Senin, Januari 28, 2013

Kesesatan Nashiruddin Al-bany (wahaby – salafy) Dalam Ilmu Hadits ke 2






Judul asli buku : Tanaqudlaat Albany al-Waadlihah fiima waqo’a fi tashhihi al-Ahaadiits wa tadl’iifiha min akhtho’ wa gholath (Kontradiksi Al-Albani yang nyata terhadap penshahihan hadits-hadits dan pendhaifannya yang salah dan keliru).

Pengarang: Sarjana Mesir yang bernama Mahmud Sa`id Mamduh
Penerjemah: S yaikh Hasan Ali Assegaf
No.2: (Hal. 10 nr.2) Hadits : “Korbanlah satu sapi muda kecuali kalau itu sukar buatmu maka korbanlah satu domba jantan” ( Muslim nr.1963 dalam versi bahasa Arab yang versi bahasa Inggris 3/4836 hal.1086). Al-Albani berkata Daeef Al-Jami wa Ziyadatuh, 6/64 nr. 6222 bahwa hadits ini lemah. Walaupun hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim, Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah dari Jabir ra.
Penulis buku Mahmud Sa`id Mamduh menyatakan sesat kepada al albani karena melemahkan hadis riwayat Muslim tsb.
Komentarku ( Mahrus ali): 
Kita harus mengkaji dulu barang kali Al bani yang benar dan Ust Mahmud yang salah atau kebalikannya. Dan kita hanya mengikuti ilmu bukan emosi,mengikuti hasil pengkajian sekalipun tidak sesuai dengan hati kita.bukan taklid buta Arabnya sedemikian:

صحيح مسلم ٣٦٣١: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ
Shahih Muslim 3631: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Abu Az Zubair dari Jabir dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kamu sembelih kecuali kambing yang berumur setahun lebih, Jika itu sulit kamu peroleh, sebelihlah jadz'ah ( kambing yang berumur enam bulan ke atas)."
-     تحقيق الألباني :
-     ضعيف ، ابن ماجة ( 3141 ) // ضعيف سنن ابن ماجه ( 676 ) ، الضعيفة ( 1 / 91 - 93 ) ، الإرواء ( 1145 ) ، ضعيف الجامع الصغير ( 6209 ) //
Pengkajian al albani:
Hadis tsb lemah, sunan Ibn Majah 3141. kitab Dhaif sunan Ibn Majah 676. kitab Dhoifah  93-91 /1. kitab Al Irwa` 1145.  kitab Dhoif jami` shaghir 6209.
مشكاة المصابيح - (ج 1 / ص 326)
-     [ 3 ] ( صحيح )
Dalam kitab Misykatul mashobih 326/1. Al bani menyatakan hadis tsb sahih.
Ada kesalahan terjemah dari S yaikh Hasan Ali Assegaf sbb:
Korbanlah satu sapi muda kecuali kalau itu sukar buatmu maka korbanlah satu domba jantan” 
Mestinya tidak begitu, tapi:
"Janganlah kamu sembelih kecuali kambing yang berumur setahun lebih, Jika itu sulit kamu peroleh, sebelihlah jadz'ah ( kambing yang berumur enam bulan ke atas)."
Barang kali S yaikh Hasan Ali Assegaf  rindu pada……………. , atau dirindukan oleh  ………….,hingga terjemahannya keliru, atau mungkin salah paham atau salah cetak dan belum dikoreksi lagi karena tidak ada kesempatan. Dengan bagaimanapun argimentasinya yang penting keliru dan kasihan pembacanya di kelirukan.

 Hadis riwayat Muslim itu dilemahkan oleh al bani, lalu di sesatkan oleh Syaikh Mahmud tanpa alasan kecuali hanya mitos di masa lalu yang menyatakan:”  tidak boleh melemahkan kepada riwayat Muslim dan Bukhari. Harus dikatakan sahih, haram dilemahkan dan dapat dosa atau sesat”.
 Ini argumentasi al bani untuk melemahkan riwayat Muslim di atas.  Al bani berkata sebagai argumentasi melemahkannya sbb:
 إرواء الغليل في تخريج أحاديث
 منار السبيل - (ج 4 / ص 359)
 وَمَدَارُ الطَّرِيقَيْنِ عَلَى أَبِي الزُّبَيْرِ وَهُوَ مُدَلِّسٌ مَعْرُوفٌ بَذْلِكَ خَاصَّةَ عَنْ أَبِي بِيرَ فَيُتَّقَى حَديثُهُ عَنْه مَا لَمْ يُصَرِّحُ بِالتَّحْدِيثِ وَكَانَ مُعَنْعَنًا كَمَا فَعَلَ فِي هَذَا الْحَديثِ فِي جَمِيعِ الْمُصَادَرِ الْمُخْرِجَةَ لَهُ وَقَدْ كُنْتُ اُغْتُرِرْتِ بُرْهَةًَمِنَ الزَّمَنِ بِهَذَا الْحَديثِ مُتَوَهِّمًا صِحَّتَهُ لاخراج مُسْلِمٍ إِيَّاهُ فِي ( صَحِيحِهِ ) ثُمَّ تَنَبَّهْتُ لِعِلَّتِهِ هَذِهِ تَنَبَّهْتُ عَلَيهَا فِي ( سِلْسلَةَ الاحاديث الضَّعِيفَةَ )( ج 1 ص 91 طَبْعُ الْمَكْتَبِ الاسلامي فِي دِمَشْقَ ).
 Pokok persoalan dua  jalur periwayatan pada Abu Zubair. Dia suka menyelinapkan perawi lemah agar tampak sahih dan dia juga terkenal melakukan sedemikian, apalagi riwayatnya dari Abu Bir. Jadi hadisnya harus dihindari selama  dia tidak menyatakan haddatsana dalam meriwayatkan. Dia juga menggunakan kalimat an ( dari )  sebagaimana  di lakukan pada hadis  ini  dalam seluruh sumber yang mengeluarkan atau meriwayatkan hadis tsb
       Suatu saat aku tertipu dengan hadis itu, lalu aku anggap  sahih karena Imam Muslim meriwayatkannya dalam kitab sahihnya. Lalu aku teringat illatnya, lalu aku juga ingat padanya dalam kitab Silsilatul ahadis  dhoifah 91/1 cetakan al Maktabul islami Beirut.
Komentarku ( Mahrus ali): 
Abuz Zubair adalah mudallis dan ini termasuk cacat dalam meriwayatkan hadis, kecuali dalam meriwayatkan menggunakan kalimat haddatsana. Karena itu, riwayat Muslim itu tidak disahihkan oleh albani.
Badar al umrani berkata:
بدر العمراني
27-11-05, 05:18 PM
الحديث لا يصح ، و علته كما يظهر من الروايات المعروضة هي : عنعنة أبي إسحاق السبيعي و هو مدلس مشهور أنظر ترجمته في طبقات المدلسين لابن حجر ، و الحديث ضعفه الألباني لذلك لم يذكره في كتابه صحيح الكلم الطيب. و الله أعلم
Hadis tsb tidak sahih, illatnya  sebagaimana dari riwayat yang di tampakkan yaitu an`anah Abu Ishak assubai`i. Dia mudallis yang  populer, lihat riwayat hidupnya dalam kitab Thobaqat mudallisin karya Ibn Hajar. Ia di lemahkan oleh al albani, karena itu tidak di sebutkan dalam kitabnya  Sahih kalimit thoyyib, wallahu a`lam.
Abu Ishak yang mudallis itu meriwayatkan hadis dengan kalimat “dari” bukan “haddatsana”, dan ini termasuk kelemahan bagi mudallis dalam meriwayatkan hadis.
Komentarku ( Mahrus ali): 

Ada  hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Ishak assubai`I bukan hadis di atas. Hadis dilemahkan karena  dia mudallis ( suka menyelinapkan perawi lemah dan tidak di cantumkan dalam sanad).

مُحَاضَرَاتٌ فِي عُلُوْمِ الْحَدِيْثِ - (ج 1 / ص 30)
(
الْتَّدْلِيْسُ أَخُو الْكَذِبِ )) ،
 وَقَالَ أَيْضًا : (( لأََنْ أَزْنِي أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ أَنْ أُدَلِّسَ )).

Kuliah tentang Ilmu hadis - (c 1 / p. 30)
(Tadlis adalah saudara kedustaan )),

  Syu`bah juga mengatakan: ((  Saya berzina lebih berharga bagi saya daripada berbuat tadlis  / menyimpan perawi lemah.))

. بُحُوْثٌ فِي الْمُصْطَلَح لِلْفَحْل - (ج 1 / ص 302)
وَعَلَى هَذَا نَصَّ الْشَّافِعِي -رَحِمَهُ اللهُ - فَقَالَ: ((وَمَنْ عَرَفْنَاهُ دَلََّسَ مَرَّةً فَقَدْ أَبَانَ لَنَا عَوْرَتَهُ فِي رِوَايَتِهِ، وَلَيْسَتْ تِلْكَ الْعَوْرَةُ بِالْكَذِبِ فَنَرُدَّ بِهَا حَدِيْثَهُ،وَلاَ  الْنَّصِيْحَةُ فِي الْصِّدْقِ،فَنَقْبَلَ مِنْهُ مَا قَبِلْنَا مِنْ أَهْل الْنَّصِيْحَةِ فِي الْصِّدْق))
وَيُمْكِنُ حَمْلُ الْتَّشَدُّدِ الْوَارِدِ عَنْ شُعْبَةَ عَلَى (( الْمُبَالَغَةِ فِي الزَّجْرِ عَنْهُ وَالتَّنْفِيْرِ ))


 Buhus fil mustholah lilfahl  - (c 1 / hal 302)
Pada masalah ini teks  Shafie menyatakan  - Rahimahullah -: ((  Dan orang yang kami tahu melakukan tadlis sekali .  sungguh  dia telah menunjukkan kepada kita celanya / aibnya  dalam meriwayatkan hadis,  Ia bukan  kebohongan yang kita tolak, dan bukan  nasihat yang  jujur, lalu kita terima  sebagaimana apa yang kita menerima dari orang-orang ahli nasihat  dengan kejujuran)).
Dan sikap ekstrim Syu`bah itu mungkin untuk bersikap ketat  dalam melarang tadlis  dan sebagai pencegah))

Komentarku ( Mahrus ali )
Saya  setuju ini karena sesuai dengan ayat :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.[1]
Menyelinapkan perawi lemah itu ada kesan berbuat kedustaan hadis – kedustaan pada umat dan pada Nabi SAW. Dan ini akan di ancam  dengan hadis :
إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى  أَحَدٍ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا
  فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

 “Sesungguhnya berdusta atas namaku tidak sama dengan berdusta atas nama orang lain. Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di api neraka.”  (Bukhari, 23, Kitabul Janaiz, 34, bab dimakruhkan meratapi orang mati).[2]

    بُحُوْثٌ فِي الْمُصْطَلَحِِ لِلْفَحْل - (ج 1 / ص 303)
لاَ  تُقْبَلُ رِوَايَةُ الْمُدَلِّسِ ، سَوَاءٌ صَرَّحَ بِالْسَّمَاعِ أَمْ لاَ  ، حَكَاهُ ابْنُ الْصَّلاَحِ عَنْ فَرِيْقٍ مِنْ أَهْلِ الْحَدِيْثِ وَالْفِقْهِ، وَهَذَا مَبْنِيٌ عَلَى الْقَوْلِ بِأَنَّ الْتَّدْلِيْسَ نَفْسَِهُ جُرْحٌ تَسْقُطُ بِهِ عَدَالَةُ مَنْ عُرِفَ بِهِ . وَهَذَا الََّّذِي اسْتَظْهَرَهُ عَلَى أُصُوْلِ مَذْهَبِ اْلإِمَامِ مَالِكٍ الْقَاضِي عَبْدُ الْوَهَّابِ فِي الْمُلَخَّص.
.
Penelitian di al mustholah karya al Fahl - (c 1 / hal 303)
Tidakdi terima riwayat Mudallis, apakah dia menyatakan  mendengarkan atau tidak. Ia diriwayatkan oleh Ibn al-Salah dari  sebuah tim ahli dari hadits dan fiqh, dan ini didasarkan pada pandangan yang  mengatakan bahwa tadlis itu sendiri aib yang menurunkan keadilan orang yang populer dengannya. Inilah yang tampak lebih jelas dari  dari pandangan Abd Wahhab  seorang Qadhi menurut landasan – landasan Madzhab Imam Malik dalam al Mulakkhos .


[1]  Al Hujurat  6
[2] Al albani menyatakan hadis tsb sahih , hadis nomer 2142 Sahihul jami` , Sahihut targhib wattarhib 22/1 Sahih wa dho`iful jami` 352/9 .

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan