Selasa, Januari 29, 2013

Tekan Kriminalitas di Makkah dengan Mempekerjakan Orang Burma



Tekan Kriminalitas di Makkah dengan Mempekerjakan Orang Burma
Hidayatullah.com—Seorang pakar masalah keamanan Saudi mengatakan, pemberian pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta lapangan kerja bagi komunitas Burma akan menekan angka kriminalitas di Makkah.
Dalam pernyataannya yang dikutip Arab News (27/1/2013) Mayjen Yahya al-Zayedi, bekas direktur Kepolisian Makkah, mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar bagi komunitas Burma (Myanmar) menjadi prioritas penting sebab orang-orang asing itu tidak memiliki dokumen resmi sehingga tidak dapat mengakses layanan pendidikan dan kesehatan, yang pada akhirnya menggiring mereka melakukan perbuatan kriminal seperti mencuri dan lainnya.
Orang-orang Burma, komunitas terbesar kedua di Makkah, tinggal di lingkungan kumuh seperti Al-Kidwah, Kudai, Al-Nakkasa, Al-Kankaria, Khalidiah-1 dan Al-Zuhur di daerah Misfalah.
Menurut Al-Zayedi, pertumbuhan populasi komunitas itu yang sangat cepat dalam sepuluh tahun terakhir ini menambah keadaan semakin buruk. Daerah tempat tinggal mereka menjadi lingkungan yang tidak tertata dengan baik, sehingga saat ini sudah perlu dilakukan perubahan di seluruh kawasan tersebut.
Selain menyediakan perumahan dan kebutuhan dasar lainnya, lebih jauh lagi komunitas Burma harus didata dengan sistem sidik jari. Hal ini akan memudahkan penyelidikan jika terjadi aksi kriminalitas di lingkungan mereka. Demikian menurut Al-Zayedi, seorang pensiunan perwira tinggi polisi di Makkah.
Al-Zayedi memuji langkah Gubernur Makkah Pangeran Khald al-Faisal yang dikabarkan telah melakukan tahap awal perbaikan kondisi masyarakat di lingkungan-lingkungan menegah ke bawah di wilayah kerjanya, dengan mengumpulkan data statistik kependudukan. Termasuk di dalamnya mengeluarkan izin tinggal bagi orang-orang Burma yang mencari pekerjaan secara legal.*
Komentarku ( Mahrus ali): 
Kaum muslimin yang tinggal di Mekkah harus mendapat keamanan, bukan di suruh pulang, dikejar polisi lalu di tanyai izin tinggal. Sebab,  ada yang mereka itu ingin tinggal di Mekkah, ingin ibadah, belajar ilmu agama disamping kerja untuk makan secukupnya. Hal ini sinergi dengan ayat:
وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ(125)
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang ruku` dan yang sujud".Baqarah
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan