Selasa, April 30, 2013

Kedustaan hadis Syi`ah



Seorang ulama Syi`ah menyatakan : Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ زَارَ الْحُسَيْنَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَكَأَنَّمَا زَارَ اللهَ فِى عَرْشِهِ
Barang siapa yang berziarah ke Husain as , seolah berziarah kepada Allah di ArasyNya.

مَنْ زَارَ الْحُسَيْنَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَتَبَهُ اللهُ  فِى أَعْلَى عِلِّيِينَ
Barang siapa yang berziarah ke Husain as maka di tulis oleh Allah di illiyin yang paling tinggi.
Komentarku ( Mahrus ali): 
Illiyin adalah tempat pencatatan amal perbuatan manusia yang shalih

مَنْ زَارَ الْحُسَيْنَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ   وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
 Barang siapa yang berziarah ke Husain as, maka  wajib masuk surga.


Komentarku ( Mahrus ali): 
Itulah kedustaan ulama Syi`ah bukan  ahlis sunnah dalam menyampaikan hadis tanpa sanad. Jarang dijumpai mereka jujur dalam menyampaikan hadis. Dan tiada hadis mereka yang memiliki sanad bersambung sampai Rasul. Dan ini termasuk berbuat kedustaan kepada Allah dan RasulNya, bukan kejujuran ,apakah tidak ingat ayat:
وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ(33)
Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.  Zumar.
Bagi orang yang membenarkan kepada ajaran Nabi Muhammad termasuk orang – orang yang bertakwa. Tapi bagi orang yang mendustakannya termasuk orang yang durhaka. Apalagi berbuat kedustaan atas nama Nabi SAW

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa berdusta padaku dengan sengaja, maka hendaknya dia bersiap-siap mengambil tempat duduknya di Neraka”.

Mau nanya hubungi kami:
088803080803. 081935056529
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1
                           Waru Sidoarjo



مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa berdusta padaku dengan sengaja, maka hendaknya dia bersiap-siap mengambil tempat duduknya di Neraka”.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan