas dan persiapan untuk memperkokoh kekuatan ekonomi domestik.
Dibawah kuasa mafia Berkeley, utang yang besar dan habisnya sumber daya alam dan hutan yang rusak, ternyata hanya menghasilkan pendapatan per kapita sekitar US$ 1000, dan pemenuhan kebutuhan dasar sangat minimum serta ketergantungan mental maupun finansial terhadap utang luar negeri.
Modus operandi utama dari Mafia Berkeley adalah mengabdi pada kekuasaan apapun konsekuensinya terlepas dari apapun bentuk dari pemerintahan yang berkuasa. Dalam berbagai kasus, mafia Berkeley justru menjadi corong public relation di berbagai forum dan media untuk memperlunak dan mempermanis image pemerintah yang otoriter ataupun represif. Efektifitas media relation mafia Berkeley terutama dilakukan dengan memberikan akses khusus dalam bentuk bocoran informasi dan dokumen-dokumen rahasia pada satu media harian dan satu media mingguan yang terkemuka dimana kedua media itu memiliki pandangan yang liberal dalam bidang sospol tetapi konservatif dalam bidang ekonomi.
Pola Rekrutmen mafia Berkeley dilakukan dengan berlandaskan pada prinsip utama loyalitas dan feodalisme di atas kriteria profesionalisme. Mereka diprogram untuk menjadi alat kepentigan global yang justru melecehkan arti penting dari semangat nasionalisme dan kemandirian yang sangat dijunjung tinggi oleh para pendiri negara, dimana dalam program itu, sebagai kompensasi atas loyalitas mereka, para kader Mafia Berkeley ini lantas dilengkapi dengan beberapa sarana seperti perjalanan ke luar negeri, keanggotaan di berbagai komite dan berbagai macam pujian sekaligus penghargaan yang diberikan oleh berbagai lembaga yang sebenarnya merupakan bagian dari kepentingan ekonomi global itu sendiri dalam berbagai media dan sarana-sarana lain.
Jika ada kebijakan presiden atau menteri lain yang bukan merupakan anggota Mafia Berkeley yang menyimpang dari arahan Konsensus Washington/ IMF-Bank Dunia, USAID. Anggota-anggota dari Mafia Berkeley ini dengan cepat melaporkan kepada perwakilan IMF, Bank Dunia dan USAID untuk dikritik oleh laporan-laporan resmi lembaga-lembaga kreditor. Untuk menjaga agar arah strategis kebijakan ekonomi Indonesia agar sejalan dengan manifestasi dari Konsesus Washington, Mafia Berkeley menyepakati penyusunan undang-undang atau peraturan pemerintah yang dikaitkan dengan pinjaman utang luar negeri sehingga sangat terbuka adanya intervensi kepentinga global atas Indonesia.
Meski dalam beberapa kesempatan IMF dan Bank Dunia selaku tuan dari kebijakan ekonomi yang neoliberal pada dekade terakhir ini mengakui berbagai kesalahannya bahwa liberalisasi keuangan yang terlalu cepat telah meningkatkan kemungkinan suatu negara terkena krisis. dan bahkan dalam publikasi terakhirnya (An East Asian Renaissance: Ideas for Growth, 2007), badan-badan itu mengakui bahwa pemerintah harus mengambil suatu tindakan untuk mengoreksi ketidak sempurnaan pasar, terutama dalam meningkatkan skala industri domestik. Dengan kata lain berkata bahwa pasar tidak bisa menyelesaikan segalanya. Mafia Berkeley masih tetap berpedoman pada prinsip itu yang sebenarnya hanya merupakan sebuah bentuk representasi dari kepentingan “tuan” mereka di Washington. [RudiP/Rak/RioC/voa-islam.com]








Jumat, November 29, 2013

Terbit telegram rahasia, patgulipat kelompok anti jilbab di tubuh Polri




Jum'at, 26 Muharram 1435 H / 29 November 2013 20:43

Polwan berjilbab sedang bertugas di jalan raya, optimisme para Polwan Muslimah dapat menjalankan syariat menutup aurat.
JAKARTA (Arrahmah.com) - Pasca pernyataan Kapolri Jendral polisi Sutarman yang membolehkan Polwan berjilbab tanpa menunggu aturan, kemudian diikuti oleh maraknya Polwan berjilbab di seluruh Indonesia. Kasak-kusuk, patgulipat pihak anti jilbab di tubuh Polri mulai muncul ke permukaan, hendak menggagalkan aturan bolehnya jilbab untuk Polwan.
“Sekarang diterbitkan telegram rahasia agar Polwan menanggalkan jilbab dengan berbagai dalih, sungguh sangat melukai perasaan umat Islam,” kata Mustafa Nahrawardaya secara  tertulis, diterima redaksi malam ini.
Mustafa mensinyalir ada kelompok intoleran di tubuh Polri yang hendak memecah belah Polri dan umat Islam, dengan mengambil isu jilbab ini.
“Pernyataan Kapolri yang tulus, diduga mendapatkan tekanan dan desakan dari kelompok intoleran yang ingin memecah belah kesatuan Polri dengan pemeluk Islam khususnya Polwan,” ungkapnya.
Semestinya, imbuh Mustafa, tidak perlu ada perintah menanggalkan jilbab bagi Polwan apabila memang ada keinginan dibuat seragam khusus di waktu mendatang.
“Jilbab yang dikenakan para Polwan sebagai sambutan positif atas anjuran Kapolri “berjilbab tanpa menunggu aturan” belum lama ini jelas sebuah respon positif dari segenap aparat Polwan di kepolisian. Tetapi perintah pencopotan jilbab saat ini jelas sebuah langkah blunder paling memalukan dan paling melukai bagi Umat yang dilakukan Polri,” papar aktifis muda Muhammadiyah ini.
Dia berharap Kapolri tidak mudah dikendalikan oleh kelompok intoleran yang bertujuan memecahbelah umat.
Mantan wartawan Jawa Pos ini menganjurkan kepada umat Islam di seluruh Indonesia, untuk merapatkan barisan. “Tidak boleh sedikitpun ada celah diantara barisan. Kuatkan tali, eratkan pegangan,” tegasnya.
Sementara kepada Ormas Islam khususnya NU dan Muhammadiyah, himbau Mustafa, ini saatnya bersatu membendung gerombolan intoleran yang mencoba membodohi Polri. (azm/arrahmah.com)
Komentarku ( Mahrus ali): 
Begitulah apa yang terjadi sejak dulu, bukan sekarang saja, persengketaan antara pihak kebatilan dan kebenaran, antara tentara setan dan tentara Allah. Masing – masing ingin mengalahkan yang lain. Dan begitu dendamnya  kalangan kafir terhadap kaum muslimin lalu begitu besar toleransi kaum muslimin karena terpaksa atau malah  setuju dengan kehendak kafir.. Tepatlah apa yang dikatakan oleh al Quran.
دَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Baqarah 109



Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )

Dengarkan pengajian - pengajianku

Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.
 




Halal Watch: Jaminan Halal Masih Belum Ada Untuk Produk Farmasi




 Halal Watch: Jaminan Halal Masih Belum Ada Untuk Produk Farmasi
JAKARTA (voa-islam.com) Meski kabar baik bagi penggemar restoran Solaria sudah hadir dengan lulus audit kehalalan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) namun belum di ikuti pada dunia medis.



  





Sebelumnya Komisi fatwa MUI dalam sidangnya hari ini (kamis, 28/11/2013) nyatakan bahwa restoran solaria halal dikonsumsi umat Islam. Hal ini disampaikan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Ustadz Irfan Helmi di wall Facebooknya dengan title " Solaria Sudah HALAL!".
Meski sudah berlabel halal umat Islam patut waspada, karena jangan sampai kerjasama dengan pihak yang mengatasnamakan syariah, menjadi pernyataan halal akan suatu produk, terutama jika jaminan halalnya lemah demikian ungkap perwakilan dari MUI Pusat, Ibu Lia Amalia Kabid Promosi & Sosialisasi Halal LPPOM MUI.
Kaum Ibu tetap harus hati-hati ketika membawakan makanan untuk putera-puteri kesayangannya karena deret antrean dikasir memang kebanyakan kaum wanita dan perlu mengindahkan pernyataan Lia Amalia ini.
Lia Amalia menandaskan kasus lain pada gerai roti BREADTALK yang tidak memperpanjang Sertifikasi Halal. Sementara sertifikasi halal yang jadi acuan untuk kerjasama ini hanya Sertifikasi Halal untuk supplier bahan baku.
#Keterangan dr MUI Pusat, diwakili ibu Lia Amalia, Kabid Promosi & Sosialisasi Halal LPPOM MUI, @breadtalkindo tidak memperpanjang SH. Sementara sertifikasi halal yang jadi acuan untuk kerjasama ini hanya SH untuk supplier bahan baku.

 




Sayangnya, kabar baik sertifikasi halal pada makanan sangat berbanding terbalik kondisinya pada dunia medis dan kesehatan. Karena faktanya Kementerian Kesehatan mengingatkan untuk tidak menggabungkan aturan sertifikasi halal produk farmasi dengan produk makanan minuman. 
Pasalnya, hingga kini belum ada negara yang menerapkan aturan sertifikasi halal dalam hal obat-obatan berdasarkan penjelasan Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Maura Linda Sitanggang,
Kementerian Kesehatan mengingatkan untuk tidak menggabungkan aturan sertifikasi halal produk farmasi dengan produk makanan minuman.
"Kemenkes berharap agar rancangan undang sertifikasi halal ini tidak diterapkan dalam dunia farmasi. Karena di seluruh negara di dunia tidak ada yg menerapkan hal itu. Bahkan Arab sekalipun tidak masuk masalah obat-obatan dalam sertifikasi halal mereka," ungkap Linda, Kamis (21/11/2013).
Linda menuturkan, Kemenkes sendiri memang pernah diajak untuk membahas rancangan undang-undang itu. Namun sudah sejak satu tahun ini Kemenkes tidak diikutsertakan dalam rapatnya dengan panja DPR.
Seharusnyaa Kementerian mendukung produk halal, bukannya balik badan dan menolak adanya sertifikasi halal produk makanan dan obat dipisahkan.
Kasihan Umat Islam, rasanya perlu kembali ke pengobatan cara Nabi. Kontroversi jaminan halal yang masih belum juga bergulir untuk produk farmasi. Sampai kapan pemakaian obat berbahan najis dan haram diberlakukan sebagai keadaan darurat? ungkap Halal Watch. 
Meski Umat Islam mayoritas di Indonesia, sayangnya langkah lembaga sertifikasi halal produk farmasi kita masih belum nampak hadir ke permukaan. Sebagai kasus pembanding, http://www.halalmedicines.com.au/ yang merupakan lembaga sertifikasi halal pada dunia medis. Sebuah langkah yang patut ditiru umat Islam Indonesia.

 



Halal Certified Medicine (HCM)

Halal Certified Medicine (HCM) is an organisation that strives towards supporting Australian Muslims in their aspirations to “enjoin what is right and forbid what is wrong”. The Muslim population has grown considerably in the last 2 decades, and forecasts predict that the rate of growth of Muslims in Australia will surpass that of other religions. With growth comes change. Muslims are now more educated than ever, more conscious and more aware of their needs and wants. A large portion of the growing Australian Muslim population are becoming more and more conscious of their responsibility as Muslims to only buy and consume halal products.

Ayo umat Islam bangkit dan tegakkan kejayaan pengobatan halal dan sesuai syariat Islam. [Trn/abdullah/voa-islam.com]
 Komentarku ( Mahrus ali): 
Karena banyak obat yang masih subhat, tidak jelas halal, mungkin juga jelas haram, maka  saya sudah sembilan  tahun  tidak pernah minum obat dari farmasi yang mengandung bahan kimia. Wal hasil saya dan keluarga  saya tidak pernah pergi ke  rumah sakit atau minum obat herbal atau obat kimia. Lalu bagaimana  caranya bila  saya sakit, keterangannya banyak dan tidak bisa diterangkan disini. Saya punya alat husus untuk itu. Hub saya bila ingin tahu.
Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )

Dengarkan pengajian - pengajianku

Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.










Kamis, November 28, 2013

Diperiksa KPK, Wapres Boediono ‘gigit’ Presiden SBY!

Secara tersirat, Wapres Boediono menyeret nama SBY. Pasalnya, usai diperika KPK, mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono menegaskan yang bertanggung jawab soal membengkaknya dana dan pencairan Rp 6,7 triliun adalah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dengan pernyataan Boediono itu, mulai terkuak dengan jelas bahwa ada tiga lembaga yang bertanggung jawab dalam kasus bailout Bank Century. Yakni Bank Indonesia di bawah tanggung jawab Boediono, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang bertanggung jawab ke Presiden SBY dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang bertanggung jawab Sri Mulyani.

Pakar hukum tata negara Prof Ahmad Syarifuddin Natabaya dan Prof Romli Atmasasmita ketika dimintai pendapat dalam pertemuan dengan Timwas Bank Century, di Gedung DPR RI, menjelaskan bahwa KSSK yang menetukan bank itu kuat atau tidak. LPS yang mencairkan tapi harus ada pertanggung jawaban dari BI. ‘’Artinya BI tidak serta merta lepas tanggung jawab. Kuncinya tadi : BI, KSSK dan LPS,” kata Natabaya.

Prof Romli tegas mmenyatakan, bahwa menurut UU LPS, maka Presiden adalah penanggung jawab setelah menerima laporan Ketua LPS untuk pengucuran dana.

“Peryataan Pak Boediono menyebut yang paling bertanggung jawab adanya dana membengkak dari Rp 632 miliar menjadi Rp 6,7 triliun mengindikasikan bahwa dia tidak mau kalau dikorbankan sendirian,” tegas anggota Timwas Century DPR, Bambang Soesatyo, Kamis (28/11/2013).

Sementara, Hatta Taliwang mantan anggota Fraksi PAN DPR RI mendesak KPK agar mengungkap siapa aktor besar di balik bailout Century, karena hanya kekuatan besar yang bisa memaksa terjadinya pengucuran dana Rp2,7 triliun (dari total keseluruhan Rp 6,7 triliun) ke Bank Century pada 22 November 2008, pada hari libur, yakni hari Minggu.(@salsa/jurnal3/muslimina)


Kesesatan Idrus Ramli ke 15



Komentarku ( Mahrus ali): 
Saya mencari perkataan Imam Muslim kepada Imam Bukhari di banyak kitab ternyata  tidak ada yang mencantumkannya. Bahkan di kitab fatawa, Tafsir, Syarah hadis atau  kitab hadisnya, saya tidak menjumpai kisah Imam Muslim berkata seperti itu. Imam Muslim hidup  sekitar  tahun  ini (206 هـ - 261 H.
Sedang pengarang  kitab Taqyid  yang di buat rujukan  Muhammad Idrus Ramli dan Muhammad Syafiq alydrus  itu  hidup sekitar tahun  570 H – 629 H.  Jadi pengarangnya  ini menerima kisah itu dari mana?  Sebab, jarak  antara pengarang kitab Taqyid  bernama  Abu Bakar – Muhammad bin Abd Ghani al Baghdadi  - Ibn Nuqthah  dengan imam Muslim itu  terlalu  jauh. Dan tidak masuk akal bila  hanya dia yang menulis kisah itu, di saat  ulama lainnya,  saya tidak menjumpai berkisah tentang hal itu. Ini yang membikin hati saya  sulit untuk menerimanya dan mudah sekali  untuk menolak kisah  itu .
Kita yang ber aliran  quran dan hadis ini  tidak mau mencium tangan orang karena  tiada tuntunannya, apalagi Imam Muslim dan Imam Bukhari,  sudah tentu  lebih tidak mau  melakukan hal itu.
 Jadi perlu dalil yang menyatakan bahwa budaya sahabat kepada Nabi adalah  mencium tangan  beliau  bila bertemu. Boleh saja mengatakan seperti itu tapi jangan orang lain suruh percaya tanpa bukti apalagi dalil. Maaf , jangan menganggap pembaca ini bukan orang atau orang – orangan yang bisa menerima  barang hurofat  yang irrasional gitu. . Tolong – tolong jangan menjadi orang pintar yang suka mempermainkan orang bawahannya ya`. Itu perlu di latih agar tidak menjadi karakter buruk di masa mendatang.

Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )

Dengarkan pengajian - pengajianku

Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.
 

Allahuakbar!, satu lagi pemuda asal Indonesia syahid di bumi Syam -




 Allahuakbar!, satu lagi pemuda asal Indonesia syahid di bumi Syam

SURIAH (Arrahmah.com) – Kembali kabar gembira menghampiri kaum Muslimin di Indonesia, kabar itu merupakan kabar syahidnya seorang pemuda Indonesia, Abu Muhammad atau yang dikenal dengan Riza Fardi, beliau syahid (insyaAllah kama nahsabuhu) dalam pertempun pembebasan Ghautah Timur, kota Damaskus bersama sejumlah mujahid lainnya. Kabar itu tersiar melalui akun twitter mujahidin suriah Katibah Suquur Al Izz (@Sqoor_Al3z).
“Laki-laki pendiam, banyak berdiri di hadapan Rabb-Nya, gemar membaca Kitabullah, dan selalu berada di garis depan dalam setiap pertempuran,” tulis akun twitter @Sqoor_Al3z, 28 November ini.
Abu Muhammad merupakan santri Kuliyatul Mu’allimin Al Islamiyyah (KMI) di Pondok Pesantren Islam Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah dan lulus pada tahun 2006 lalu. Baliau lahir di Kalimantan Barat.
Ucapan selamat pun mengalir dari teman-teman sekelas beliau semasa dibangku KMI, “Rahimakumullah wahai Abu Muhammad… Sungguh perdagangan yang menguntungkan… Sungguh perdagangan yang menguntungkan… Sungguh perdagangan yang menguntungkan, dan menempatkannya (Allah) pada tempat tinggal yang dirahmati Allah,” tulis sejumlah teman beliau dalam akun facebook.
Temannya yang lain Abu Arsalan juga menyampaikan melalui pesan singkat kepada redaksi situs ini ketika dikonfirmasi perihal kebenaran kabar syahidnya Abu Muhammad, beliau menyampaikan,
“Selama ini saya mengenalnya sebagai teman yang pendiam. Tidak banyak bicara dan rajin beribadah terutama shalat malamnya. Ia juga gemar menghafal Al Quran dan tekun membaca kitab-kitab. Mendengar berita kesyahidannya (kama nahsabuhu) ada rasa sedih & terharu..
رحمك الله يا أبا محمد وتقبل الله بالفردوس الأعلى
Rahimakumullah wahai Abu Muhammad, dan semoga Allah menerimamu pada Syurga tertinggi Al-Firdaus.”"
Semoga Allah subhanahu wa taala menerima amal ibadah beliau serta para mujahid yang syahid dan mengumpulkan mereka bersama para nabi dan syuhada di Jannah Firdaus-Nya, Allahumma Amiin.
“Ya Allah, menangkanlah para Mujahidin dimana pun mereka berada, dan jadikan kami pada barisan mereka hingga Kau cabut nyawa kami sebagai hamba-Mu yang syahid dalam membela agama-Mu, Allahumma Amiin.
(Ukasyah/arrahmah.com)