Jumat, Desember 20, 2013

Kesesatan berzanji - kajianku ke 2

Untuk cahaya Muhammad  SAW.  di sifati  dengan permulaan dalam arti  ia di ciptakan pertama kali,  setahu saya  berdasarkan hadis lemah dan orang awam banyak atau sebagian kiyai  yang terpedaya dengannya lalu percaya saja tanpa di cros check lagi. Memang mereka  tidak punya waktu  untuk itu. Seandainya  ada waktu, mereka di bidang ilmu  tidak punya modal yang cukup untuk mengetahui nya secara detail. Jadi mereka  itu hendaknya baca buku karya figur – figur yang tidak berkecimpung dalam keb id`ahan  dan kesyirikan, berzanji, diba`  dan burdah . Tapi kalangan sosok yang komitmen kepada dalil yang sahih bukan membuang hadis sahih lalu komit kepada dalil lemah..  Atau boleh juga dengarkan pengajian dari  cd pengajian saya yang sebagian telah dicantumkan di blog saya yang kedua,  atau ceramah  kalangan  ahli hadis  maka  mereka akan menemukan rahasia ketenangan, kebahagiaan di dunia dan tidak terus di hantui dengan kebimbangan  sebagaimana  ayat:  
بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَرِيجٍ(5)
Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.[1]
افتراضي
Dr Al Hilali memberikan komentar tentang hadis:   
أَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ نُوْرُ نَبِيِّكَ يَا جَابِرُ
Permulaan mahluk Allah adalah cahaya nabimu wahai Jabir.  ( hadis palsu ). 
Menurut Muhammad bin Jamil Zinu:  Hadith ini adalah hadith (حَدِيْثٌ مَكْذُوْبٌ) "Hadith bohong/palsu" atas nama Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam.  Ia bukan hadith sahih sebagaimana yang didakwakan oleh asy-Sya'rawi.  Amat jelas isi kandungannya bertentangan dengan al-Quran al-Karim dan hadith yang sahih yang menjelaskan dengan tegas bahwa manusia yang pertama dicipta adalah Adam 'alaihi as-salam bukan cahaya Nabi Muhammad dan Adam dijadikan dari tanah.

Muhammad tidak di ciptakan dari cahaya  dan itu kedustaan yang harus dilemparkan bukan di pegangi terus. Jangan membingungkan. Ia bertentangan  dengan ayat:  
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ(7)ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ(8)ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلاً مَا تَشْكُرُونَ(9)

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

Nabi Muhammad, termasuk keturunan Adam, jadi layak sekali di ciptakan dari air mani sebagaimana  dalam ayat itu.
Dalam deathox.multiply.com terdapat keterangan  sbb:  
Salman al-Farisi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkata: 'Aku dan 'Ali berasal dari cahaya yang sama di dalam genggaman-Nya seribu empat ratus tahun sebelum Ia menciptakan Adam. Ketika Allah menciptakan Adam, Ia membagi cahaya itu menjadi 2 bagian, satunya adalah cahayaku dan satunya adalah cahaya 'Ali'. 

Komentarku ( Mahrus ali ):
Saya baru kali ini menjumpai hadis seperti itu  tanpa  sanad. Saya belum menjumpainya di kitab – kitab hadis ahlus sunnah  atau mendengar ceramah dari guru – guru ahlus sunnah bukan guru ahli bid`ah yang menyesatkan.. Saya yakin  ia dari  pengikut syi`ah, entah dari mana hadis seperti itu. Ia bertentangan dengan ayat:  
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.

Ada hadis syi`ah lagi sbb:  
Nabi Muhammad berkata:  Jikalau engkau ingin melihat keteguhan dalam diri Nuh a.s, ilmu pengetahuan Nabi Adam a.s, kemurahan hati Ibrahim a.s, kesederhanaan Nabi Musa a.s, dan ketaatan Nabi 'Isa bin Maryam a.s, lihatlah 'Ali bin Abi Thalib'.  ( hadis kedustaan Syi`ah )
Komentarku:  
Masih banyak kedustaan bukan kejujuran Syi`ah yang belum anda ketahui dan sudah di sebarluaskan di komunitas syi`ah.Mestinya  dibuang saja, gantilah dengan kejujuran. Saya tidak mengerti mengapa mereka meriwayatkan hadis itu. Tujuannya hanya  nafsu, bukan tegakkan wahyu, fanatisme golongan bukan kepada Islam. Beruntunglah orang yang hidupnya di luar Iran yang basis Syi`ah bukan basis ahlis sunnah.  Bila kita lahir, disana, kita  sulit mencari kebenaran ajaran ahlis sunnah.Dan mudah sekali menjumpai ajaran Syi`ah yang sarat dengan kedustaan.  Sayangnya  kita tidak berdomisili di negri Mullah itu lalu berada di komunitas yan g suka berzanji, diba` dan akidatul awam. Jadinya  sami mawon, sulit mencari kebenaran dan mudah menjumpai kesesatan kecuali orang yang bersungguh – sungguh ke jalan lurus. Allah berfirman:  

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.[2]
 Di lain ayat Allah menyatakan:  
وَجَاهِدُوا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللهِ هُوَ مَوْلاَكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah  salat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.[3]



[1] Qaf 5
[2] Al  ankabut 69
[3] Al Haj 78
Artikel Terkait

2 komentar:

  1. Teruslah mendakwahkan sunnah ini ya ustad,maju trus

    BalasHapus
  2. PROESE PENCIPTAAN MANUSIA

    فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ مِمَّ خُلِقَ
    خُلِقَ مِن مَّاء دَافِقٍ
    يَخْرُجُ مِن بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ
    Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
    Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,
    yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. (QS. 86:5-7).
    Dalam surat dan ayat di atas, ada dua istilah yang ada kaitannya dengan proses kejadian dan pengembang biakan manusia setelah era Adam As. dan isterinya yakni SULBI atau coccyx (tulang sulbi atau tulang belakang bagian bawah) dari kaum laki-laki sedangkan TARAAIB (tulang dada) dari kaum perempuan. Lalu apa yang dipancarkan dari kedua jenis tulang ini?.
    Al Quran menjawab, air yang terpancar dari kedua jenis tulang itu adalah:

    وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ
    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari SULAALAH (sulalah) suatu saripati (berasal) dari tanah (QS. 23:12).
    ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِن سُلَالَةٍ مِّن مَّاء مَّهِينٍ
    Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari SULAALAH (saripati yang berasal dari tanah atau sari pati dari apa-apa yang kita makan) air yang hina (QS. 32:8)

    Pada kedua surat dan ayat ini ada istilah SULAALAH (sulalah) atau (sari pati tanah, kini berarti saripati dari apa-apa yang kita makan dalam tubuh kita). Artinya, bai air sari yang mengalir dari tulang sulbi maupun tulang taraaib mempunyai nama dan makna yang sama yakni sulalah atau saripati makanan yang pada hakikatnya merupakan ‘saripati’ tanah.
    Seperti kita ketahui bahwa salah satu fungsi ginjal adalah menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di dalam tulang atau dikenal dengan sumsum tulang.
    Kemana sulalah ini bermuara?
    Selanjutnya Al Quran menguraikan kepada manusia sebagai berikut:
    أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِيٍّ يُمْنَى
    ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى

    Bukankah dia dahulu setetes nuthfah yang berasal dari mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim perempuan lalu menyatu dengan indung telur menjadi = nuthfah) (lalu nuthfah ini bersemayam kokoh di dalam rahimnya perempuan),
    kemudian nuthfah itu menjadi segumpal darah (‘alaq), lalu Allah menciptakannya (menjadi jasad), dan menyempurnakannya (dengan meniupkan Roh-Nya) (QS. 75:37-38),
    Seperti uraian di atas maka sulalah itu mengalir ke organ reproduksi manusia, baik ke organ laki-laki maupun ke organ perempuan. Sulaalah yang ada dalam tubuh kaum laki-laki mengalir ke organ testis atau zakar yang dikenal dengan sebutan ‘mani’ atau sel sperma (QS. 75:37). Sel-sel mani masuk ke dalam anak buah zakar. Di sini sel-sel mani melalui suatu saluran halus yang berliku-liku dan di bagian bawah anak buah zakar beralih menjadi pipa mani, yang berjalan di depan tulang kemaluan ke atas, diiringi oleh nadi buah zakar dan anyaman pembuluh balik.
    Sedangkan sulaalah yang ada dalam tubuh kaum wanita mengalir ke organ produksinya lalu menjadi ‘indung teluar’ atau sel ovum. Indung telur berjumlah dua, terletak pada dinding sisi panggul kecil di sebelah kanan dan di sebelah kiri. Masing-masing indung telur tergantung pada beberapa ikat dan lipatan salut perut. Indung telur adalah kelenjar kelamin perempuan yang menghasilkan sel-sel kelamin, yaitu sel-sel telur (ovum).
    خَلَقَ الإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

    Dia telah menciptakan manusia dari nuthfah (penyatuan mani dengan indung telur), tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. (QS. 16:4)

    Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (QS. 96:2)

    Demikianlah kejadian awalnya dan proses selanjutnya ya sampai seorang ibu melahirkan anaknya ya sesuai dengan alur proses yang Allah Ta'ala ciptakan.

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan