Senin, Desember 31, 2012

Kisah wartawan penelusur bakso oplosan daging celeng berujung maut




  Posted by: nahimunkar.com

Pemimpin Banten Pantura Pos kecewa terhadap polisi, baik masalah kematian wartawannya maupun tidak seriusnya dalam mengusut  bakso oplosan daging celeng itu.

Ilustrasi bakso babi_832643875

Pembunuhan wartawan, ilustrasi / ISTIMEWA/GOOGLE IMAGE     babi dan sapi. ilustrasi / herman-salim

    Usni (paman Alvin wartawan Banten Pantura Pos)  melihat luka di wajah dan kepala Alvin seperti luka akibat pemukulan. Ia yakin keponakannya itu menjadi korban pengeroyokan yang berujung maut. Selain luka-lukanya, kecurigaan Usni bertambah karena tiga hari sebelum kematian Alvin, ada empat wartawan lain yang dikeroyok saat mencar informasi tentang bakso oplosan daging sapi dan daging celeng.
    Sebelum meninggal dunia, Alvin diketahui tengah melakukan investigasi tentang informasi daging sapi yang dicampur daging celeng menjadi bakso di sejumlah tempat di Kota Tangerang. Informasi itu didapat dari sejumlah pengakuan pedagang bakso yang mengatakan jika bakso daging sapinya dioplos dengan daging celeng. Bahkan Alvin memiliki sejumlah data lokasi tempat dimana kegiatan yang merugikan masyarakat itu dilakukan.
    “Alvin mengaku sekitar ada tujuh lokasi yang melakukan pengoplosan daging sapi dengan daging celeng, bahkan sebelum di Jakarta Selatan terkuak, hanya media kami yang sering memberitakannya,” kata Mansur Pemimpin Banten Pantura Pos (BPS).
    Mansur, Pemimpin Banten Pantura Pos (BPS)  mengaku kecewa dengan hasil penyelidikan Polres Metro Tangerang yang menyimpulkan korban tewas akibat kecelakaan di Jalan Juru Mudi, Batuceper, Kota Tangerang.
    Padahal, pihak keluarga dan rekan kerja korban melihat mencurigai luka-luka di tubuh korban bukan berasal dari kecelakaan, melainkan luka bekas penganiayaan. Bahkan Kapolres Metro Tangerang, Kombes Wahyu Widada dinilai tidak serius menyelidiki penjualan daging celeng yang dioplos daging sapi menjadi bakso.
    “Bongkar dulu sindikat pengoplosan daging celengnya di sejumlah lokasi di Kota Tangerang. Dengan begitu misteri kematian wartawan kami akan terkuak. Dan investigasi bakso daging sapi yang dicampur dengan daging celeng itu bukan hisapan jempol belaka,” kata Mansur ketika dihubungi Pos Kota, Jumat (14/12) siang.

Inilah beritanya.

***

    Telusuri Bakso Celeng, Wartawan Dibunuh

    JAKARTA – Tiga bulan sebelum kasus daging celeng dioplos daging sapi untuk dijadikan bakso terungkap, seorang wartawan yang mendapat tugas dari redaksinya untuk menelusuri kejadian ini tewas.

    Wartawan itu diduga dikeroyok sekelompok pemuda di Pasar Anyar, Tangerang. Di pasar ini ia mencari tahu tentang maraknya penjualan daging celeng untuk dioplos manjadi bakso.

    Alvin Wahyudi Lakoni, 38, kini sudah tenang di pembaringannya di TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Hingga kini, kematian wartawan koran Mediator itu masih berselubung misteri. Kepada keluarga korban, polisi menyebut Alvin tewas akibat kecelakaan. Sedangkan keluarga bersikeras bahwa Alvin dibunuh.

    Usni, paman korban, mengatakan penelusuran informasi penjualan bakso berbahan daging celeng yang dilakukan keponakannya terbukti bukan isapan jempol. Sekarang baru ribut ada bakso dicampur celeng. “Saya berharap polisi menyelidiki kasus kematian Alvin sampai tuntas dan menangkap pelakunya,” ujarnya kepada Pos Kota, Kamis (13/12) malam.

    Dijelaskan Usni, Minggu (23/9) sekitar Pk. 03:30, Alvin berada di Pasar Anyar, Tangerang. Bapak empat anak itu datang untuk meliput secara investigasi setelah menerima informasi penjualan bakso berbahan celeng di beberapa pasar.

    Layaknya wartawan yang meliput, ia menelusuri mencari tahu benar tidaknya informasi yang diterima. Saat bertanya ke sana-sini, timbul pertengkaran dengan sejumlah orang. Cekcok mulut itu berlanjut menjadi pengeroyokan hingga wartawan itu terkapar. Dalam keadaan terluka, ia menghubungi Midun, rekan seprofesi. Tak lama, Midun datang. Melihat koleganya berdarah-darah, Midun melarikannya ke RSUD Kab. Tangerang. Alvin menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit itu seitar Pk. 07:00. Midun melapor ke Polresta Tangerang.

    LUKA PARAH

    Menurut Usni, keponakannya tewas dengan luka parah di wajah dan kepala. Selain lebam di wajah, Alvin juga patah tulang hidung, bibir robek dan luka di kepala yang terus mengeluarkan darah.

    Polisi, sambungnya, mengatakan Usni tewas akibat kecelakaan lalulintas. “Saya tak yakin. Helm dan motornya bersih, tak ada kerusakan bekas jatuh,” ujarnya. “Lagi pula, tak ada luka lecet pada keponakan saya seperti biasanya orang kecelakaan. Cuma wajah dan kepala yang luka.”

    Usni melihat luka di wajah dan kepala Alvin seperti luka akibat pemukulan. Ia yakin keponakannya itu menjadi korban pengeroyokan yang berujung maut. Selain luka-lukanya, kecurigaan Usni bertambah karena tiga hari sebelum kematian Alvin, ada empat wartawan lain yang dikeroyok saat mencar informasi yang sama.

    DIJUAL BEBAS

    Kepada wartawan, Laksmi Suryati, ibu kandung Alvin, mengatakan sejak Juni 2012, anaknya kerap bercerita soal dugaan peredaran daging celeng yang digunakan untuk bahan baku bakso dan dijual bebas.

    “Saya sudah ingatkan dia supaya jangan macam-macam. Saya minta supaya masalah itu diserahkan saja pada rekan kerja yang lain. Tapi dia tetap semangat untuk menelusurinya,” ungkap Laksmi tentang anak semata wayangnya itu.

    Pada Jumat (22/9), Laksmi mengaku mendapat telepon dari anaknya. Alvin berpesan secepatnya memberitahu istri dan anak-anaknya untuk mendoakan keselamatannya. “Anak saya juga bilang ada yang mau memberinya sejumlah uang agar berhenti menelusuri informasi itu. Tapi anak saya tak mau,” ungkapnya. Tak lama, ia mendapat kabar anaknya dibawa ke RSUD Tangerang karena jatuh dari motor.

    Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Wahyu Widada, mengatakan kasus itu sudah diselidiki dan sejauh ini hasilnya menunjukkan wartawan Alvin tewas akibat kecelakaan lalulintas. “Kasusnya sudah ditangani Satlantas. Sejauh ini, laporannya kecelakaan lalulintas karena ada saksi-saksi yang menyebutkan korban mengalami,” ungkapnya.

    Meski begitu, menurut Kombes Wahyu, semua kesaksian akan ditampung, termasuk saksi yang tak mengarah pada kecelakaan. “Buat kami tak ada masalah untuk menyelidikinya,” ujarnya. (deny/maryoto) (Pos Kota) Jumat, 14 Desember 2012 05:12:19 WIB

***

    Kematian Wartawan Akan Terungkap

    Usut Pengoplosan Daging Celeng dan Sapi Untuk Jadi Bakso

    TANGERANG (Pos Kota) – Masih misteriusnya penyebab kematian Alvin Wahyudi Lakoni, 38, disesalkan pimpinan Banten Pantura Pos, tempat korban jadi wartawan. Terlebih Alvin meninggal dunia ketika sedang melakukan investigasi terhadap penjualan daging celeng yang dioplos daging sapi menjadi bakso.

    Ada dugaan Alvin tewas karena dianiaya sekelompok lelaki di Pasar Anyar Tangerang. Namun oleh polisi kematian wartawan tersebut karena kecelakaan lalulintas.

    Mansur, Pemimpin Banten Pantura Pos (BPS)  mengaku kecewa dengan hasil penyelidikan Polres Metro Tangerang yang menyimpulkan korban tewas akibat kecelakaan di Jalan Juru Mudi, Batuceper, Kota Tangerang.

    Padahal, pihak keluarga dan rekan kerja korban melihat mencurigai luka-luka di tubuh korban bukan berasal dari kecelakaan, melainkan luka bekas penganiayaan. Bahkan Kapolres Metro Tangerang, Kombes Wahyu Widada dinilai tidak serius menyelidiki penjualan daging celeng yang dioplos daging sapi menjadi bakso.

    “Bongkar dulu sindikat pengoplosan daging celengnya di sejumlah lokasi di Kota Tangerang. Dengan begitu misteri kematian wartawan kami akan terkuak. Dan investigasi bakso daging sapi yang dicampur dengan daging celeng itu bukan hisapan jempol belaka,” kata Mansur ketika dihubungi Pos Kota, Jumat (14/12) siang.

    Sebelum meninggal dunia, Alvin diketahui tengah melakukan investigasi tentang informasi daging sapi yang dicampur daging celeng menjadi bakso di sejumlah tempat di Kota Tangerang. Informasi itu didapat dari sejumlah pengakuan pedagang bakso yang mengatakan jika bakso daging sapinya dioplos dengan daging celeng. Bahkan Alvin memiliki sejumlah data lokasi tempat dimana kegiatan yang merugikan masyarakat itu dilakukan.

    “Alvin mengaku sekitar ada tujuh lokasi yang melakukan pengoplosan daging sapi dengan daging celeng, bahkan sebelum di Jakarta Selatan terkuak, hanya media kami yang sering memberitakannya,” kata Mansur.

    Tak hanya itu, beberapa menit sebelum ditemukan menjadi korban kecelakaan, Istri Alvin sempat meminta korban segera pulang kerumah. Namun korban pun mengatakan akan terlambat sampai di rumah karena ada seseorang bos daging yang ingin bertemu dengan Alvin. Bahkan istri Alvin meminta agar ditemani oleh rekan kerja yang lain.

    “Kata istrinya Alvin mengaku dihubungi oleh pria tak dikenal yang mengaku sebagai bos daging. Pria tersebut mengatakan akan memberikan uang dan menghentikan investigasi tersebut,” ujarnya.

    Dimata pimpinannya, Alvin dikenal tak kompromi soal informasi bakso daging sapi yang dicampur daging celeng. Bahkan Alvin langsung menegur pedagang bakso untuk segera menghentikan kecurangan tersebut. Dan Munir pun sangat mendukung Alvin untuk membongkar sindikat tersebut.

    “Sebagai umat muslim, saya pun geram dengan kecurangan ini. Dan saya akan terus memperjuangkan apa yang diperjuangkan oleh Almarhum,” kata Munir.

    Untuk itu dirinya berharap Polres Metro Tangerang serius melakukan penyelidikan dan menangkap pelakunya. Sehingga tak ada lagi masyarakat yang dirugikan. “Ini kejahatan terorganisir. Daging celeng itu dibawa menggunakan bus dari Jambi dan Lampung, setelah sampai di PO bus, akan ada orang yang mengambil bungkusan daging celeng itu,” ungkapnya. (C3) poskotanews.com, Sabtu, 15 Desember 2012 05:33:59 WIB

(nahimunkar.com)

Komentarku ( Mahrus ali): 
Begitulah risiko orang yang mengungkap kebenaran bukan membiarkan kesalahan, dia harus mengorbankan nyawanya bukan saja hartanya. Bila  dia muslim bukan kafir lalu bertujuan untuk menyelamatkan kaum muslimin dari makanan yang di haramkan itu, maka dia termasuk  mati dijalan Allah bukan dijalan setan. Ingatlah ayat:

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

Di antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya), ahzab 23
Dan kliklah 4 shared mp3 jangan di panahnya.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan