Minggu, Februari 17, 2013

Hadis - hadis populer tapi lemah ke 49



أَخْرَجَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرْ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ أَخِيْهِ الْمُؤْمِنِ كَانَ يَعْرِفُهُ فِىالدُّنْيَا فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِلاَّ عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ
Setiap orang yang berjalan bertemu dengan kuburan saudaranya yang mukmin  yang masih di kenal waktu didunianya,   lalu membaca salam kepadanya  maka mayat akan tahu dan menjawab salam kepadanya. 

ذكره محمد بن عبد الوهاب النجدي – مؤسس الفرقة الوهابية – فى أحكام تمني الموت ص / 46 



Komentarku ( Mahrus ali ):
Hadis  tsb di nyatakan lemah oleh syaikh Muhammad Nashiruddin al albani  dalam kitab Addo`ifah 4493,  lihat di dhoiful jami` 5308
HR Tammam  63/1 nomer 139 Al Khathib 137/6 Ibnu Asakir 380/10. Ia juga diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi  dalam kitab al ilal al mutanahiyah  911/2 nomer 1523 dan beliau menyatakan: Tidak sahih. Sungguh para ulama telah sepakat untuk menyatakan lemah kepada perawi Abd Rahman.
Imam Zarqani al Maliki  dari Al baji – Al- Qadhi Iyadh – dua imam Madzhab Maliki menyatakan bahwa  orang – orang yang sudah meninggal dunia tidak mendengar,  maka hapallah
Syaik  Muhammad Assaffarini – bermadzhab Hambali dalam  kitabnya  “ Al Buhur Zahirah  fii ahwaalil  aakhirah  menyatakan sbb:
Aisyah ra ingkar bahwa mayat –mayat mendengar.  Rasulullah SAW  tidak pernah bersabda: Sesungguhnya mereka  bisa mendengar apa yang saya katakan sekarang – tapi beliau bersabda:  Mereka ( mayat – mayat di sumur qalib di Badar )  mengetahui apa yang saya katakan kepada mereka adalah benar. Lalu Aisyah membaca  ayat:
إِنَّكَ لاَ تُسْمِعُ الْمَوْتَى
Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar
وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي اْلقُبُوْرِ
dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.[1]
Al hafizh Ibnu rajab berkata:
Pendapat Aisyah  tentang mayat – mayat tidak mendengar perkataan orang – orang hidup telah di cocoki  segolongan  ulama  dan di tarjih oleh Al Qadhi – Abu Ya`la  dari tokoh – ashab kami dalam kitabnya: “ Al jami`ul kabir “ Mereka berhujjah dengan landasan hujjah Aisyah,   mereka menjawab terhadap hadis sumur Badar dengan jawaban Aisyah. Boleh juga hal itu  merupakan mu`jizat yang husus untuk Nabi SAW  bukan orang lain – yaitu mayat – mayat mendengar perkataan Nabi SAW.
Dalam sahih Bukhari,  Qatadah berkata: Mereka dihidupkan oleh Allah ta`ala – ya`ni mayat – mayat di sumur itu   sehingga  mereka mendengar perkataan Nabi SAW untuk mengatai mereka.
Segolongan ulama berpendapat bahwa mayat bisa mendengar perkataan orang – orang yang hidup secara global. ……………….end
Jadi jelas sebagian ulama  telah cocok dengan pendapat Aisyah ra  bahwa mayat tidak bisa mendengar,   diantara mereka adalah  Al Qadhi Abu Ya`la yang termasuk tokoh ulama madzhab Hanbali  sebagaimana  madzhab  tokoh – atau  imam – imam kita madzhab Hanafi  rahimahullah. 
Dalam kitab Ruhul ma`ani:
Orang yang menyatakan  mayat bisa mendengar  berlandaskan hadis riwayat Al Baihaqi  dan AL Hakim dan beliau menyatakan  sahih,  begitu juga lainnya.  ( Hadis tsb mungkar.
Dari Abu Hurairah,  sesungguhnya Nabi SAW berdiri di muka Mus`ab bin Umair  dan para sahabatnya  ketika kembali dari perang Uhud  lalu berkata: Aku bersaksi bahwa kamu sekalian adalah hidup  di sisi Allah,  maka berziarahlah  kepada mereka. Dan katakan salam kepada mereka. Demi Tuhan yang jiwaku di tanganNya. Bila seseorang diantara mu membaca salam kepada mereka  maka mereka akan menjawab sampai hari kiamat.
Orang – orang yang menyatakan mayat tidak mendengar perkataan orang hidup  menyatakan bahwa pentashihan Hakim  tidak bisa di buat pegangan dan tidak di anggap. Bila  kita menyatakan hadis tsb sahih,  maka mayat – mayat yang tidak bisa mendengar perkatan orang – orang yang hidup itu selain orang –orang yang mati sahid. Sebab secara global mereka punya keistimewaan  di banding  orang – orang mati lainnya. Sebab telah di beri tahu bahwa mereka  hidup disisi Allah azza wajal. ‘



[1] Fathir 22

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan