Minggu, Juni 05, 2011

Terkenal wali tapi syirik

Di tulis oleh H Mahrus ali
DR Muhammad bin Alwi al Maliki  punya karya kitab bernama  Syifa`ul fuad dan Dzakhoir Muhammadiyah yang mengandung banyak kesyirikan sbb :


وَنُقِلَ فِي "شِفَاءِ اْلفُؤَادِ"(ص109) قَوْلُ الشَّاعِرِ:
أَنْتَ الشَّفِيْعُ وآمَالِي مُعَلَّقَــــةٌ *** وَقَدْ رَجَوْتُكَ يَا ذَا اْلفَضْلِ تَشْفَعْ لِي
هَذاَ نَزِيْلُكَ أَضْحَى لاَ مَلاَذَ لَهُ *** إِلاَّ جَنَابَكَ يَا سُؤْلِي وَيَا أَمَلِي

-         Dikutip dalam "Syifaul fuad " (hal. 109) kata-kata penyair:
Anda pemberi syafaat  dan harapan saya tergantung ***
-            Aku berharap padamu untuk bersyafaat bagi saya
Ini orang yang tinggal di sisimu tiada perlindungan  ***
Kecuali engkau ( Rasulullah SAW) wahai tempat permohonan saya dan harapan saya
  DR Muhammad bin Alwi al Maliki  berkata :
 

- قُلْ فِي "شِفَاءِ اْلفُؤَادِ" (ص203) قَوْلَ الشَّاعِرِ مُخَاطِباً النَّبِيَّ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  - مُقِرّاً لَهُ -:
وَانْظُرْ بِعَيْنِ الرِّضَا لِي دَائِماً أَبَداً *** وَاسْتُرْ بِفَضْلِكَ تَقْصِيْرِي مَدَى اْلأَمَدِ
وَاعْطِفْ عَلَيَّ بِعَفْوٍ مِنْكَ يَشْمَلُنِي *** فَإِنَّنِي عَنْكَ يَا مَوْلاَيَ لَمْ أَحِدْ

Ketikkan teks atau alamat situs web atau terjemahkan dokumen.
Simak
Baca secara fonetik
-        Katakanlah dalam " Syifaul fu`ad " (hal. 203) kata-kata penyair yang berbicara kepada  Nabi saw - dan mengakui keagungannya : -
Dan lihatlah aku ( wahai Muhammad )  dengan ,mata kepuasan  selalu
-         Tutupilah kesalahanku selamanya  dengan kanugrahanmu
-        Kasihanilah daku dengan pengampunan yang sempurna darimu
-         Sesungguhnya aku  tidak penyimpang darimu  wahai tuanku * Muhammad ).

Simak
Baca secara fonetik
 Ada  lagi syaiir di kutip dari kitab Dzakhoir 265 karya DR Muhammad bin Alwi al Maliki sbb :

وَلَمَّا رَأَيْتُ الدَّهْرَ قَدْ حَارَبَ اْلوَرَى
جَعَلْـتُ لِنَفْسِي نَعْـلَ سَيِّدِهِ حِصْنًا
تَحَصَّنْتُ مِنْهُ فِـي بَدِيْعِ مِـثَـالِهَا
بِسُـوْرٍ مَنِيْعٍ نِلْتُ فِـي ظِلِّهِ اْلأَمْنَا


Ketika saya melihat masa ( penderitaan )  telah menyerang manusia

maka aku menjadikan diriku berlindung  di bawah sandal Nabi SAW
 Aku berlindung  dalam contoh yang terbaik

dengan dinding yang tahan , aku mendapat keamanan dlm naungannya ( sandal tadi )
Komentarku ( Mahrus ali )
 Berlindung di bawah sandal Nabi SAW  seolah berlindung di balik pagar yang kokoh yang menjamin keamanan .
Lihat kitab karangan DR Muhammad bin Al wi Dzakhoir Muhammadiyah 265 .
Simak
Baca secara fonetik



Di kutip  dari puisi Bakri pada dua  halaman 158 159 termasuk jenis-jenis syirik dan berpaling dari Allah swt . Al Bakri berkata:


مَا أَرْسَلَ الرَّحْمٰنُ أَوْ يُرْسِلُ
مِـنْ رَحْمَةٍ تُصْعَدُ أَوْ تُنَزَّلُ
فِــي مَلَكُوْتِ اللهِ أَوْ مُلْكِهِ
مِنْ كُلِّ مَا يَخْتَصُّ أَوْ يَشْمَلُ
إِلاَّ وَطٰـَهٰ الْمُصْطَفَى عَبْدُهُ
نَـبِـيُّـهُ مُـخْتَارُهُ الْمُرْسَلُ
وَاسِـطَـةٌ فِيْهَا وَأَصْلٌ لَهَا
يَـعْـلَـمُ هٰذَا كُلُّ مَنْ يَعْقِلُ


2
Apa yang Allah Maha pengasih mengirim
Dari rahmat yang naik atau turun
Dalam Kerajaan Allah atau malakutnya
Dari semua yang husus atau umum
Kecuali Thaha al musthofa ( Muhammad ) hambaNya
NabiNya dan Rasul yang di pilih
Dia sebagai perantaranya dan asal rahmat itu
Tahu ini semua orang yang ber akal


فَلُذْ بِهِ مِـنْ كُلِّ مَا تَشْتَكِي
فَـهُـوَ شَـفِـْيعٌ دَائِماً يُقْبَلُ

  Maka berlindunglah kepadanya  dari  semua keluhanmu
Dia pemberi safaat yang selalu di terima safaatnya
وَلُذْ بِهِ مِـنْ كُلِّ مَا تَرْتَجِي
فَـإِنَّهُ اْلـمَـْرجِـعُ وَاْلمَوْئِلُ

Belindunglah kepada  Rasulullah SAW
  untuk mendapat semua harapanmu
Dia rujukan dan tempat berlindung.
وَناَدِهِ إِنْ أَزْمَةٌ أَنْـشَـبَـتْ
أَظْفَارَهَا وَاسْـتَحْكَمَ الْمُعْضَلُ
Panggillah Rasulullah SAW bila krisis telah menancapkan kukunya
dan problema menjadi kokoh

يَـا أَكْـَرمَ الْخَلْقِ عَلَى رَبِّهِ
وَخَـْيـرَ مَنْ فِيْهِمْ بِهِ يُسْأَلُ
 Wahai Mahluk termulia disisi Tuhannya
Dan orang yang terbaik dari mereka  yang di buat tawassul

كَمْ مَسَّنِي اْلكُرْبُ وَكَمْ مَرَّةً
فَرَّجْتُ كُـرْبـاً بَعْضُهُ يُذْهِلُ
Berapa banyak penderitaan menyentuh saya berapa kali
 aku  bisa terlepas dari penderitaan  sebagiannya  marabahaya yang membingungkan
 فَـبِالَّذِي خَصَّكَ بَيْنَ اْلوَرَى
بِـرُتْـبَـةٍ عَنْهَا الْعُلاَ تُنْزَلُ

Maka  dengan Allah yang memberi kehususan padamu antara manusia dengan pangkat yang keluhuran di capai dengannya .

عَـجِّلْ بِإِذْهَابِ الَّذِي أَشْتَكِي
فَإِنْ تَوَقَّفْتَ فَـمَـنْ ذَا أَسْأَلُ

lenyapkanlah dengan segera apa yang ku adukan . Bila kamu diam , maka pada  siapa aku minta .
Komentarku ( Mahrus ali )
        Seluruh bait dalam syair tadi tidak boleh di baca, ia syirik yang sangat. Bila di tulis dalam  buku  akan menyesatkan diri dan orang banyak .
Fatwa Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa   (c 1 / p. 73) sbb :
إِنَّ اْلاِسْتِغَاثَةَ بِاْلأَمْوَاتِ وَدُعَاءَهُمْ مِنْ دُوْنِ اللهِ أَوْ مَعَ اللهِ شِرْكٌ أَكْبَرُ يَخْرُجْ مِنْ مِلَّةِ اْلإِسْلاَمِ، سَوَاءٌ كَانَ الْمُسْتَغَاثُ بِهِ نَبِيًَّا أَمْ غَيْرَ نَبِيٍّ، وَكَذٰلِكَ اْلاِسْتِغَاثَةُ بِالْغَائِبِيْنَ شِرْكٌ أَكْبَرُ يَخْرُجُ مِنْ مِلَّةِ اْلإِسْلاَمِ وَاْلعِيَاذُ بِاللهِ، وَهٰؤُلاَءِ لاَ تَصِحُّ الصَّلاَةُ خَلْفَهُمْ لِشِرْكِهِمْ. أَمَّا مَنِ اسْتَغَاثِ بِاللهِ وَسَأَلَهُ سُبْحَانَهُ وَحْدَهُ مُتَوَسِّلًا بِجَاهِهِمْ أَوْ طَافَ حَوْلَ قُبُوْرِهِمْ دُوْنَ أَنْ يَعْتَقِدَ فِيْهِمْ تَأْثِيْرًا وَإِنَّمَا رَجَا أَنْ تَكُوْنَ مَنْزِلَتُهُمْ عِنْدَ اللهِ سَبَبًا فِي اسْتِجَابَةِ اللهِ لَهُ فَهُوَ مُبْتَدِعٌ آثِمٌ مُرْتَكِبٌ لِوَسِيْلَةٍ مِنْ وَسَائِلِ الشِّرْكِ، وَيُخْشَى عَلَيْهِ أَوْ أَنْ يَكُوْنَ ذٰلِكَ مِنْهُ ذَرِيْعَةً إِلَى وُقُوْعِهِ فِي الشِّرْكِ اْلأَكْبَرِ. وَنَسْأَلُ اللهَ أَنْ يُعِيْنَكُمْ عَلَى نَشْرِ التَّوْحِيْدِ وَنُصْرَةِ الْحَقِّ وَجِهَادِ الْمُبْتَدِعِيْنَ.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيّنَامُحَمَّدٌ  ، وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Fatwa Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa   (c 1 / p. 73)
 Minta – minta  pada orang - orang mati dan berdoa kepada selain Allah, atau bersamaNya  syirik besar  keluar  dari agama Islam. Sama saja  minta bantuan pada  nabi atau lainnya,  Begitu juga minta – minta kepada orang gaib – juga syirik  terbesar  dan keluar dari agama Islam, semoga  Allah melindungi kita dari padanya . , tidak sah melakukan salat di belakang mereka karena mereka  syirik. Mereka yang berteriak atau istighosah  kepada Allah dan meminta Dia saja Maha  suci dan Maha Esa

Mereka   bertawassul dengan pangkat mereka atau berkeliling  di sekitar kuburan mereka tanpa berpikir  mereka  bisa berpengaruh , tetapi diminta agar  status mereka  menyebabkan Allah merespon  doanya maka ia adalah pelaku bid`ah yang  berdosa yang melakukan  sarana dari sarana  syirik.  Ditakutkan bahwa ini adalah dalih untuk jatuh di dalam syirik. Kami meminta Allah untuk membantu Anda untuk mempublikasikan Tauhid ,menegakkan hak dan jihad terhadap pelaku kebid`ahan  . Semoga Allah memberi taufik dan memberi rahmat kepada Nabi kita  Muhammad, keluarganya dan sahabat – sahabatnya [1]
Komentarku ( Mahrus ali )
Untuk apakah merendahkan diri , meminta – minta  kepada  mayat  sekalipun  para nabi . Hal itu adalah kekeliruan yang nyata  sebagaimana ayat :
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللهِ مَنْ لاَ يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada  selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do`a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka?[2]
 Apakah mereka itu tidak ingat dengan firmanNya  :
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ اْلأَرْضِ أَئِلَهٌ مَعَ اللهِ قَلِيلاً  مَا تَذَكَّرُونَ

Atau siapakah yang memperkenankan (do`a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo`a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).[3]

وَقَالَ  رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".[4]
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ (13) إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ
Yang artinya, “Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu” (QS al Fathir:13-14).

Karya DR Muhammad bin Alwi  al Maliki
Karya DR Muhammad bin Alwi






[1] Fatwa Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa   (c 1 / p. 73)
[2]  Ahqaf  5
[3] Annamel 62
[4]  Ghofir 60
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan